EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224698
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
128
819
5138
211697
18330
26664
224698

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:48
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bondowoso

 
Bondowoso - Suara ledakan yang terjadi di Mako Subden 3 Den B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, Bondowoso, yang menggegerkan warga, Senin (12/06) merupakan ledakan bahan peledak bubuk petasan yang Polres Bondowoso sita beberapa hari lalu. 
 
Menurut Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zienardi SIK SH, sesuai dengan Peraturan Kapolri nomor 11 tahun 2010 mengenai Standar Operational Prosedur (SOP) pemusnahan bahan peledak itu kita serahkan kepada yang berwenang, dalam hal ini Kompi 3 Batalyon B Brimob Polda Jatim di Bondowoso, ucapnya.
 
"Suara ledakan itu merupakan serangkaian pemusnahan bahan peledak, yang bertujuan agar bahan peledak tidak berguna lagi. Yang kita musnahkan baru sekitar 30 Kg, dengan dua kali tahapan. Sesuai SOP, pemusnahan bahan peledak tersebut tidak boleh sekaligus, namun harus bertahap, karena jumlah totalnya 160 Kg, terangnya.
 
Kapolres menambahkan, ledakan tersebut menyebabkan bunyi dan getaran hingga radius ratusan Meter sampai mengakibatkan kaca dan rumah warga pecah. Ia juga mengaku beruntung karena beberapa hari lalu bisa mengungkap bahan peledak petasan tersebut, dia pun tidak bisa membayangkan seandainya meledak di rumah tersangka yang diringkus petugas waktu itu, tuturnya.
 
"Bisa kita bayangkan kalau bahan peledak tersebut meledak di Kelurahan Nangkaan. Dampak mengenai rumah warga yang kacanya hancur biar jadi tanggung jawab saya saja, tadi saya sudah lihat beberapa rumah yang terkena dampak ledakan," jelas Kapolres.
 
Kapolres juga menyampaikan jika kejadian kemarin tidak ada korban jiwa sama sekali, Bahkan petugas yang melakukan serangkaian disposal tadi tampak sehat. (Didit).
 
Bondowoso, -  Jalan Raya Situbondo 182 A Tenggarang Bondowoso digegerkan oleh suara ledakan dari dalam Mako Subden 3 Den B Pelopor Satbrimob Polda Jatim ( Bondowoso). Senin (12/6/17). 
 
Bukan cuma warga sekitar, suara ledakan yang terjadi sekitar pukul 12.00 ini, juga sempat bikin macet pengguna jalan yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.
 
Menurut Suprianto, salah satu warga sekitar menyampaikan, ledakan tersebut terasa hingga radius dua ratus Meter,  Bahkan kaca rumah beberapa warga di sekitar markas Brimob tampak pecah akibat getaran tersebut. Dengan adanya suara ledakan yang terjadi ini, kaca - kaca  rumah yang dekat Markas Brimob banyak yang pecah, terangnya.
 
Selang beberapa menit kemudian jajaran Polres Bondowoso tampak hadir untuk meninjau lokasi kejadian dan untuk memastikan penyebab ledakan. 
 
Selain itu, Pantauan Lensarakyat.com, setidaknya ada dua korban yang saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. (Didit).
 
Bondowoso, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI dan AKB), melalui program Stop Berduka. Senin (12/06) di aula Sabhabina.
 
Sekretaris Daerah (Sekda), Drs H Hidayat MSi, dalam hal ini menyampaikan, agar masyarakat di Bondowoso untuk bersama-sama mencegah meningkatnya angka kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), sebab saat ini AKI/AKB tertinggi yang ada di tiga kecamatan nantinya akan kita jadikan pilot project dalam upaya menekan angka kematian Ibu dan anak, kita juga akan kerjasama antara dukun beranak dan tenaga kesehatan, tuturnya.
 
"Kami harap angka kematian ibu dan bayi di Bondowoso bisa kita minimalisir dengan memadukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan non OPD, agar ada penurunan AKI/AKB. Fokus kita nanti akan melaksanakan sosialisasi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Botolinggo, Sukosari, dan Sumber Wringin, untuk bermitra dengan bidan dan tenaga kesehatan di masing-masing kecamatan," lanjutnya.
 
