EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224678
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
108
819
5118
211697
18310
26664
224678

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:47
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bondowoso

 
Bondowoso - Dalam peringatan HUT RI Ke 72 dan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) Ke 198, Pemkab Bondowoso mengadakan resepsi di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis malam (17/08). Dalam malam resepsi tersebut bupati memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya, memberi hadiah pemenang lomba Kemendes PDTT serta menyampaikan keberhasilan pemerintahan Kabupaten Bondowoso.
 
Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan sejatinya adalah amanah dan tangung jawab semua elemen masyarakat Indonesia untuk mengisi hari kemerdekaan. Begitupula tentang kemiskinan di Kabupaten Bondowoso, saat ini kemiskinan mengalami angka penurunan, jelasnya. 
 
"Angka kemiskinan di Bondowoso mengalami penurunan sebesar 15 persen. Jika sebelumnya tingkat kemiskinan Bondowoso peringkat ke 37 di Jawa Timur, tahun ini menduduki peringkat 31.” ucapnya.
 
"Mari kita tingkatkan sinergi dan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam perbaikan kinerja, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud," terang bupati.
 
Sementara Ketua panitia HUT RI ke 72 Pemkab Bondowoso, Drs H Hidayat M.Si bersyukur karena acara kegiatan HUT RI ke 72 berjalan dengan lancar. ”Semua rangkaian kegiatan HUT RI ke 72 berjalan dengan lancar, akan tetapi masih ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan sesuai jadwal setelah resepsi malam ini,” tuturnya.
 
Dalam acara tersebut Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni memberikan penghargaan  Satya Lencana Karya Satya kepada 38 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masa pegabdian 10 tahun, 34 PNS untuk masa bhakti 20 tahun, 24 PNS masa pengabdian 30 tahun, jumlah total keseluruhan 96 PNS. Selain itu Bupati H Amin Said Husni juga menyerahkan hadiah untuk pemenang lomba dan bantuan mobil oprasional bagi desa dari Kemendes PDTT.
 
Dalam acara resepsi juga hadir Forpimda, Toga, Tomas, Veteran, Anggota Paskibraka, kepala OPD serta pemenang lomba dalam kegiatan selama bulan Agustus. (Didit).
Jumat, 18 Agustus 2017 08:26

Perjuangan Rakyat Bondowoso

 
Bondowoso - Dengan semangat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Grup Apresiasi Seni (GAS) mengadakan aksi pertunjukan tentang perjuangan rakyat Bondowoso yang berjudul Gerilya di Bondowoso di alun - alun RBA, Bondowoso, Kamis, (17/08). GAS menyuguhkan tontonan yang menceritakan tentang awal mula masuknya tentara Belanda yang hendak menguasai Bondowoso.
 
Terlihat adegan perjuangan rakyat Bondowoso dengan gigihnya melawan gempuran tentara Belanda. Namun perlawanan rakyat Bondowoso kandas karena hanya berbekal senjata sederhana, sehingga para pejuang memutuskan untuk mundur ke wilayah barat pegunungan Bondowoso.
 
Dalam perlawanan kedua pejuang Bondowoso seakan pergi mengantarkan nyawa kepada tentara Belanda, satu demi satu nyawa pejuang Bondowoso melayang akibat serangan tentara Belanda. Dengan bermodalkan tekad yang kuat untuk mengusir tentara Belanda, sisa pejuang Bondowoso yang masih hidup akhirnya berhasil merobek warna biru bendera Belanda yang telah berkibar. 
 
Begitulah alur cerita drama perjuangan rakyat Bondowoso dalam peringatan HUT RI ke 72 yang disaksikan Bupati Bondowoso, H.Amin Said Husni.
 
Sementara itu Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni mengungkapkan bahwa, dengan adanya serangkaian acara tersebut pada hakikatnya adalah sebagai wujud rasa syukur atas rahmat dan karunia yang Allah swt berikan. Sehingga kemerdekaan yang telah diproklamirkan sejak tahun 17 Agustus 1945 tetap terkenang hingga hari ini, tuturnya.
 
