EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225396
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
826
819
5836
211697
19028
26664
225396

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:20
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Jumat, 21 Oktober 2016 19:34

Munir Disumpah Laknat

Written by
Rate this item
(3 votes)

 

Jember – Jum’at (21/10) ribuan warga memadati halaman dan teras Musholla Al-Fattah, Dusun Bindung Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji untuk melihat acara sumpah laknat. Munir, warga Jalan Durian RT 003 RW 010 Desa Bindungan Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji disumpah laknat karena maraknya isu santet yang dituduhkan pada dirinya.

“Kejadian sumpah laknat ini berawal dari keluhan beberapa warga yang terserang penyakit, dan dalam tidurnya, mereka bermimpi ketemu Munir. Adalagi warganya yang bernama B. Da yang mengalami sakit seperti penyakit kelenjar getah bening, lalu meminta air pada Munir. Setelah meminum air yang Munir beri, beberapa saat kemudian kondisi B. Da berangsur membaik,” ungkap Kepala Dusun Bindung, Abdul Wahid saat wartawan mewawancarainya, Jum’at (21/10)

Abdul Wahid juga menceritakan, setelah situasi terasa memanas akhirnya Munir pergi ke Kantor Desa Pecoro untuk mengadakan sumpah laknat untuk melakukan pembuktian apa benar dirinya mempunyai ilmu santet?. Setelah melalui diskusi antara perangkat desa dengan masyarakat, akhirnya terjadi kesepakatan untuk menggelar sumpah laknat terhadap Munir, jelasnya.

Ia juga berharap agar setelah acara sumpah laknat ini, tidak ada lagi desas-desus tentang ilmu santet di wilayahnya. Dan masyarakat yang berada dalam pimpinannya kembali rukun dan damai,“ pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh agama yang memimpin acara sumpah laknat, Abdul Hadi (50 tahun), Sumpah pocong ini merupakan salah satu jalan alternatif untuk mengatasi permasalahan di Dusun Bindung. Jika tidak dilakukan cara seperti ini dikhawatirkan ada tindakan masyarakat yang main hakim sendiri, paparnya.

Pria yang berdomisili di Desa Petung Kecamatan Bangsalsari ini juga menambahkan, Islam juga menganjurkan untuk mengadakan sumpah laknat, sehingga masyarakat bisa tenang dan yang tertuduh bisa berhenti dari tuduhannya. Tujuan utamanya hanyalah demi kemanusiaan, sehingga tidak ada kejadian yang tidak diiinginkan, terangnya.(SPR-2)

Read 4315 times