EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224699
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
129
819
5139
211697
18331
26664
224699

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:48
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bondowoso

Jumat, 21 Juli 2017 12:37

Kirab Budaya Harjabo Ke 198

Bondowoso, - Dalam rangkaian pelaksanaan acara Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke 198, diawali dan dirayakan dengan acara kirab budaya dan berziarah ke Astana R Bagus Asra Kertonegoro Kironggo Bondowoso, Rabu (19/07).
 
Kirab budaya dimulai dari Pendopo Kabupaten Bondowoso dengan prosesi naik kereta kuda dan diiringi drumband.
 
Kirab budaya diikuti oleh Bupati Bondowoso Drs H Amin Husni beserta Istri, Wakil Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bondowoso, Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK SH serta Forpimda Bondowoso.
 
Kirab menuju ke Astana Raden Bagus Asra Kertonegoro Ki Ronggo, yang berada di kelurahan Sekarputih kecamatan Tegalampel.
 
Rombongan kirab disambut perwakilan dari keluarga RBA Ki Ronggo kemudian dilanjutkan dengan nyekar. (Didit).
Bondowoso, - Bupati Bondowoso, Drs Amin Said Husni kukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bondowoso, Selasa (18/07) di Pendopo Bupati Bondowoso. FPK merupakan  wadah perwakilan dari berbagai agama, suku dan etnis sebanyak di Kabupaten Bondowoso yang saat ini terdiri dari 24 orang sebagai pengurusnya. 
 
Bupati Bondowoso Drs. Amin Said Husni dalam acara tersebut menyampaikan kepada FPK agar senantiasa berusaha dan menjaga demi terciptanya  keharmonisan di tengah-tengah masyarakat. hal Ini semua tidak lepas dari komitmen dan tekad semua pihak untuk terus menjaga harmoni sosial, menjaga hubungan dan kerukunan antar golongan.
 
“Selama saya memimpin Bondowoso, tidak pernah melihat konflik horizontal atau konflik sosial yang bersifat suku, agama ras dan antar golongan (SARA) atau yang terpicu oleh isu-isu SARA tadi," ucap bupati.
 
Bupati juga berharap agar masyarakat juga tidak boleh lengah dengan isu-isu SARA yang bisa terjadi setiap saat yang satu diantaranya dipicu media sosial semacamnya. Yang terbaru kata bupati, pemerintah pusat telah blokir telegram karena diduga dijadikan media pelaku radikalisme untuk penyebaran ajaran yang kurang baik.
 
“Media sosial itu ibarat pedang bermata dua, satu sisi bisa bermanfaat sebagai media silaturrahim dan memudahkan aktifitas kita, dan juga bisa oknum  gunakan untuk mengadu domba,” ucapnya.
 
Ketua FPK Kabupaten Bondowoso, Sonic Pranoto menyampaikan, jika ia akan terus bertekad untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
 
“Saya menerima pesan bupati tadi bahwa ketimpangan sosial bisa terjadi di mana-mana, termasuk di pelosok desa. Untuk itu kami bertekad turun ke lapangan demi menjaga dan menangkal radikalisme,” katanya. ( Didit ).
 
Bondowoso - Bondowoso yang kaya kekayaan alamnya akan dimanfaatkan oleh beberapa desa di Bondowoso. Salah satunya​ desa Kupang kecamatan Curahdami yang akan mengembangkan salah satu obyek wisata alamnya.
 
Bukit Mahadewa, salah satu Destinasi yang akan buat menjadi objek wisata menarik  yang ada di Bondowoso, Bukit yang mempunyai 1000 Meter dari permukaan laut (MDPL) memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan.
 
Bukit Mahadewa, yang sangat menakjubkan keindahan alamnya dan ketika mata memandang ke sebelah timur maka akan terlihat Kota Bondowoso seperti melihat bintang-bintang, sedang kesebelah selatan kita akan melihat Gunung Raung, sedangkan sebelah barat dan Utara akan melihat Tebing tinggi dan indahnya pohon Pinus.
 
Menurut Kepala Desa Kupang, Abd Fatah SPd.i saat awak media menemui di lokasi Bukit Mahadewa mengatakan bahwa Bukit Mahadewa akan ia kembangkan dan ia sulap menjadi objek wisata unggulan di Bondowoso.
 