“Kemerdekaan adalah sebuah rahmat dan karunia Tuhan yang harus disyukuri oleh bangsa Indonesia, dengan kemerdekaan Indonesia sejajar dengan negara-negara lain tanpa adanya sebuah penjajahan,” pungkas Bupati. (Didit).
 
Bondowoso - Dengan didampingi Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, jajaran SKPD dan Forkopimda Bondowoso, Menteri Sosial (Mensos) RI serahkan secara simbolis 500 bantuan non tunai PKH di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (04/08). Selain prosesi penyerahan 500 bantuan non tunai PKH, Mensos RI juga turut menyaksikan proses pencairan bantuan yang pemerintah berikan melalui kartu multifungsi berupa ATM. 
 
Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Bansos yang pemerintah berikan dalam bentuk non tunai merupakan wujud nyata kepedulian guna membantu masyarakat yang kurang mampu, dan Mensos juga meminta, bantuan yang pemerintah cairkan harus tepat sasaran sesuai dengan program Kemensos RI. 
 
"Bantuan ini pemerintah berikan kepada keluarga kurang mampu, untuk ibu hamil sebagai perbaikan gizi dan juga membantu untuk membiayai kebutuhan anak sekolah bagi keluarga kurang mampu. Apabila uang bantuan sudah cair, penerima tidak boleh menggunakannya untuk membeli barang atau kebutuhan konsumtif lain," terang Mensos RI.
 
Sementara itu Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni menyampaikan terima kasih atas bantuan non tunai oleh pemerintah kepada masyarakat Bondowoso khususnya. Selama kepemimpinannya angka kemiskinan di Bondowoso berhasil turun, saat tahun 2013 angkanya mencapai 22 persen dan di tahun 2016 turun menjadi 15 persen, tuturnya.
 
34.494 keluarga penerima manfaat (KPM)
menerima bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH), setiap KPM, akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.890.000,- cair melalui empat tahap. Jika dalam satu KPM terdapat orang jompo atau difabel, jumlah bantuan akan bertambah menjadi sebesar dua juta Rupiah. (Didit).
 
Bondowoso - Kecelakaan Kerja di jembatan Blindungan yang menelan 3 korban, Senin (31/07) merupakan akibat tanah longsor. Salah satu korban bernama Muhamad Sopan, asal Desa Kembang, Tlogosari, terpaksa dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara untuk segera ditandatangani secara medis, sebab diperkirakan cedera patah tulang.
 
Menurut Direktur RS Bayangkara, Kompol Sigit mengungkapkan bahwa saat ini korban dalam penanganan serius dan rumah sakit prediksi mengalami patah tulang pada kaki kirinya. “Korban kita prediksi mengalami patah tulang karena luka pada lutut kirinya lumayan parah,” pungkasnya.
 
Sebelum berhasil terevakuasi, korban telah mendapatkan penanganan P3K dari PMI dan dinas kesehatan yang tanggap memberikan bantuan pernafasan oksigen kepada korban. Pada kejadian tersebut Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni juga menjenguk korban untuk mengetahui keadaannya.
 
Sementara Kepala Dinas PUPR Bondowoso, Karna Suswandi, mengatakan jika kejadian ini murni karena bencana alam, bukan karena kecelakaan kerja. “kejadian ini disebabkan oleh longsor, walau pun ini disebabkan oleh bencana alam, karena dialami tenaga kerja, asuransinya tetap jalan, ini kan bencana alam yang sebabkan kecelakaan kerja,” katanya. (Didit ).
 
Bondowoso -Pembangunan jembatan yang berada di Kelurahan Blindungan Kecamatan Kota Bondowoso menelan tiga korban jiwa, Senin (31/07). Beruntungnya, ketiga korban jembatan yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan pelengsengan tersebut tidak menelan korban jiwa.
 
