EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225447
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
877
819
5887
211697
19079
26664
225447

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:36
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Selasa, 08 November 2016 22:19

Kantongi Surat Ijin Malah Jadi Terlapor

Written by
Rate this item
(2 votes)

Jember – Nasib yang Bagus alami sungguh sangat memprihatinkan. Sudah susah-payah mengantongi Surat Ijin Keramaian dengan No Pol : SIK / 13 / XI / 2016 / Polsek dari Kantor Polsek Jelbuk, namun akhirnya ia menjadi terlapor dalam kasus penganiayaan yang terjadi pada Rabu malam (02/11).

“Pada hari Rabu kemarin (02/11) saya punya sebuah acara untuk memeriahkan hajatan khitan anak tiri dengan menggelar hiburan kesenian ludruk. Namun sekitar jam 11 malam atau saat acara hiburan berlangsung, tiba-tiba ada sebuah insiden keributan yang menjadikan saya sebagai terlapor,” ungkap Bagus Arosit (33 tahun) warga Dusun Sumber Tengah Desa Panduman Kecamatan Jelbuk saat awak media menemui di kediamannya, Senin (07/11).

Dengan adanya insiden keributan, pria yang berprofesi wiraswasta ini merasa kecewa pasalnya ia yang sudah mengeluarkan dana besar untuk menyelenggarakan hajatan khitan, bahkan sudah bersusah payah mengurus SIK dengan mendatangi Kantor Desa Panduman hingga Kantor Polsek Jelbuk agar acaranya sukses. Tiba-tiba dirinya malah mendapat surat panggilan pada hari Kamis (03/11) dari Kantor Polsek Jelbuk untuk proses pemeriksaan terkait pengaduan Hartono, salah satu warga Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari yang mengaku teraniaya dan menduga Bagus sebagai pelaku penganiayaan tersebut, tuturnya.

Bagus juga merasa bingung, kenapa insiden keributan pada saat hajatan khitan 2 November yang melerai justru anggota Linmas Desa Panduman. “Saya tidak melihat satupun anggota kepolisian yang datang untuk melerai keributan pada 2 November kemarin?” Tanyanya.

Pria kelahiran Jember ini juga berharap agar pihak Polsek Jelbuk saat ada masyarakat kecamatan Jelbuk mengadakan hajatan dan ia memiliki SIK, agar selalu menempatkan anggotanya serta serta selalu berjaga hingga acara hajatan tersebut selesai. Sehingga insiden tuan rumah jadi terlapor tidak terulang.

“Semoga kejadian yang membuat saya punya beban moral (malu karena ada insiden keributan dalam acara hajatannya-red) tidak terjadi pada masyarakat yang lain, dan moga-moga insiden ini cukup terjadi pada saya,” pungkasnya. (SPR-02).

Berita masih akan diverifikasi lebih lanjut……

Read 1953 times