"Di obyek wisata Bukit Mahadewa kita akan membuat kolam renang, tepatnya di bawah bukit. Kita juga akan bangun  flying fox dari atas Bukit Mahadewa sepanjang 2 KM yang kita gadang-gadang akan menjadi flying fox terpanjang di Indonesia," ungkapnya, Minggu (16/07).
 
Lanjut Fatah, sarana penunjang ​lainnya akan ia rencanakan untuk pembangunan sekitar Bukit Mahadewa. Upaya ini untuk terus memanjakan para pengunjung saat berkunjung ke Bukit Mahadewa, ucapnya.
 
"Kedepan kita berencana kalau sudah menjadi tempat wisata yang layak. Disini juga akan dibangun homestay, tempat istirahat sementara para pengunjung agar tetap fresh," imbuhnya.
 
Fatah berharap dalam pengembangan objek wisata Bukit Mahadewa ini ada dukungan beberapa pihak agar obyek wisata tersebut bisa terkelola secara maksimal.
 "Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga  (Disparpora) sangat kami butuhkan dukungannya agar tempat ini tidak hanya menjadi sebuah nama saja, melainkan benar-benar menjadi tempat wisata yang sangat layak wisatawan kunjungi," tuturnya. (Didit).
 
Bondowoso - Untuk memberi pelayanan maksimal terhadap rakyatnya, Bupati Bondowoso melantik 226 pejabat baru di pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (13/07). Adapun ke 226 pejabat baru tersebut untuk menempati posisi di bidang dinas pendidikan dan dinas kesehatan.
 
"Bidang pendidikan dan bidang kesehatan merupakan bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Disini ada harapan dan tuntutan untuk dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi dalam memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,” tutur Bupati Bondowoso, Amin Said Husni.
 
Dijelaskan pula oleh bupati bahwa masih banyak yang harus dituntaskan di Kabupaten Bondowoso, tidak hanya yang harus dikerjakan namun kritikan untuk dua bidang ini juga perlu dibenahi. 
 
“Dengan adanya kritikan kita harus berbenah diri, dan kita harus memaknainya sebagai sebuah pengharapan yang harus pelayan masyarakat lakukan. " Sudah seharusnya kita melakukan intropeksi diri terus-menerus untuk memberikan perbaikan pelayanan sebaik-baiknya,” jelas Bupati Amin.
 
Berdasarkan data terhimpun, adapun 226 pejabat terlantik terdiri dari 193 kepala sekolah, 4 pengawas sekolah, 26 guru fungsional serta 3 bidan fungsional. Untuk 193 kepala sekolah terbagi atas 58 kepala sekolah yang baru promosi dan 135 kepala sekolah yang dimutasi.
 
Khusus untuk guru dan bidan fungsional ini memang harus dilantik lagi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. (Didit).
 
Bondowoso - Untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa di wilayah Kabupaten Bondowoso, Pemkab Bondowoso meresmikan aplikasi sistem administrasi dan informasi desa (SAID) di pendopo Bupati, Senin (10/07). Aplikasi yang di launching staf ahli Menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (Mendes PDT) RI dianggap penting oleh 
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, pasalnya dengan aplikasi SAID data - data penting nantinya dapat dikelola dengan mudah oleh perangkat desa. "Selain mengelola data dengan mudah, perangkat desa dapat mempertanggungjawabkan data - data tersebut dan yang terpenting kedepan dapat merubah keadaan desa lebih baik lagi," ungkap Sekda Bondowoso, Hidayat, Senin (10/07).
 
 
Sekda Bondowoso juga menyampaikan, dengan aplikasi SAID pemerintah desa kedepan bisa menggali sumber daya desa dan meningkatkan pelayanan desa. "Aplikasi SAID ini merupakan inovasi yang sangat penting untuk pemerintah desa terapkan, karena perangkat desa dapat mengelola data-data penting dengan mudah," jelasnya.
 
Sementara itu Staf Ahli  Mendes PDT bidang 44 Pembangunan dan Kemasyarakatan, Ir Ansar Husain, berharap SAID dapat menjadi formula untuk memecahkan masalah yang terjadi di desa."Sebab angka kemiskinan di desa jumlahnya lebih besar daripada di kota," terangnya.
 
Lanjut Ansar Husain, dengan aplikasi SAID pemerintah desa dapat memaksimalkan potensi yang ada di desa. Mulai dari menurunkan angka kemiskinan hingga untuk memberdayakan masyarakat desa, ucapnya.
 
