EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224662
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
92
819
5102
211697
18294
26664
224662

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:46
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Senin, 10 April 2017 10:05

Proyek SLBM Desa Kedungrejo Kurang Transparan

Written by
Rate this item
(1 Vote)

 

Banyuwangi - Proyek Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat ( SLBM ) di Dusun Sampangan Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar dengan membangun sarana MCK plus kurang transparan. Pasalnya proyek SLBM yang terindikasi menggunakan Dana Alokasi Khusus APBN tidak terpampang papan proyek, sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui apa kegiatannya, berapa anggarannya, siapa pelaksananya dan berapa volume pengerjaannya.

“Meskipun nantinya proyek SLBM Desa Kedungrejo bermanfaat bagi masyarakat tetapi hak-hak masyarakat mengenai keterbukaan informasi publik jangan terabaikan, jangankan DAK, semisal ada dana istimewa, selagi memakai uang negara maka sepatutnya rakyat tahu. Sebab uang yang mereka pakai menggunakan uang negara dan dalam menggunakan uang negara, seperti untuk pembangunan fisik masyarakat harus tahu, "kata Heru, warga Kecamatan Muncar kepada lensarakyat.com, Jum'at (07/04) .

Heru juga menyampaikan jika pertanggung-jawaban pelaksanaan itu sangat penting, jika seandainya kualitas pelaksanaannya jelek bagaimana? Siapa yang rugi?. Semestinya pelaksana proyek memperhatikan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 12/PRT/M/2014 dan Undang-Undang nomor 14 Tahun 2008 sebelum melaksanakan kegiatan proyek pemerintah. Apalagi jika proyek pemerintah tersebut anggarannya cukup fantastis, misalnya ratusan juta, tuturnya.

Saifuddin, Ketua KSM 'Mandiri', pelaku proyek SLBM Desa Kedungrejo, mengaku pernah memasang papan informasi proyek dekat lokasi MCK plus, namun sudah hilang. Ia memaklumi sebab lokasi pengerjaannya dekat dengan pelabuhan jadi banyak nelayan berlalu-lalang, ungkapnya.

Terkait anggaran pembangunan SLBM Desa Kedungrejo, Saifuddin mengatakan jumlahnya 318 juta Rupiah, dan ia mengaku tim BPK telah mengaudit seminggu yang lalu. Namun ketika lensarakyat.com menanyakan tim audit BPK darimana yang datang dan siapa nama Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Saifuddin mengaku tidak tahu.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyuwangi, Ir Mujiono,M.Si saat lensarakyat.com mengkonfimasi lewat telepon, Jum'at (07/04) membenarkan jika anggaran SLBM tersebut kurang lebih dari 300 jutaan. Dan program SLBM tersebut anggarannya berasal dari DAK. (R2R)

Read 383 times