Menurut keterangan salah satu pekerja, para pekerja sedang melakukan pengeraman besi untuk proses pengecoran, namun naas menimpa ketiganya. "Saat kami melakukan pemasangan kawat untuk pembuatan beton penyangga, tiba-tiba terjadi longsor dan menimpa ketiga teman kami sedangkan pekerja yang lain berhasil menghindar,” ungkapnya. 
 
Berdasarkan data terhimpun, ketiga korban pembangunan jembatan Blindungan antara lain P. To, warga Beddian  Kecamatan Jambesari, Topan, warga Kembang Kecamatan Bondowoso dan satu orang warga Koncer Kecamatan Tenggarang. Ketiganya sama-sama dalam kondisi tertimbun tanah longsor saat melakukan proses pemasangan besi beton. Dalam kejadian tersebut, proses evakuasi disaksikan ribuan warga di area lokasi, terlihat juga Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, H Karna Suswandi dan Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi turun ke lokasi kejadian.
 
Terkait kejadian saat pembangunan jembatan Blindungan ini masih belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang berwenang atas kejadian tanah longsor yang menimpa para pekerja. (Didit).
 
Bondowoso - Deputi kontruksi dan sarana, prasarana perhubungan Kementerian BUMN RI, Fajar Yudi Siawan,  Sabtu (29/7) meresmikan pabrik triplek Bondowoso Indah Plywood (BIP) yang ada di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Bupati Bondowoso Berharap berdirinya pabrik tripleks anak perusahaan PT Indah Karya (persero) bisa memberi dampak baik bagi Bondowoso.
 
"Selain berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian sekitar pabrik, saya ingin pabrik triplek BIP menyerap tenaga kerja masyarakat Bondowoso. Penyerapan tenaga kerja yang besar bagi masyarakat Bondowoso khususnya, bisa menurunkan angka pengangguran di Bondowoso,” ucap Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni, Sabtu (29/07).
 
Bupati Bondowoso juga menekankan pabrik triplek BIP agar  memperhatikan kelestarian alam yang ada di sekitar pabrik, seperti alih fungsi lahan pangan ke lahan bahan baku industri triplek.
 
Sementara pimpinan pabrik triplek BIP, Karyadi mengatakan bahwa sistem pengelolaan limbah di pabriknya sudah tersistem. "Limbah sisa produksi BIP hanya berupa lem dan serbuk kayu serta kulit kayu yang pengelolaannya terbilang mudah dan tidak mencemari lingkungan," pungkasnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, dalam peresmian pabrik triplek BIP turut hadir Dirut PT Indah Karya (Persero), Nel Adianto, pimpinan pabrik BIP, Karyadi, Bupati Amin Said Husni dan beberapa jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Bondowoso. (Didit).
 
Bondowoso - Organisasi massa (Ormas) yang tergabung dalam Aliansi OKP Peduli Al-aqsa di Bondowoso menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. Peserta Aksi melakukan longmarch dan orasi mengelilingi alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso seusai melaksanakan sholat Jumat dan doa bersama di Masjid Agung At-Taqwa, Jum'at (28/07).
 
 
Aliansi OKP Peduli Al-aqsa menilai perlakuan tentara Israel terhadap penduduk Palestina telah melanggar hak asasi manusia. Mereka juga mendesak agar pemerintah Republik Indonesia tak tinggal diam untuk mengambil andil dalam menyelesaikan konfik Israel-Palestina.
 
Menurut Kordinator Aksi Achmad Muhyiddin Sobri mengatakan bahwa aksi damai yang Aliansi OKP Peduli Al-aqsa lakukan merupakan bentuk dukungan kepada Palestina atas tindakan sewenang-wenang yang  Israel lakukan. "Aksi ini adalah sebagai dukungan terhadap rakyat Palestina yang sedang mengalami tindakan kesewenang-wenangan Israel," Pungkasnya. 
 
