EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225387
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
817
819
5827
211697
19019
26664
225387

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:17
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bondowoso

 
Bondowoso - Sejumlah guru dan pelajar SMPN 1 Maesan mendatangi rumah salah satu muridnya yang tidak mampu, Jum'at (26/01). Menurut salah satu guru yang ikut dalam kegiatan santunan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi semangat murid tidak mampu agar terus bersemangat untuk belajar.
 
"Kita kesini untuk membantu meringankan beban ekonomi pelajar sekaligus bersilaturahmi. Saya ingin anak - anak tetap semangat bersekolah, karena mereka adalah generasi bangsa," ungkap salah satu guru SMPN 1 Maesan, Novi Lestari, Jum'at (26/01).
 
Sementara salah satu wali murid penerima santunan, Misdan, warga Desa Sumbersari Kecamatan Maesan mengaku senang dan berterimakasih atas bantuan yang ia terima. "Bantuan Sembako, uang dan seragam sekolah ini sangat membantu saya, maklum penghasilan saya kecil," ucapnya.
 
"Saya takut sampai anak saya putus sekolah," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Memasuki tahun 2018, Pemerintah Desa (Pemdes) Gambangan Kecamatan Maesan mulai membahas perencanaan dengan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di balai desa Gambangan, Rabu (24/01). Tahun ini Pemdes Gambangan dalam perencanaannya fokus pelayanan kesehatan dan menindaklanjuti pekerjaan desa yang tahun kemarin belum terealisasi.
 
"Hari ini kita menggelar Musrenbangdes dengan menghadirkan Muspika, pendamping, Babinsa, Babhinkamtibmas dan UPTD. Pembahasan kali ini berdasarkan usulan dari masing - masing dusun yang ada di Desa Gambangan, namun tahun ini kita fokus pada pelayanan kesehatan," ungkap Kades Gambangan, Sumardi, Rabu (24/01).
 
Lanjut Sumardi, tahun ini Pemdes Gambangan ingin program yang terlaksana langsung menyentuh masyarakat," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Perempuan berinisial APA (13 tahun), siswi MTs At - Taqwa yang hilang saat bermain river tubing di Desa Tlogosari Kecamatan Tlogosari akhirnya diketemukan oleh tim SAR gabungan dan masyarakat sekitar, Minggu (07/01). Korban yang terindikasi terseret arus sungai ditemukan tidak bernyawa di Dam Sampean Baru, Klabang, dalam kondisi tidak bernyawa.
 
"Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian korban permainan river tubing sejak Jum'at (05/01), dan membuahkan hasil Minggu (07/01). Saat pencarian kita berpencar menjadi tiga tim pencarian, kita menyisir mulai Dam Sengon sampai Wonosroyo dan mulai Pleseran hingga Tratakan serta di Dam Sampean Baru" ungkap Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi kepada awak media, Minggu (07/01) di RSUD dr H Kusnadi, Bondowoso.
 
Taufik juga menjelaskan bahwa sekitar jam delapan pagi, Minggu (07/01) jajarannya mendapat info ada penemuan mayat di Dam Sampean Baru. "Setelah kita cross - cek di lokasi, ternyata benar ada penemuan mayat dengan ciri sesuai target pencarian," tuturnya.
 
"Kemudian korban kita bawa ke RS untuk dilakukan outopsi. Pihak keluarga korban juga kita hadirkan untuk memastikan identitas jenazah, dan menurut pengakuan keluarga ternyata benar jenazah APA (13 tahun)," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Menjadi seorang pejuang, terlebih memperjuangkan kepentingan rakyat tidak perlu menjadi nomer satu. Hal tersebut dikatakan H Irwan Bachtiar R SE MSi, selaku bakal calon Wakil Bupati Bondowoso disela - sela acara istighotsah dan deklarasi pasangan bakal calon Drs KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar R SE MSi (Sabar) di gedung GOR Pelita, Bondowoso, Kamis (04/01).
 
