EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224644
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
74
819
5084
211697
18276
26664
224644

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:43
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Selasa, 12 Desember 2017 18:24

Angka Perceraian Di Kabupaten Bondowoso Tahun Ini Meningkat Featured

Written by
Rate this item
(1 Vote)
 
Bondowoso - Tahun 2017 angka perceraian di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan. Jika Januari hingga Desember 2016 angka perceraian mencapai 1600 perkara, untuk Januari hingga November 2017 angka perceraian mencapai 1746 perkara.
 
"Untuk tahun ini, perkara cerai talak mencapai 497 perkara, sedangkan perkara cerai gugat mencapai 1249 perkara, jadi totalnya 1600 lebih perkara. Sedangkan untuk tahun 2016, total perkara perceraian mencapai 1600 perkara, jadi mengalami peningkatan sedikit," ungkap Panitera Muda Hukum Kantor Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, Muhammad Nur Prihantoro di ruang lobi Kantor PA Bondowoso, Selasa (12/12/).
 
Lanjut Muhammad Nur, jika melihat data yang ada, faktor dominan yang menjadi pemicu perceraian adalah ekonomi dan tanggungjawab. "Jadi faktor pemicu perceraian di Bondowoso karena pihak laki - lakinya kurang bertanggungjawab, malas bekerja, bekerja namun penghasilannya tidak diberikan ke istri dan ada juga perempuan yang ditinggal oleh laki - lakinya," jelasnya.
 
"Perkara - perkara yang dominan tersebut, persentasinya mencapai 40 persen. Sedangkan untuk faktor kawin paksa, cemburu dan krisis akhlak juga mencapai 40 persen," terang pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah kepada lensarakyat.com.
 
Alumnus Sekolah Ilmu Hukum Darul Ulum, Jombang ini juga menambahkan bahwa yang dominan angka perceraiannya tinggi untuk umur 19 tahun kebawah untuk tahun 2016 di tingkat kecamatan di Bondowoso berada di Kecamatan Wringin. "Kecamatan Wringin mencapai 15 perkara perceraian, kemudian menyusul Kecamatan Tlogosari dan Maesan dengan 11 perkara," ucapnya.
 
"Untuk menekan angka perceraian, saya cuma berharap agar para pasangan yang akan menikah persiapannya harus lebih matang. Matang dari segi umur dan perekonomian, jadi jangan sampai terjadi menikah karena terpaksa," pungkasnya. (Redaksi).
Read 290 times