"Saya harap masyarakat desa bisa segera merasakan
aplikasi SAID ini," tuturnya.  
 
Berdasarkan data terhimpun, launching aplikasi SAID dihadiri Rektor Universitas Jember (Unej) Mohammad Hasan, Kepala Bappeda Bondowoso, Matsakur, serta perwakilan KOMPAK Jakarta dan jajaran SKPD Bondowoso.( Didit).

 

Bondowoso - Lantunan ayat suci Al qur'an menggema di dalam Lapas Klas II B Bondowoso, satu - persatu warga binaan menyelesaikan bacaan ayat suci Al qur'an. Wajah mereka tampak terlihat ceria penuh semangat karena telah mengkhatamkan Al qur' an sebanyak 3 kali.

"Kami  bersyukur karena Allah swt masih memberi kesempatan hidup kepada saya untuk bertobat dalam menata kehidupan yang lebih baik lagi.  Di sini saya banyak bertafakur dan mengkhatamkan Al qur'an sebanyak 3 kali, " tutur salah satu warga binaan kasus  kriminal yang terkena vonis 3 tahun.
 
Kegiatan khataman Al qur'an  merupakan program pembinaan mental spritual bagi warga binaan. Kalapas II B Bondowoso berharap dengan adanya semangat Ramadan dengan bertilawah Al qur'an membawa dampak positif bagi perubahan mental perilaku warga binaan, sehingga setelah bebas nanti, kegiatan ini menjadi pegangan hidup bagi warga binaan untuk tidak terjerumus melanggar hukum kembali.
 
"Saya berkeyakinan apabila Al qur'an mereka jadikan pedoman hidup bagi setiap orang, dalam hal ini warga binaan beragama Islam, maka InsyaaAllah hidupnya akan terjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Sehingga mereka tidak gampang berbuat kriminal atau melanggar hukum apabila menghadapi permasalahan dalam hidupnya," kata Ade Kusmanto, selaku Kalapas Klas II B Bondowoso, Sabtu (24/06).
 
Diakhir acara khataman ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama warga binaan yang khatam Al qur'an. (Didit).
 
Bondowoso - Pemkab Bondowoso menggelar Bazar Ramadan 1438 H dan Pasar murah yang di Alun - Alun RBA Kironggo Bondowoso Untuk membantu masyarakat Bondowoso khususnya, dan mengantisipasi lonjakan harga barang menjelang lebaran. Pasar murah dan Bazar Ramadan digelar selama dua hari mulai Senin.19 - 20 Juni 2017. Dan dimulai Jam 8 pagi hingga jam 12 siang.
 
Dalam acara Bazar Ramadan Sekretaris Daerah (SEKDA) Hidayat menyampaikan, tujuan dari pasar murah dan bazar Ramadan ini guna mengantisipasi lonjakan harga barang khususnya Sembako menjelang hari raya Idul Fitri dan membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok yang masyarakat butuhkan dengan harga terjangkau akan tetapi setiap warga kita batasi pembeliannya. Setiap pembeli kami batasi dalam pembelian bahan pokok, karena sembako bazar Ramadan untuk pemenuhan kebutuhan pokok menjelang lebaran, bukan untuk kita perjual belikan,” tuturnya.
 
Dikatakan oleh Hidayat, bahan pokok dan kebutuhan yang dijual - belikan untuk masing - masing pembeli berupa beras 5 Kg, Gula pasir 3 Kg, Minyak goreng 1Liter, Tepung 1 Kg, Bawang Putih dan bawang Merah masing masing 1 Kg, Telor 1 Kg dan Ayam 1 Kg. Dalam bazar Ramadan kita juga menjual segala macam kue termasuk kripik dan lainnya, terangnya.
 
"Bazar murah menjelang lebaran merupakan calender event pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan menyemarakkan suasana lebaran," pungkasnya. (Didit).
 
Bondowoso - Bupati Bondowoso bersama karyawan karyawati PDAM kabupaten Bondowoso berbagi bersama Anak yatim dan kaum dhuafa berupa santunan kepada 200 anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang terselenggarakan di kantor PDAM Bondowoso, Senin malam (19/06).
 