"Meski PDI P memiliki porsi 8 kursi di dewan dan PPP memiliki 5 kursi, kita tidak perlu harus nomer satu. Karena yang namanya berjuang untuk rakyat tidak perlu melihat siapa yang di nomer dua ataupun di nomer satu," ungkap H Irwan Bachtiar R SE MSi.
 
Lanjut Bachtiar, KH Salwa merupakan seorang guru dan panutan. "Saya yakin kedepan masyarakat lebih menginginkan KH Salwa untuk memimpin Bondowoso," jelasnya.
 
"Program kami ingin menjadikan Bondowoso sebagai kabupaten yang tidak tertinggal. Kami juga akan mencanangkan gerakan revolusi mental sebagaimana Jokowi canangkan," tutur pria yang juga politisi PDI P.
 
Bachtiar juga mengatakan bahwa dengan mengedepankan dan mengoptimalkan semua madrasah diniyah Bondowoso akan semakin baik. "Kami akan canangkan pendidikan gratis yang benar - benar gratis, tanpa ada pungutan apapun, karena pendidikan merupakan prioritas kami," terangnya. (Gus).
Selasa, 02 Januari 2018 09:20

Serunya Wahana Wisata Taman Rengganis

 
Bondowoso - Kabupaten Bondowoso memiliki banyak pilihan untuk berwisata, salah satunya wahana wisata taman Rengganis yang berlokasi di Dusun Karang Utara Desa Glingseran Kecamatan Wringin. Selain pemandian, pemandangan alam yang asri dan ratusan benda purbakala Megalithikum menambah pesona wahana wisata taman Rengganis.
 
"Wahana wisata taman Rengganis kita kelola sejak bulan April 2017, namun pengunjungnya sudah sangat ramai. Tempat wisata ini dikelola oleh BUMDes yang terbagi dalam empat Pokja, yakni Pokja simpan - pinjam, wisata, persewaan dan shalawat rutin," ungkap Kades Glingseran, Sulaedi kepada lensarakyat.com di lokasi wisata, Senin (01/01).
 
Sulaedi juga berharap agar wahana wisata taman Rengganis kedepan lebih pesat. "Saya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga memohon agar Pemkab Bondowoso memberi support kepada kami," tuturnya.
 
"Meski tahun ini belum ada bantuan dari Pemkab, tapi tahun depan insyaallah akan ada bantuan dari Pemkab Bondowoso, seperti Kantor Disparpora Bondowoso. Begitupula dinas lain,  seperti PUPR yang akan membantu perbaikan sarana dan prasarana berupa pengaspalan sepanjang 850 M," terangnya.
 
Lanjut Sulaedi, dinas perhubungan juga tahun depan akan membantu memberi papan nama dan lampu. Sedangkan PMD akan memberi bantuan pengaspalan sepanjang 400 M, ucapnya.
 
"Kantor Disperindag rencananya akan membantu penyediaan rombong / lapak jualan untuk mendirikan pasar di lokasi wisata taman Rengganis. Tiket masuk wisata sangat murah mas, hanya dua ribu Rupiah dan parkir dua ribu Rupiah. Sekitar seribu karcis yang habis dalam waktu dua hari ini," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Selain keindahan kawah Ijen, wisata pemandian air panas Belawan yang berlokasi di Dusun Belawan Desa Kalianyar Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso juga bisa menjadi salah satu tujuan obyek wisata saat liburan. Panasnya air kolam, indahnya air terjun, sejuknya hawa pegunungan dan ekstrimnya akses menuju goa kapur, menghapus kepenatan pengunjung seusai melewati perjalanan panjang menuju wisata pemandian air panas Belawan.  
 
"Pemandian air panas Belawan ini sudah ada sejak jaman nenek moyang. Namun dikelola oleh pemerintah sejak 12 tahun silam, disini juga terdapat wisata goa kapur dan air terjun," ungkap pengelola wisata pemandian air panas Belawan, Abdul Aziz (37 tahun) di lokasi pemandian air panas, Minggu (24/12).
 