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Muhammad Imron memerintahkan semua Puskesmas agar melakukan rapat koordinasi dengan jajarannya. Secepatnya program ini bisa terealisasi di masing-masing​ kecamatan, ucapnya.
 
"Nantinya kami akan berikan reward kepada Dukun Beranak yang mau membantu​ dan bekerjasam menekan AKI/AKB," pungkasnya.
 
Acara sosialisasi Perbub No 25 tahun 2017 ini dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Tim Stop Berduka. (Didit).
 
Bondowoso, - Jajaran Polres Bondowoso kembali mengamankan Barang Bukti (BB) bubuk mercon seberat 160 Kg dan ratusan selongsong mercon berbagai ukuran. Menurut Kapolres Bondowoso, pengungkapan kepemilikan bubuk mercon ini berawal dari informasi masyarakat. 

"Dalam pengiriman bubuk mercon, pelaku mengelabui petugas dengan membungkus bubuk mercon dengan kantong semen sebanyak 20 sak, sehingga mirip dengan kemasan semen. Namun, berkat informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman bubuk mercon dari pasuruan, petugas langsung melakukan penangkapan di perumahanan Nangkaan. Sekitar 160 Kg bubuk mercon dan ratusan selongsong mercon berbagai ukuran dari tangan tersangka, yakni Made Ade Sumardi dan Sukardi warga Desa Curahdami, langsung kita amankan, ungkap Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi SIK SH saat Press Release di Mapolres Bondowoso, Jumat (09/06).

Kapolres juga mengatakan jika bubuk mercon tersebut menurut tersangka, mereka jual dengan harga 120 ribu Rupiah per Kg. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata pelaku masih ada hubungan saudara dengan pelaku yang tewas pada tahun 2014 lalu di Kota Kulon gang Malabar.  Kasus kepemilikan bubuk mercon atau bahan peledak identik dengan teroris, sebab teroris dalam merakit bom, bahannya adalah bubuk mercon seperti ini, sehingga dua tersangka terancam hukuman yang berat, terangnya.

“Pengungkapan bahan peledak di Bondowoso ini yang paling besar di Jawa Timur, karena transaksinya merupakan partai besar yang sudah berjalan sejak lama. Maka dari itu tersangka kita kenakan dengan Pasal 1, UU darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," lanjutnya. (Didit).

 
Bondowoso -  Kapolres Bondowoso, meminta partisipasi masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat lebaran. Karena peran masyarakat sangat membantu jajaran kepolisian dalam menanggulangi tindak kejahatan.
 
Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi SIK SH setelah usai mengadakan acara dialog interaktif di Radio Mahardhika FM Bondowoso, Kamis (08/06) menyampaikan, kasus yang berhasil Polres Bondowoso ungkap selama10 hari (mulai 23/05 hingga 03/06) dalam operasi Penyakit masyarakat (Pekat) memberikan gambaran bahwa tingkat kejahatan di Kabupaten Bondowoso cukup tinggi. Kita semua harus menjaga dan antisipasi agar kasus - kasus yang kita ungkap ini tidak terjadi lagi, tuturnya.
 
Mengenai tindak kejahatan yang sering terjadi di Bondowoso, Kapolres menghimbau masyarakat yang mengetahui ada kejahatan hendaknya cepat melapor ke pihak yang berwajib, baik itu melalui Babinsa atau Kantor Polsek setempat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya salah tangkap atau main hakim sendiri, terangnya.
 
“Mengenai keamanan saya sudah  mengumpulkan anggota agar rutin menyambangi daerah - daerah rawan tindak kejahatan. Saya harap dengan upaya preventif ini, orang yang awalnya punya niat untuk berbuat tidak baik, akan mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang tidak baik,” katanya.
 
Dalam rangka pengamanan menjelang hari raya, operasi Pekat juga akan melibatkan personel gabungan dari berbagai elemen, seperti Dinas Perhubungan, TNI, Satpol PP serta Pramuka. Kemudian personil gabungan tersebut akan kita tempatkan di beberapa titik rawan, pungkasnya. (Didit).
 
