EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224715
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
145
819
5155
211697
18347
26664
224715

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Jember2

 
Jember - Sutikno (45), warga Dusun Krajan Desa Suren Kecamatan Ledokombo ditangkap jajaran Polres Jember di kediamannya, Rabu (23/05). 3,5 Kg black  powder, 5 Kg kertas dan 42 selongsong petasan sejumlah ukuran dijadikan barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersangka.
 
"Tersangka kita amankan saat operasi pekat karena kedapatan memiliki dan menjual bahan peledak jenis petasan. Kita berharap dengan adanya operasi pekat ini, masyarakat yang menjalankannya ibadah di bulan Ramadan tidak terusik bunyi petasan," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH di Mapolres Jember, Kamis (24/05).
 
Kapolres juga menambahkan, tersangka terjerat UU darurat no 12 tahun 1951. "Ancaman hukumannya ialah hukuman mati, seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun," tuturnya.
 
"Untuk asal - usul black powder atau mesiu yang tersangka miliki masih kita dalami. Sudah ada 5 tersangka yang sudah kita amankan terkait kepemilikan black  powder," sampainya.
 
Kapolres juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat Jember agar jangan sampai memproduksi, memperjual-belikan dan menggunakan petasan, karena hal tersebut melanggar UU," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Setelah mendengar informasi dari warga ada peredaran rokok tanpa pita cukai di Dusun Jatian Desa Pondokdalem Kecamatan Semboro, Rabu (23/05), jajaran Polsek Semboro langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Dari hasil penyelidikan tersebut, kepolisian mengamankan warga Semboro berinisial M (40) dengan barang bukti 578 slop rokok tanpa pita cukai.
 
"Tersangka menjual rokok tanpa pita cukai sudah sekitar 3 - 4 bulan. Dan rokok tanpa pita cukai tersebut tersangka dapat dari 3 sumber yang kini masih kita dalami dan akan kita koordinasikan dengan bea cukai," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, saat press  confrence di halaman Mapolres Jember, Kamis (24/05).
 
Kusworo juga menyampaikan bahwasanya tersangka menjual rokok tanpa pita cukai ke warung - warung dengan menggunakan sepeda motor. "Dari 578 slop rokok tanpa pita cukai yang kita amankan terdiri dari 10 merk," tuturnya.
 
"Tersangka kita jerat Pasal 54 UU 39 Tahun 2007 atas perubahan UU no 11 tahun 1995 tentang cukai. Dan ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Munculnya aksi teroris dan menjamurnya paham radikalisme di Indonesia memperketat jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Jember menyeleksi pemohon paspor tujuan negara seperti Suriah dan Pakistan. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember, Kartana SH, hingga saat ini jajarannya belum menemukan pemohon paspor terindikasi pelaku teroris.
 
"Jadi sebelum pemohon kita buat paspor, terlebih dahulu kita lakukan wawancara. Jika ternyata tujuannya negara - negara konflik dan tidak jelas, maka kita lakukan antisipasi," ungkap Kartana, di kantornya, Rabu malam (23/05).
 
Kartana juga menyampaikan, selama ini jajarannya tidak membuatkan paspor ijin bekerja untuk tujuan negara timur tengah, sebagaimana larangan pemerintah. "Yang kita buatkan hanyalah untuk masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh atau haji," tuturnya,
 
"Jika gelagat pemohon paspor mencurigakan, langkah kita mengecek dokumennya, seperti KK, KTP dan lain - lain. Jika ternyata dokumen Administrasi kependudukannya juga mencurigakan, maka kita akan berkoordinasi dengan Kantor Dispendukcapil untuk mengecek keabsahan dokumen tersebut," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Rabu (23/05), jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember memusnahkan sejumlah barang bukti kejahatan dari 70 perkara. Pemusnahan yang terselenggara di halaman Kantor Kejari Jember, kali ini juga dihadiri Kepala Pengadilan Negeri Jember,  Bambang Pramudi dan jajaran Polres Jember.
 
"Pemusnahan ini sesuai surat keputusan PN Jember agar BB tindak kejahatan yang dirampas untuk dimusnahkan. Kita berharap dengan pemusnahan ini, para terdakwa tidak bisa mempergunakan lagi barang tersebut, sebab berbahaya," ungkap Kepala Kejari Jember, Ponco Hartanto, Rabu (23/05).
 
Lanjut Ponco, sejumlah BB yang dibakar diantaranya berupa obat terlarang, perangkat alat judi, uang palsu dan Sajam. "Untuk perangkat judi yang kita bakar berupa papan cap jie kie, kartu domino, kartu remi, dadu dan rekapan Togel," sampainya.
 
"Jenis pil yang kita bakar seperti Dextromethorpan sebanyak 5.705 butir dan jenis Trihexyphenidil sebanyak 15.920 butir. Untuk uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak 54 bendel juga kita bakar," jelasnya. (Sul).
 