Lanjut Abdul Aziz, dengan mandi di wisata pemandian air panas menurutnya banyak manfaatnya, seperti menghilangkan penyakit kulit dan bisa untuk terapi kesehatan. "Sebab air di kolam pemandian air panas kandungan zat Sulfur-nya sangat tinggi," jelasnya.
 
"Selain mengandung Sulfur, panas air di kolam juga bervariasi. Khusus di Dusun Belawan ada 29 titik air panas, dan panasnya juga bervariasi, semua tergantung ketinggian mata air yang muncul," terangnya.
 
Pria kelahiran Bondowoso ini juga menambahkan, terkait pengunjung yang datang di wisata pemandian air panas Belawan berasal dari warga Bondowoso dan warga luar Kabupaten Bondowoso, seperti Banyuwangi, Surabaya, Kediri, Nganjuk, Tulungagung. "Namun yang dominan datang warga Bondowoso, Jember dan Banyuwangi, turis mancanegara juga ada, biasanya mereka datang di bulan Juni, Juli dan Agustus," ucapnya.
 
"Kemajuan wisata pemandian air panas Belawan ini juga tak luput dari campur - tangan Pemkab Bondowoso, seperti perbaikan cat, keramik, gazebo dan  lokasi perbaikan lahan parkir. Namun masih ada beberapa pengunjung yang mengeluh terkait kenyamanan wisata air panas Belawan, seperti kurang luasnya kolam pemandian air panas, saat pengunjung ramai MCK kurang dan akses menuju wisata pemandian air panas Belawan juga perlu peningkatan jalan," tuturnya.
 
"Namun Pemkab Bondowoso rencananya tahun depan  akan menambah kolam pemandian di lokasi wisata pemandian air panas Belawan. Harapan kami, semoga Pemkab Bondowoso juga memenuhi kekurangan - kekurangan yang ada di wisata pemandian air panas Belawan. Kami menjaga wisata air panas Belawan ini 24 jam mas," pungkasnya. (Sul/Gus).
 
Bondowoso - Bupati Bondowoso melantik 16 Kepala Desa  (Kades) Baru dan 2 Kades PAW di Pendopo Bupati, Rabu (13/12). Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK SH kepada awak media mengaku bersyukur, sebab prosesi pelantikan 18 Kades berjalan lancar dan kondusif.
 
"Alhamdulillah pelantikan Kades hari ini berjalan lancar dan kondusif, walaupun begitu jajaran kami dari Polres maupun Polsek selalu setia dan siaga memantau dan mengawal hingga pelantikan hari ini. Kelancaran dan kondusifitas agenda pelantikan Kades ini sesuai dengan harapan saya dan masyarakat," ungkap Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK SH, Rabu (13/12) di Pendopo Bupati seusai pelantikan.
 
Kapolres juga berharap agar semua Kades yang terlantik kedepan bisa menjalankan tugas seorang Kades yang jujur dan adil. "Dengan sikap tersebut bisa membawa desa dan masyarakatnya lebih maju," tuturnya.
 
"Intinya, Kades yang baru bisa bekerja lebih baik dari Kades sebelumnya," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Ratusan santri Ponpes Al - Furqon  Dusun Pace Desa Pejagan Kecamatan Jambesari terlihat mengarak gunungan atau ancakan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1439 H. Menurut salah satu pengurus Ponpes Al Furqon, Muhammad Ali Sahri, tradisi ancakan dengan mengarak keliling desa merupakan tradisi tahunan untuk melestarikan peringatan maulid nabi.
 
"Setiap tahun kita bekerjasama dengan para wali santri dan alumni Ponpes Al Furqon untuk memeriahkan peringatan maulid nabi. Dengan agenda peringatan maulid kita juga ingin agar persatuan  para santri, wali santri, alumni Ponpes Al Furqon dan masyarakat sekitar tetap kokoh," ungkap Muhammad Ali Sahri di salah satu ruangan Ponpes Al Furqon, Senin (11/12).
 