Menurut Wakil Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa PDAM Bondowoso melakukan sedekah kepada yang membutuhkan itu merupakan hal yang sangat bagus, begitupula kinerja PDAM yang kian hari kian baik. Hal ini ditandai dengan terpilihnya salah satu karyawan PDAM Bondowoso sebagai karyawan teladan nasional.
 
"Kita akan terus mendorong PDAM untuk giat melakukan shodaqoh dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan," tutur Wakil Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, saat menyampaikan sambutan. 
 
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Mulyadi menyampaikan hal senada, menurutnya kegiatan santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa sudah menjadi agenda tahunan dan dana sumbangan berasal dari karyawan, juga kerjasama PDAM dengan Lazis NU dan Bank Mandiri Bondowoso.
 Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini ada sekitar 200 anak yatim dan dhuafa yang kami berikan santunan," pungkasnya.
 
Seusai acara langsung buka puasa bersama, dan tampak hadir Hadir dalam acara tersebut PCNU Bondowoso, Dewan Pengawas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan. ( Didit ).
 
Bondowoso - Dalam rangka antisipasi gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) di bulan suci Ramadan dan menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H, Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi SIK, SH. mengunjungi Lapas klas IIB Bondowoso, Senin (19/06). Kunjungan Taufik Herdiansyah kali ini merupakan kunjungan pertama kalinya sejak ia terlantik menjadi Kapolres Bondowoso, kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama,  sinergitas dan koordinasi antara sesama instansi penegak hukum.
 
Dalam kunjungannya Kapolres Bondowoso AKBP Taufiq memantau langsung kondisi keamanan Lapas Klas II B Bondowoso untuk memastikan kondisi keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
 
"Kunjungan kami ke Lapas untuk menjalin sinergitas dalam bekerja mewujudkan Bondowoso kota yang aman dan damai termasuk Lapas yg menjadi wilayah Kamtib Polres Bondowoso," tutur Kapolres Bondowoso, Taufik Herdiansyah Zaenardi SIK, SH.
 
Pada kesempatan yang sama Kalapas klas IIB Bondowoso, Ade Kusmanto mengatakan bahwa kunjungan Kapolres Bondowoso sebagai wujud jalinan kerjasama yg baik antara pihak Lapas dengan Polres.
 
"Kepolisian dan Lapas bagai dua mata uang yg tidak dapat terpisahkan antara satu dengan lainnya. Pihak Lapas membutuhkan kepolisian dalam rangka pengamanan dan pengawalan, sebaliknya pihak kepolisian membutuhkan Lapas untuk menitipkan tahanannya," pungkas Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto Amd IPSH MH.
 
Setelah melihat kondisi Lapas Kapolres berjanji akan mengirimkan personil untuk membantu pengamanan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1438 H .
 
Dalam pantauan saat ini, Lapas Klas II B Bondowoso dalam kondisi aman dan kondusif, meskipun sudah over kapasitas. Saat ini Lapas Bondowoso dihuni 360 orang warga binaan sementara daya tampungnya hanya 200 orang. (Didit).
 
Bondowoso - Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan buka puasa bersama dengan kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim dan Kalapas yang ada di wilayah Jember, Situbondo, Banyuwangi, juga para undangan, Kamis malam (15/06).
 
Menurut Kepala Lapas Klas llB Bondowoso, Ade Kusmanto, buka puasa bersama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian, selain menjalin tali silaturahmi antar instansi naungan Kemenkumham dan warga binaan, kunjungan kali ini juga untuk memantau langsung keadaan di Lapas Klas IIB Bondowoso menjelang hari raya Idul Fitri.
 
"Biasanya di bulan Ramadan dan hari raya, tempat tahanan Lapas selalu penuh karena adanya titipan dari Polres dan kejaksaan. Agenda hari ini sekaligus untuk mengontrol." tutur Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto.
 
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Harun Sulianto menyampaikan kalau Lapas Klas llB Bondowoso aman terkendali dan berjalan dengan baik.

"Untuk Lapas Klas llB Bondowoso penghuninya dapat bertoleransi juga mengenai Lapas - Lapas yang ada di Jawa Timur sebagian besar baik karena Kalapas-nya di daerah ini sudah berpengalaman. Kalapas yang ada di Jatim sudah memiliki jam terbang yang sudah tinggi," katanya.

Harun Sulianto juga menambahkan, mengenai Lapas yang terjelek di Jawa Timur, ia mengatakan jika di Jatim hampir tidak ada Lapas yang jelek, tuturnya. (Didit).