EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224701
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
131
819
5141
211697
18333
26664
224701

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bondowoso

Bondowoso - Tahun ini Lapas Bondowoso mengadakan beberapa rangkaian acara terkait peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53, beragam kegiatan Lapas Bondowoso tampilkan. 
Dari awal bulan April, seperti kegiatan seperti Pekan Olah Raga antar warga binaan, baik yg tradisional seperti tarik tambang, olah raga futsal, senam bersama, kegiatan pemeriksan kesehatan warga binaan gratis, serta puncaknya penyelenggaraan Fun Bike Enduro yang mendapatkan dukungan penuh dari BRI cabang Bondowoso.
 
"Atas nama keluarga besar Lapas Bondowoso, saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi Bank BRI cabang Bondowoso. Ia berharap jalinan kemitraan yang saling menguntungkan akan terus berlanjut sampai ke bidang pembinaan narapidana melalui program kemandirian dengan mengajak mitra usaha BRI," paparnya.
 
Ade juga menambahkan, BRI Bondowoso melalui CSR nya berjanji membantu memberikan CCTV sebagai alat bantu memonitor situasi Kamtib di Lapas," ucapnya. 
 
Dalam suasana gembira penuh keceriaan dan keakraban, mereka tampakkan dalam kegiatan Gowes Fun Enduro, Minggu (07/05)  (Didit).
Minggu, 07 Mei 2017 22:25

Lapas Bondowoso Gelar Fun Bike Enduro

Bondowoso - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bondowoso menggelar Fun Bike Enduro, yang bekerja sama dengan BRI Cabang Bondowoso, Minggu (07/05). acara tersebut dihadiri Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, Kapolres Bondowoso, Afrisal, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Sudrajat, Sekretaris Daerah Bondowoso, Hidayat dan seluruh jajaran Pemerintahan Daerah Bondowoso.
 
Dalam acara tersebut Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto mengatakan bahwa gelaran Fun Bike Enduro sebagai pembuktian bahwa Lapas Bondowoso masih dapat melaksanakan kegiatan yang positif dan membangun.
 
Kalapas juga menyampaikan jika beberapa hari yang lalu terjadi kerusuhan di Rutan Klas IIB Pekanbaru yang diakibatkan over daya tampung Lapas atau Rutan, sehingga ratusan penghuninya kabur. Fun Bike Enduro merupakan rangkaian acara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-53, kami harap masyarakat  akan memahami serta tidak mudah memberi stigma negatif  kepada Lapas manapun, jelasnya.
 
"Lapas Bondowoso meskipun sudah termasuk over capacity, bila ditinjau dari kondisi bangunan, sarana dan prasarananya, Lapas Bondowoso saat ini alhamdulillah masih tergolong aman dan kondusif. Disamping itu, kegiatan  Fun Bike Enduro bisa menjadi wadah masyarakat pecinta olah raga sepeda kayuh, bersepada sambil menikmati indahnya pemandangan alam Bondowoso," pungkasnya.  (Didit).
Bondowoso - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) menggelar dialog pendidikan dan musyawarah pimpinan PMII cabang Bondowoso, Sabtu (06/05). Acara yang terselenggara di Ponpes Darul Ulum, Desa Maskuning Kulon Kecamatan Pujer dihadiri assisten 3 Pemkab Bondowoso selaku perwakilan  Bupati.
 
"Anggota PMII Bondowoso harus bisa menjadi agent of development dan peran intelektual, karena pemuda merupakan lokomotif penggerak pembangunan. Sinergitas antara para pemuda dengan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat sangatlah penting, sehingga pembangunan di Bondowoso bisa tercapai, dan Kabupaten Bondowoso bisa sejajar dengan daerah lain," ungkap Asisten 3 Pemkab Bondowoso, Drs Sigit Purnomo  saat memberikan sambutan. (Didit).
Bondowoso - Minggu (07/05)  Lapas Bondowoso akan menyelenggarakan Resik  Gowes Fun Bike Enduro. Acara yang bekerjasama dengan Bank BRI cabang Bondowoso ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke - 53.
 
"Agenda Resik Gowes Fun Bike Enduro ini kita laksanakan setelah acara apel siaga, kegiatan bhakti  sosial dan olah-raga bersama petugas, para narapidana, tahanan serta pegawai BRI Bondowoso. Tujuan gowes ini untuk menunjukan kepada masyarakat agar tidak ada kesan negatif terhadap Lapas atau Rutan," ungkap Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto, Sabtu (06/05).
 
Ade juga menceritakan, beberapa hari yang lalu terjadi kerusuhan di Rutan Klas II B Pekanbaru yang berujung kaburnya ratusan  narapidana dan Tahanan. Selain untuk menangkal image negatif,  kegiatan  ini juga sebagai wadah memfasilitasi masyarakat pecinta olah raga sepeda untuk bersepada sambil menikmati pemandangan alam Bondowoso yang indah, jelasnya.
 