Jember - Rabu (23/05) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember melaksanakan giat pelipatan kertas suara Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 di Jalan Imam Bonjol 62 Jember. Terlihat Kapolres Jember bersama jajaran memantau langsung proses pelipatan kertas suara Pilkada Jatim 2018.
 
"Saat ini yang mengikuti pelipatan kertas suara Pilkada Jatim untuk wilayah Jember 215 orang. Untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan kita menempatkan 50 personil di lokasi pelipatan kertas suara," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, di lokasi pelipatan kertas suara, Rabu (23/05).
 
Lanjut Kapolres, untuk menjaga kondusifitas proses pelipatan kertas suara, personil kepolisian bekerja dengan terbagi 3 shift dalam 24 jam. "Adapun personil kepolisian yang menjaga terdiri dari 30 personil laki - laki dan 20 personil perempuan," jelasnya.
 
"Selain kesiap-siagaan personil, CCTV juga kita persiapkan untuk menjaga kertas suara. Kita juga akan mengawal kertas suara hingga ke PPK," terangnya.
 
Kusworo juga berharap kepada para pekerja pelipat kertas suara agar jangan sampai melakukan upaya curang. Jika ada temuan kecurangan, maka akan kita tindak sebagaimana undang - undang yang berlaku," pungkasnya.
 
Sementara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPUD Jember, Ahmad Hanafi juga menambahkan, 215 pelipat kertas suara akan bekerja hingga 5 hari kedepan. "Jumlah surat suara yang dilipat hari ini sesuai kebutuhan kita, yakni jumlah DPT + 2,5 persen," tuturnya.
 
"Jumlah total surat suara yang dilipat sekitar 1,8 juta kertas suara. Sementara penambahan 2,5 persen merupakan kertas suara cadangan untuk mengantisipasi para pemilih yang belum tercover DPT," pungkasnya. (Sul).
Selasa, 22 Mei 2018 16:17

Kejari Jember Tahan Ketua PKG Jember

Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana BOP PAUD 2017
 
Jember - Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari)  Jember menahan oknum PNS yang juga merupakan Ketua PKG Kabupaten Jember, Selasa (22/05). Oknum PNS berinisial ST mengkoordinir 1177 lembaga PAUD untuk menggunakan dana Bantuan Operasional Pemerintah (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2017 dengan menyelenggarakan Bimtek penyusunan laporan BOP PAUD, padahal dalam petunjuk teknisnya tidak memperbolehkan.
 
"Jadi modus tersangka melakukan penarikan uang sebesar 350 ribu Rupiah  ke setiap lembaga PAUD tanpa dasar hukum. Dan dalam realisasinya ada sejumlah uang yang tidak bisa tersangka pertanggungjawabkan," ungkap Kasi Pidsus, Herdian Rahardi, di halaman Kejari Jember, Selasa (22/05).
 
Lanjut Herdian, dalam  kasus ini, tersangka ST terindikasi melakukan Pungli dan korupsi. "Dalam pelaksanaan Bimtek tersebut melibatkan PKG, Dinas Pendidikan, Kabid PAUD dan Dikmas," tuturnya.
 
Kasi Intel Kejari Jember, Agus Kurniawan  menyampaikan hal senada, menurutnya dalam kasus penyalahgunaan anggaran BOP PAUD ini negara merugi sekitar Rp 376.600.000,-. "Barang bukti uang yang kita amankan dari kasus penyalahgunaan dana BOP PAUD jumlahnya 72 juta," tuturnya.
 
"Tersangka merupakan salahsatu PNS guru PAUD di wilayah Kecamatan Umbulsari. Dalam kasus ini tersangka dikenakan Pasal 2 dan 3 UU No 31 tahun 1999 yang diperbarui dengan UU no 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR)," pungkasnya. (Sul).
 Jember - Menanggapi maraknya aksi radikalisme di Indonesia, Wakil Bupati (Wabup Jember), KH Drs Muqiet Arif mengajak masyarakat Jember agar tidak terpecah - belah. Untuk mengantisipasi perpecahan dalam berbangsa dan bernegara, Wabup juga mengajak masyarakat untuk merajut kembali rasa persatuan dan nasionalisme.

"Kebersamaan merupakan salah satu indikator utama dalam merebut maupun dalam mengisi kemerdekaan  RI. Untuk itu kita harus memanfaatkan persatuan tersebut dalam menjaga keutuhan NKRI di era digital saat ini," ungkap Muqiet di halaman Pemkab Jember, Senin (21/05).

Lanjut Muqiet, jangan sampai masyarakat menjadi korban pihak - pihak tidak bertanggungjawab di era digital. "Saya harap melalui momentum Harkitnas 2018, kita bisa membuka kembali lembaran sejarah, sebab dengan persatuan NKRI bisa jaya seperti saat ini," tuturnya.

"Jika kita benar - benar cinta NKRI, mari kita jaga persatuan dan kebhinekaan. Kalau kita tidak bersatu, masalah kecil saja bisa mengoyak - ngoyak keutuhan negara," terangnya.