Aksi damai tersebut diikuti oleh KNPI Bondowoso, AMPI Bondowoso, KAHMI Bondowoso, PC GP ANSOR Bondowoso, Pemuda Muhammadiyah Bondowoso, HMI Bondowoso & 4 Komisariat, PMII Cabang Bondowoso, GMNI Cabang Bondowoso, Pagar Nusa Bondowoso, Rijalul Ansor Bondowoso dan KSR Unit STAI At-Taqwa. 
 
Sejumlah simpatisan menyampaikan perkembangan informasi terkini kondisi di Palestina terkait penjagaan ketat Masjid Al Aqsa dan aksi kekerasan tentara Israel kepada umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah. demonstran juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Bondowoso untuk bersama-sama berjuang demi tegaknya perdamaian dunia. (Didit).
Jumat, 28 Juli 2017 18:30

Gateball Rambah Bondowoso

 
Bondowoso - Permainan gateball yang dicetuskan Eiji Suzuki, Jepang sudah merambah kabupaten Bondowoso. Permainan bola dengan menggunakan stik berkepala mirip palu tersebut menurut Ketua persatuan gateball Indonesia (Pergatsi) Jawa Timur merupakan permainan yang sangat menarik dengan melatih konsentrasi.
 
"Gateball ini cocok dimainkan dimana saja dan tidak perlu lapangan yang luas, hanya butuh lapangan dengan ukuran 25X10 M serta tidak butuh pemain yang banyak. Permainan gateball ini dimainkan 4 orang sampai 10 orang saja, dan semua kalangan bisa bermain permainan gateball ini," ungkap Ketua Pergatsi Jawa timur, Wahid Wahyudi, MT usai acara pembentukan Pergatsi Bondowoso, Jumat (28/07).
 
Wahid Wahyudi juga berharap agar olahraga gateball ini terus berkembang di seluruh kabupaten yang ada di Jawa Timur. Selain di lingkungan pemerintahan, olahraga gateball ini juga bisa masyarakat kembangkan ke sekolah-sekolah yang ada di Bondowoso, karena banyak manfaat dari permainan ini," ucapnya.
 
Saat yang sama Asisten 1 Pemkab Bondowoso, Agung Trihandono yang mewakili Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa Pemkab Bondowoso akan mendorong olahraga gateball ini berkembang di Bondowoso. "Kami akan membantu mensosialisasikan untuk melakukan olahraga permainan gateball , agar semua lapisan masyarakat Bondowoso mengenal cabang olahraga (Cabor) gateball, sehingga cepat berkembang di kabupaten Bondowoso,” katanya.
 
Berdasarkan lansiran Pergatsi Depok via Kaskus , gateball merupakan permainan Crocquet (Perancis) yang sudah termodifikasi dan telah menyebar ke 5 benua. Gateball masuk ke Indonesia melalui Bali sekitar tahun 1994 kemudian menyebar ke Depok dan DKI Jakarta, Jawa Tengah (DIY), Jawa Barat, Banten, Bangka Belitung, Jambi, Sulawesi Tengah. (Didit).
Terkait Pengelolaan DD Dan ADD 2017
 
Bondowoso, - Demi meningkatkan penekanan membuat perencanaan dan peruntukan yang benar, keterampilan serta kapasitas pengelolaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD), Pemkab Bondowoso menggelar pembekalan.  Pembekalan terhadap seluruh kepala desa di Kabupaten Bondowoso tersebut terselenggara di Pendopo Bupati Bondowoso, Selasa sore (25/07).
 
Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni dalam sambutannya menyampaikan bahwa DD dan ADD setiap tahun jumlahnya mengalami kenaikan, untuk itu kepala desa harus mengelolanya secara benar. Pengelolaan anggaran secara akuntabel harus kepala desa mulai sejak perencanaan, pelaksanaan, pertanggung-jawaban sampai pada pelaporan, tuturnya. 
 