Bondowoso -  Kali ini petugas melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap makanan dan minuman (Mamin) pada bulan suci Ramadan fokus pada makanan yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa dan tanggal produksi.
 
Petugas gabungan dari Kepolisian, Dinas Kesehatan Bondowoso, Selasa (06/06), Sidak ke toko - toko dan supermarket dengan sasaran utama Mamin kadaluarsa yang hendak oknum pasarkan menjelang lebaran, yaitu di Pasar Wonosari hingga Pasar Cermee.
 
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, H Imron mengatakan jika jajarannya bersama jajaran Polres Bondowoso akan menggelar razia secara bergilir selama tiga hari.
 
“Kegiatan razia ini merupakan kegiatan rutin dalam bulan suci Ramadan dan menjelang lebaran. Adapun Sidak bertujuan untuk melihat agar semua produk yang toko atau produsen jual bisa memberikan keamanan kepada pembeli dengan melihat dari beberapa aspek," ucapnya.
 
H Imron juga menerangkan, pertama apakah produk - produk yang selama ini jual sudah kadaluarsa atau belum?.  Begitupula terkait kemasan produk yang mereka pasarkan, sudah sesuai standart atau tidak sesuai, serta terkait  ijin edar dan lain - lain, paparnya.
 
H.Imron berharap agar masyarakat bersinergi melaporkan kepada Puskesmas masing masing kecamatan dan Polsek setempat jika ada kemasan makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa, pungkasnya. (Didit).
 
Bondowoso - Guna memperketat pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif Salah satu upaya untuk Pengamanan, Polres Bondowoso melaksanakan kegiatan patroli skala besar di wilayah hukum Polres Bondowoso.
 
Kegiatan apel dalam rangka patroli sekala besar yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK SH yang diselenggarakan di Alun - Alun RBA Kironggo Bondowoso, Sabtu malam (03/06). Dalam apel sambutannya, Kapolres Bondowoso menyampaikan terimakasih kepada anggota Kepolisian baik dari Polsek jajaran dan Polres Bondowoso yang telah hadir untuk melaksanakan apel dalam rangka Patroli skala besar.
 
”Kita melaksanakan patroli untuk Show of force kepada masyarakat, dan menekan tindak kriminalitas," Pungkas Kapolres Bondowoso.
 
Kegiatan apel dalam rangka Patroli skala besar ditutup dengan doa, selanjutnya puluhan personel Polres Bondowoso yang terbagi beberapa rayon langsung menuju daerah rawan Kamtibmas untuk lakukan giat operasi. (Didit).
 
Bondowoso - Jumat (02/06), Pemkab Bondowoso  menggelar seminar nasional dengan menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Dewan Reset Daerah (DRD) RI, Muhammad Hanif Dhakiri Msi, di hotel Ijen View, Jalan Kismangun Sarkoro No.888 Tamansari. Dalam seminar tersebut, Bupati Bondowoso berharap dengan adanya acara seminar, masalah ketenagakerjaan dan menciptakan tenaga kerja yang handal di Bondowoso bisa teratasi.
 
"Harapan saya dengan adanya seminar ini bisa memunculkan ide dan pikiran, untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan sekaligus menciptakan tenaga kerja yang handal di Kabupaten Bondowoso. Poros ekonomi masyarakat Bondowoso saat ini masih pada  perkebunan dan pertanian, penyerapan tenaga kerja sekaligus berkurangnya angka pengangguran di Bondowoso bisa dipacu lewat sektor perkebunan dan pertanian," ucap Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni dalam sambutan seminar yang juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Ahmad Dhafir, Kepala Bapeda Matsakur, Kepala Sekolah SMA/SMK, HIPMI, dan segenap SKPD Kabupaten Bondowoso.
 
Bupati Bondowoso juga mengatakan jika sektor perkebunan kopi saat ini berkembang dan menjadi unggulan ekspor Bondowoso, Dengan berkembangnya kopi Bondowoso ini, ia memastikan jika kedepannya bisa meningkatkan serapan tenaga kerja lebih besar sehingga bisa menekan angka pengangguran di Kabupaten Bondowoso," tuturnya.
 