Lanjut Ali Sahri, selain jajaran ikatan santri Ponpes Al Furqon (Insaf), warga sekitar Ponpes juga terlibat dalam indahnya peringatan maulid nabi tahun ini di Ponpes Al Furqon." Saya harap dengan adanya momentum peringatan maulid nabi ini kita sadar diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
 
"Jika kita mengadakan peringatan maulid nabi, maka pesantren kedepan bisa menciptakan hal baru yang terbaik. Serta bisa mencetak kader - kader yang betul - betul siap terjun di kalangan masyarakat dengan menebarkan khusnul hasanah sebagaimana ajaran Rosulullah saw," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Tahun 2017 angka perceraian di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan. Jika Januari hingga Desember 2016 angka perceraian mencapai 1600 perkara, untuk Januari hingga November 2017 angka perceraian mencapai 1746 perkara.
 
"Untuk tahun ini, perkara cerai talak mencapai 497 perkara, sedangkan perkara cerai gugat mencapai 1249 perkara, jadi totalnya 1600 lebih perkara. Sedangkan untuk tahun 2016, total perkara perceraian mencapai 1600 perkara, jadi mengalami peningkatan sedikit," ungkap Panitera Muda Hukum Kantor Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, Muhammad Nur Prihantoro di ruang lobi Kantor PA Bondowoso, Selasa (12/12/).
 
Lanjut Muhammad Nur, jika melihat data yang ada, faktor dominan yang menjadi pemicu perceraian adalah ekonomi dan tanggungjawab. "Jadi faktor pemicu perceraian di Bondowoso karena pihak laki - lakinya kurang bertanggungjawab, malas bekerja, bekerja namun penghasilannya tidak diberikan ke istri dan ada juga perempuan yang ditinggal oleh laki - lakinya," jelasnya.
 
"Perkara - perkara yang dominan tersebut, persentasinya mencapai 40 persen. Sedangkan untuk faktor kawin paksa, cemburu dan krisis akhlak juga mencapai 40 persen," terang pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah kepada lensarakyat.com.
 
Alumnus Sekolah Ilmu Hukum Darul Ulum, Jombang ini juga menambahkan bahwa yang dominan angka perceraiannya tinggi untuk umur 19 tahun kebawah untuk tahun 2016 di tingkat kecamatan di Bondowoso berada di Kecamatan Wringin. "Kecamatan Wringin mencapai 15 perkara perceraian, kemudian menyusul Kecamatan Tlogosari dan Maesan dengan 11 perkara," ucapnya.
 
"Untuk menekan angka perceraian, saya cuma berharap agar para pasangan yang akan menikah persiapannya harus lebih matang. Matang dari segi umur dan perekonomian, jadi jangan sampai terjadi menikah karena terpaksa," pungkasnya. (Redaksi).
 
Bondowoso - Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah Kecamatan Maesan, Camat Maesan kumpulkan para Kepala Desa (Kades) se - Kecamatan Maesan, Jum'at (08/12) di Kantor Kecamatan Maesan. Dengan pengumpulan para Kades ini, Camat Maesan berharap agar para Kades bisa maksimal menggali potensi yang ada di setiap desa melalui Program Inovasi Desa (PID).
 
"Dalam pertemuan tadi, yang pertama saya perintahkan semua Kades agar bisa benar - benar memperhatikan kondisi pertanian masing - masing. Yang kedua, saya ingin setiap Kades bisa menggali potensi di wilayahnya, seperti tempat wisata, kerajinan atau kesenian," ungkap Camat Maesan, Riski Idam Lesmana, di ruang kerjanya, Jum'at (08/12).
 
Riski juga menambahkan, dengan adanya potensi - potensi tersebut nanti akan memberi income terhadap desa dan masyarakat. "Saya ingin desa juga bisa menyerap banyak tenaga kerja dari para warganya, sehingga masyarakatnya sejahtera," pungkasnya. (Gus).
AwalSebelumnya12345678BerikutnyaAkhir
Halaman 1 dari 8