Meski Lapas Bondowoso  sudah termasuk over capacity, bila kita tinjau dari kondisi bangunan, sarana-prasarana, namun Lapas Bondowoso saat ini menurut pantauan media dan masyarakat masih tergolong aman dan kondusif. (SPR-02).
Kamis, 04 Mei 2017 10:05

Pers Bebas, Sudah Atau Belum?

Bondowoso, - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bondowoso dan Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Bondowoso menggelar diskusi publik, dengan tema " Pers Bebas, Sudah Atau Belum?. Acara yang bertepatan dengan Hari Pers Sedunia ini dihadiri jurnalis Bondowoso, juga hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Bondowoso, Haeriyah Yuliati, dan wartawan senior Chuk Widarsa, sebagai narasumber, Rabu (03/05).
 
Kadis Kominfo Haeriyah Yuliati berharap kepada semua jurnalis harus tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas, sesuai dengan etika dan kaidah jurnalistik.
 
"Saya ucapkan selamat dengan terselenggaranya diskusi publik yang dilakukan oleh PWI, AJI dan IJTI. Peran media sangat penting  terhadap pemerintah dalam mempublikasikan, dan semoga jurnalis Bondowoso selalu menjujung tinggi kebebasan Pers," tutur Haeriyah.
 
Sementara itu, Chuk Widarsa menyampaikan bahwasanya wartawan itu harus clean dan clear (bersih dan jernih). Wartawan bebas, akan tetapi harus dalam koridor etika dan kaidah jurnalistik, tidak semena - mena menghargai hak orang lain," ujarnya.
 
Disisi lain Ketua PWI Bondowoso M Sugiyanto Z menjelaskan kebebasan pers juga kerap kali berhubungan langsung dengan etika para jurnalis saat menjalankan tugas. Kebebasan pers bukanlah alat atau baju yang bisa digunakan oleh pewarta untuk bertindak seenaknya atau arogan saat melaksanakan tugas.
 
"Beberapa kasus kekerasan yang sering terjadi juga karena jurnalis tak mematuhi etika saat bertugas. Meskipun begitu, kekerasan pada jurnalis tak bisa juga dibenarkan," pungkasnya. (Didit).
Selasa, 02 Mei 2017 12:03

Polsek Tamanan Tangkap Pencuri Burung

Bondowoso - Jajaran Polsek Tamanan menangkap dua orang pencuri burung. Dua pelaku berinisial H (30 tahun) dan AA (40 tahun) ditangkap sebab diduga curi burung merpati jenis balap.
 
"Sabtu dini hari (29/04) telah terjadi tindak pidana pencurian burung merpati sejumlah sembilan ekor di rumah Abdul Aziz.  Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi, akhirnya petugas menangkap kedua tersangka yang merupakan residivis," ungkap Kapolsek Tamanan, AKP Karsiyanto, Senin (01/05).
 
Kapolsek juga menyampaikan jika jajarannya juga mengamankan barang bukti berupa, seekor merpati, satu pak rokok dan satu kaos warna merah. Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun, pungkasnya. (didit)
Bondowoso - Pemkab Bondowoso kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB RI), Senin (01/05). Bupati Bondowoso berharap dengan kedatangan Menpan RB RI, Kemenpan RB mendukung program Pemkab Bondowoso.
 
"Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan masyarakat merupakan tujuan kami. Untuk kedepan kami mohon bantuan Bapak Menpan RB RI untuk mendukung program Pemkab Bondowoso," kata Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni saat menyampaikan sambutannya di Pendopo Bupati, Senin (01/05).
 
Bupati juga memaparkan jika pihaknya siap melaksanakan dan bekerja keras tanpa berhenti dan tidak mengenal lelah. Saat liburan pun kami akan terus bekerja, ungkapnya.
 
Selain itu Amin juga menceritakan tentang keadaan Bondowoso, begitu pula terkait pertumbuhan ekonomi dan masyarakatnya. Selain pengembangan produksi kopi yang luar biasa dari lahan PTPN, Bondowoso juga memiliki aset tempat wisata yang memiliki keindahan alami, ungkapnya.
Bondowoso – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia (RI), Asman Abnur melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bondowoso, Senin (01/05). Dalam kunjungannya, Menpan RB RI beserta jajarannya disambut langsung oleh Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni yang didampingi oleh beberapa pejabat Forpimda serta para pimpinan OPD.
 
Kunjungan Menpan RB kali ini dalam rangka Evaluasi terhadap pelayanan publik dan kinerja ASN di Bondowoso. Setelah acara penyambutan oleh bupati, 
Menpan RB langsung memberikan arahan kepada seluruh pejabat teras Bondowoso untuk berinovasi melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya terarah sesuai dengan visi misi daerah.
 
