EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

195709
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
1273
658
4224
182268
16005
23522
195709

Your IP: 54.81.71.187
2018-04-19 16:22
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Kamis, 05 April 2018 09:13

Erosi Di Desa Lojejer Bahayakan Warga Sekitar Featured

Written by
Rate this item
(1 Vote)
 
Jember - Tebing tanah bantaran sungai Bedadung, tepatnya di Dusun Krajan Desa Lojejer RT 9 RW 3 mengalami erosi akibat debit air sungai meluap paska hujan deras. Akibat erosi, salah satu penghuni rumah terpaksa mengungsi untuk menghindari erosi susulan.
 
"Sumini bersama empat anaknya mengungsi di rumah kerabatnya, takut dengan kondisi tanahnya yang tergerus air. Keselamatan keluarga dan saya juga terancam dengan adanya erosi ini," ucap Imam Buhari (45), salah satu kepala keluarga terdampak erosi, Rabu (04/04).
 
Imam juga mengaku bingung, mau mengungsi tetapi tanah yang ia tempati hanya satu - satunya yang ia miliki. "Saya hanya berharap pemerintah segera membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), sebagai antisipasi erosi," tuturnya.
 
"Apalagi saat ini anak saya masih kecil - kecil," pungkasnya.
 
Sementara Kades Lojejer juga menambahkan, bahwasanya kondisi 3 rumah terdampak erosi sangat mengkhawatirkan. "Jika debit air tinggi lagi, kemungkinan besar rumah - rumah tersebut akan hanyut," ucapnya, Rabu (04/04).
 
"Kita sudah berkoordinasi dengan Muspika dan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengatasi masalah erosi ini. Jarak bibir sungai dan rumah warga hanya sekitar 1 Meter, ini membahayakan," paparnya.
 
Joko juga meminta pemerintah segera membangun TPT, agar keselamatan warganya terjamin. "Lojejer merupakan penampungan air dari hulu, jika di hulu terjadi hujan dengan intensitas tinggi, maka debit air di Lojejer juga tinggi," terangnya.
 
"Meski di Lojejer tidak hujan, tapi di hulu hujan deras, itu bisa membahayakan warga pinggiran sungai di Dusun Krajan," jelasnya. (Sul).
Read 42 times