Muqiet juga menambahkan, untuk mengantisipasi perpecahan di Jember pihaknya sudah melakukan langkah - langkah. "Saya rasa program bela negara merupakan langkah konstruktif dan tepat untuk menangkal perpecahan," pungkasnya. (Sul).

 
Jember - Untuk bisa eksis dalam seni tarik suara butuh keahlian dan kedisplinan dalam menekuninya. Seperti halnya Erni Wijayanti (35), warga Perumahan Mangli Residence, Kecamatan Kaliwates, 20 tahun menekuni seni tarik suara dari panggung ke panggung.
 
"Sejak sekolah dasar saya sering mengikuti lomba menyanyi tingkat kecamatan dan kabupaten. Menginjak SMP saya sempat vakum, sebab ada perubahan suara," ungkap Erni, di pendopo Kecamatan Rambipuji, seusai acara kenal - pamit Camat Rambipuji, Senin (14/05).
 
Lanjut Erni, saat masih di sekolah dasar ia sempat menjadi juara 1 penyanyi pemula terbaik di salah satu stasiun radio di Jember. "Setelah sekolah SMK, saya baru mulai nyanyi dari panggung - ke panggung, saat itu modelnya masih karaoke menggunakan kaset pita," ucapnya.
 
"Dulu saya sering manggung ke Madura, Sidoarjo, Pasuruan dan Probolinggo. Jadi dulu kita banyak teman seprofesi, kadang kita saling bertukar informasi tentang lagu," tuturnya.
 
Erni juga menambahkan, selain kenangan manis, kenangan pahit juga pernah ia rasakan saat bernyanyi di panggung. "Saya dulu sempat ada yang mencoba untuk pegang - pegang tangan dan merangkul saat bernyanyi, namun berhasil saya tepis," terangnya.
 
"Dulu juga sempat ramai desas - desus jika penyanyi seusai manggung bisa diajak "main", jadi sehabis nyanyi saya langsung pulang rumah. Itu langkah antisipasi saya untuk menepis isu miring yang beredar di masyarakat," paparnya.
 
Erni juga menceritakan bahwasanya sekitar tahun 1998 ia hanya menerima bayaran 25 ribu Rupiah untuk sekali tampil. "Padahal lagu yang saya nyanyikan berkisar 4 hingga 6 lagu," ujarnya.
 
"Alhamdulillah sekarang setiap tampil saya bisa mendapatkan honor 250 hingga 300 ribu setiap tampil. Meski 20 tahun menggeluti dunia tarik suara, semangat menyanyi masih menggebu - gebu," jelasnya.
 
"Darah seni saya sudah mengalir keseluruh tubuh dan mendarah daging, jadi tidak mungkin padam," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Pemerintah Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji menggelar Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW) di balai Desa Nogosari, Rabu (09/05). Dalam penghitungan suara Pilkades PAW Nogosari, calon Kepala Desa (Kades) nomer urut 3, Esa Hosada meraih angka tertinggi.
 
"Pilkades PAW hari ini dimenangkan Esa Hosada dengan memperoleh 121 suara. Semoga Kades terpilih nantinya menjadi Kades yang amanah, jujur dan terpercaya," ucap Ketua Panitia Pilkades PAW Nogosari, H Mohammad Kosim SPd, di balai Desa Nogosari, Rabu (09/05).
 
Ditempat terpisah Esa Hosada berkata, dengan terpilihnya ia sebagai Kades Nogosari, ia ingin terapkan sistem open management, seperti diberikannya hak perangkat desa, RT / RW dan sebagainya. "Intinya saya ingin membantu masyarakat Nogosari agar saya punya manfaat," ungkapnya.
 
"Fokus utama saat menjadi Kades saya mungkin akan fokus infrastruktur dulu. Insyaallah saya siap sepenuh jiwa untuk mengedepankan masyarakat," ungkapnya. (Sul).
 
Jember - Santernya desas - desus produksi daun talas rajangan menjadi bahan campuran pembuatan rokok meresahkan sebagian masyarakat wilayah Jember Utara. Setelah tim lensarakyat.com mendatangi dua lokasi tempat merajang daun talas, yakni di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa dan Desa Kamal Kecamatan Arjasa, ternyata daun talas rajangan tersebut sebagai bahan pembuat kompos.
 
"Rajangan daun talas ini setelah kering kita kirim ke Banyuwangi, selanjutnya diekspor ke Australia untuk diproses jadi kompos. Kami melakukan usaha merajang daun talas ini sudah berjalan sekitar 3 bulan," ungkap B Nasal, warga Dusun Tegalbago Desa Arjasa Kecamatan Arjasa di kediamannya, Selasa (08/05).
 
Lanjut B Nasal, selain daun talas, daun Pepaya dan daun Jabon juga ia beli untuk selanjutnya dirajang. "Daun tersebut kita rajang kemudian kita jemur hingga kering, setelah kering kita bal layaknya daun tembakau rajangan," tuturnya.
 
"Tiap malam kita bisa merajang 8 Kuintal daun talas. Kita beli daun talas yang masih hijau ke pencari daun talas seharga 50 ribu / Kuintal," pungkasnya. (tim).