EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224666
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
96
819
5106
211697
18298
26664
224666

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:46
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Selasa, 20 Desember 2016 18:23

Rentenir Makin Subur Di Muncar

Written by
Rate this item
(3 votes)

Banyuwangi – Menghadapi paceklik panjang merupakan tantangan bagi masyarakat nelayan pesisir Kecamatan Muncar, manakala penghasilan berkurang namun pengeluaran terus mendesak keluar. Untuk memenuhi segala kebutuhan saat penghasilan tidak ada, memaksa sebagian masyarakat pesisir Muncar meminjam uang kepada rentenir.

“Paceklik panjang yang masyarakat nelayan pesisir Muncar rasakan, semakin menyuburkan kegiatan rente. Pinjam-meminjam uang ala rente ( sistem meminjam, namun saat mengembalikan harus menyertakan bunga uang –red) sudah umum masyarakat mengetahuinya, bahkan telah membudaya,” ungkap Heru Darmansyah, salah seorang aktifis LSM di Banyuwangi, Minggu (18/12).

Heru juga menambahkan, dasar hukum perjanjian pinjam-meminjam uang ada di Pasal 1754 KUH Perdata, yang masih berlaku sampai sekarang. Akan tetapi apapun bentuk rente tersebut, tetap akan merugikan pihak yang meminjam, karena biasanya bunga pinjaman dari rentenir sangat mencekik, katanya.

Salah seorang warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar yang namanya tak mau terpublikasi membenarkan terkait suburnya praktik rentenir di wilayah Muncar, semenjak nelayan pesisir Muncar mengalami paceklik. Ia juga mengaku, jika saat ini tengah berhutang kepada salah satu rentenir.

"Kami cuman bisa berdoa semoga keadaan ikan di Muncar seperti dulu lagi, agar ekonomi rumah tangga kembali membaik. Siapa yang ingin punya hutang kepada rentenir, kalau tidak karena terpaksa?, " pungkasnya.(SPR-04)

Read 759 times