 “Dimanapun kita berada di pelosok Indonesia, apabila pimpinan daerah punya tekad untuk maju, maka tidak ada yang mustahil daerah tersebut untuk maju,” ungkap Menpan RB, Asman Abnur, saat ia beri pemaparan dihadapan Bupati Bondowoso beserta jajarannya di Pendopo Bupati.
 
Asman juga menjelaskan bahwa inovasi dan kemajuan tidak bergantung kepada lokasi kita berada, melainkan tergantung dari pemimpin daerah tersebut dan para pejabat yang memiliki skill untuk memajukan daerahnya, jelasnya.
 
Lebih lanjut Asman Abnur mencontohkan salah satu Kabupaten di Sumatera utara, yaitu kabupaten Pakpak Bharat, menurutnya kabupaten tersebut telah mempunyai assessment center, yakni pusat mengakses atau melihat nilai kemampuan ASN, mulai dari eselon 4, 3 dan 2.
 
“Kabupaten Pakpak juga menerapkan sistem e-office, sehingga tidak ada lagi surat menyurat atau disposisi melalui konvensional atau kertas, dengan kata lain telah menggunakan basis elektronik,” jelasnya.
 
Selain itu, pihaknya menilai bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki​ potensi untuk lebih maju, selain mempunyai ciri khas "Republik Kopi" banyak tempat-tempat wisata yang bisa Pemkab Bondowoso kembangkan.
 
“Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso perlu memiliki visi-misi terarah untuk mempromosikan dan membangun pariwisatanya, sehingga mempunyai ciri khas tersendiri dari pariwisata tersebut. Serta terus mengembangkan kopi khas "Republik Kopi," terangnya. (Didit).
Bondowoso - Jajaran Polres Bondowoso menggelar  apel siaga satu dalam rangka antisipasi kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day-red), yang bertempat di lapangan Mapolres Bondowoso. Senin pagi, (01/05).
 
Kapolres Bondowoso, AKBP Afrisal SIK memimpin langsung pelaksanaan apel tersebut, juga turut hadir Wakapolres Bondowoso, Kompol Kukuh S. Kurniawan, serta seluruh pejabat utama Polres dan seluruh anggota Polri dan PNS Polres Bondowoso.
 
Dalam acara apel tersebut Kapolres mengatakan hingga saat ini belum ada informasi akan adanya unjuk rasa buruh di wilayah Kabupaten Bondowoso.
 
”Kendati tidak ada unjuk rasa, kita tetap siaga. Hal ini sebagai antisipasi dalam menghadapi segala kemungkinan situasi yang sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan," apar Kapolres.
 
Polres Bondowoso mengerahkan seluruh kekuatan anggotanya untuk siaga pada peringatan Hari Buruh Internasional ini.
 
"Kami mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional untuk rekan-rekan Buruh, kami mengimbau para buruh agar memperingati dengan aman, tertib dan sesuai aturan. Kita harus menjalin komunikasi yang baik untuk sama-sama menjaga wilayah Kabupaten Bondowoso agar tetap aman dan kondusif,” tutup Kapolres.. (Didit).
Bondowoso,- Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 53, Lapas Klas II B Bondowoso menandatangani nota kesepakatan dengan PP Sayeed Alawi Al Maliki.
 
Penandatanganan dilakukan usai melaksanakan upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, yang diikuti oleh seluruh jajaran petugas Lapas Klas II B Bondowoso, warga binaan, para tamu undangan pensiunan petugas Lapas dan KH. Muhammad Hasan dari PP. Sayyed Alawi Al Maliki, Kamis (27/04).
 
Dalam sambutannya, Kalapas Bondowoso, Ade Kusmanto, menyampaikan bahwa sambutan menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna laoly yang mengatakan bahwa perayaan Hari Bhakti Pemasyarakatan harus menjadi momentum revolusi mental jajarannya. Momentum untuk bekerja Profesional, aktif, sinergi dan transparan, caranya dengan menjauhi tindakan koruptif serta menegakkan aturan dalam mencegah peredaran gelap narkoba, HP dan pungli, jelasnya.
 
"Petugas Lapas Bondowoso harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, sehingga masyarakat Bondowoso terlayani dengan baik, "tuturnya.
 
Ia juga meminta agar di Lapas Bondowoso tidak ada perbedaan perlakuan terhadap warga binaan. Lanjut kalapas, Semua kita perlakukan sama dan memanusiakan. Saat ini Lapas tidak lagi menggunakan sistem penjara, tetapi sistem pemasyarakatan, " tegasnya.
 
KH. Muhammad Hasan menyampaikan hal senada, ketertarikannya turut serta membina warga binaan karena keinginannya untuk mengajak orang bertaubat. Warga binaan dikenalkan kepada Tuhannya ,yaitu Allah SWT melalui kegiatan pondok pesantren yang ditekuninya, tutur pimpinan PP Sayeed Alawi Al Maliki.
 
"Saya iklhas melaksanaakan semua ini  harapan saya, warga binaan bertaubat, sehingga kembali kejalan yg benar,". Pungkasnya. (Didit).