"Jangan sampai DD dan ADD yang jumlahnya bertambah sampai dua kali lipat, para kepala desa habiskan untuk membuat program yang tidak tepat sasaran. Pengelolaan DD dan ADD secara benar ini harus dimulai dari perencanaan, pengelolaan, pertanggung-jawaban sampai pada pelaporan," jelas Bupati Amin Said Husni. 
 
Dengan anggaran yang fantastis ini, Bupati Bondowoso juga berharap bisa mendorong kemajuan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena Tahun 2017, DD yang yang turun untuk Bondowoso adalah sebesar Rp 176 miliar Rupiah.
 
"Tahun 2018 mendatang, DD dan ADD di Kabupaten Bondowoso akan naik dua kali lipat, sekitar Rp 300 miliar Rupiah. Saya harap dana- dana tersebut dapat mendorong kemajuan perekonomian yang ada di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso," ucapnya.
 
Hal senada juga Asisten 1 Pemkab Bondowoso, Agung Trihandono juga memaparkan bahwa pemerintah desa harus mengacu kepada 5 perbub, dan penekanan dalam membuat perencanaan.
 
"Dalam pemaparan ini kita fokus penekanan membuat perencanaan dan peruntukan yang benar. Dan pemerintah desa harus tahu pada Perbup tentang keamanan  desa, Perbub tentang penggunaan keuangan, Perbup tentang pengadaan barang dan jasa, serta yang terakhir Perbup DD dan ADD,"paparnya.
 
Acara pembekalan terhadap kepala desa se-Kabupaten Bondowoso dihadiri Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Hediansyah Sainardi SIK, PLT Kajari Bondowoso, Asisten 1 Bondowoso, Agung Trihandono, Camat se-Kabupaten Bondowoso serta kepala desa se - Kab. Bondowoso. (Didit).
Bondowoso - Acara Pembukaan Peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo), yang ke - 198 menampilkan drama kolosal babat Bondowoso yang diselenggarakan di Alun - Alun RBA Bondowoso, Rabu malam (19/07). Khotib Hasan mengaku puas menyaksikan drama kolosal, menurutnya tontonan tersebut juga menambah pengetahuan tentang sejarah Bondowoso.
 
Dalam drama tersebut diceritakan Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo yang besar di Besuki di bawah didikan Ki Pate Alos diberi amanat agar wilayah kekuasaannya diperluas ke daerah selatan, daerah Bondowoso.
 
Drama kolosal yang diperankan mayoritas pelajar dari SD, SMP dan SMA, diceritakan pula penguasa Besuki waktu itu, Raden Ario Prawiroadiningrat status Kademangan ditingkatkan jadi wilayah lepas dari Besuki dengan status Keranggan Bondowoso.
 
Raden Ario juga mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno (sebutan lain Ki Ronggo) menjadi penguasa wilayah dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, serta dengan predikat Ronggo I.
 
Peristiwa ini tercatat dalam sejarah terjadi pada hari Selasa Kliwon, 25 Syawal 1234 Hijriyah atau 17 Agustus 1819, peristiwa itu kemudian dijadikan eksistensi formal Bondowoso sebagai wilayah kekuasaan mandiri di bawah otoritas kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso. Wilayah tersebut meliputi wilayah Bondowoso dan Jember.
 
Dikisahkan pula dalam drama ini adanya peperang an dengan pemberontak Ario Gledak yang sebelumnya Negeri Puger sudah diporak-porandakan. Pemberontak Ario Gledek berhasil ditumpas dan rencana penyerangan terhadap Besuki pun berhasil digagalkan.   
 
Selain drama kolosal ditampilkan pula kesenian tradisional asli Bondowoso yaitu Singo Ulung dan seribu Ojhung.
 
Setelah drama kolosal dan tarian kesenian tradisional, Bupati Amin Said Husni menerima replika tongkat kebesaran yang Ki Ronggo gunakan selama memimpin Bondowoso. ( Didit ).