Lanjut Bupati, industri kopi yang berkembang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sebab sektor ini sangat membutuhkan tenaga manusia. Seperti pada proses pemetikan buah kopi hingga proses sortir kopi yang harus dilakukan secara manual oleh tenaga manusia. Selain itu, perkembangan sektor perkebunan dan pertanian memacu pekembangan industri perdagangan atau bisnis di Bondowoso, paparnya.
 
"Kita juga akan berupaya memacu perdagangan di Bondowoso bukan hanya di hulu saja, di hilir pun akan kita pacu juga, yang nanti  orientasinya pada peningkatan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso. Saat ini sudah muncul adanya pengolahan kopi, ini merupakan bukti dari dampak perkembangan kopi di Bondowoso," pungkas Bupati Bondowoso. (Didit).
 
Bondowoso - Jajaran Pemkab di Jawa Timur mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, begitupula Pemkab Bondowoso melakukan hal serupa di halaman Pemkab Bondowoso, Jalan Letnan Amir Kusman, Kamis (01/06). Dalam upacara Hari Lahir Pancasila, Sekda Kabupaten Bondowoso dalam pidatonya berpesan untuk meneguhkan komitmen dalam mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai - nilai luhur Pancasila.
 
"Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses rumusan Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945. Jadi harus kita ingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir tuhan untuk kita adalah keberagaman," ungkap Sekda Kabupaten Bondowoso, Drs. Hidayat M.Si.
 
Sekda Bondowoso juga menyampaikan jika kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini sedang mengalami tantangan. Saat ini ada sikap tidak toleran oleh oknum dengan mengusung ideologi selain Pancasila, kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang terhanyut oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, jelasnya.
 
Lanjut Sekda Bondowoso, dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Namun kita harus tetap waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila, tuturnya.
 
"Sekali lagi, mari kita jaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling bahu - membahu untuk kepentingan bangsa," pungkasnya. 
 
Selain jajaran Pemkab Bondowoso beserta OPD, terlihat juga Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso, Annas Mustaqim SH M.Hum, Kabag Ops Polres Bondowoso, Kompol Faruk, Danramil 0822 / 07, Kapten Inf Agus Suci, Dankima Yonif 514 Raider, Kapten Inf Moch Ridho, begitu seksama dalam mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini. Kita Indonesia, kita Pancasila, semua anda Indonesia semua anda Pancasila, saya Indonesia saya Pancasila, ucap peserta upacara diakhir upacara. (Didit).
Bondowoso - Peringatan hari lahirnya Pancasila yang diikuti jajaran Lapas Bondowoso dan warga binaan di Lapas Klas II B Bondowoso berjalan khidmat, Kamis (01/06). Menurut Kalapas Bondowoso, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, nilai -nilai luhur Pancasila harus kita dalami, hayati dan amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
 
"Ini baru pertama kali dan bukti komitmen kami sebagai warga negara Indonesia yang baik untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seluruh instansi pemerintah dan instansi penegak hukum hari ini serentak memperingati Harlah Pancasila, sebagaimana tertuang dalam Kepres No. 24 Tahun 2014 tentang Hari Lahir Pancasila," ungkap Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto. 
 
Kalapas Bondowoso juga mengatakan jika pertimbangan untuk mengadakan peringatan hari lahir Pancasila, karena Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara RI. Semua warga negara Indonesia harus mengetahui asal usul bangsa Indonesia ini, termasuk warga binaan Lapas Bondowoso yang sedang menjalani hukuman, agar mereka tidak terjerumus kepada faham radikalisme anti keberagaman, terangnya.
 
Kalapas Bondowoso menambahkan, menurut presiden Jokowi, kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir tuhan untuk bangsa Indonesia adalah keberagaman.
 
Sebelum upacara berakhir, seluruh peserta upacara di Lapas Bondowoso, secara serentak mengucapkan," Saya Indonesia, saya Pancasila.". (Didit).