EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225433
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
863
819
5873
211697
19065
26664
225433

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:31
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Olahraga

Dengan Suguhan Pemandangan Ijen Yang Spektakuler
 
Bondowoso - Pemkab Bondowoso menggelar agenda olahraga sekaligus mengenalkan wisata di Kabupaten Bondowoso dengan tema Ijen Trail Running (ITR) 2017. Ajang Internasional yang dibuka oleh Sekda Kabupaten Bondowoso, Hidayat, Sabtu (20/05) para trail master disuguhi pemandangan Ijen yang spektakuler dengan jarak tempuh 100 KM.
 
Lomba yang menjadi agenda tahunan tersebut, panitia mengelompokkan para peserta trail ITR 2017 menjadi tiga kategori, kategori pertama adalah Ultra 100 K dengan menempuh jarak 100 KM; kategori dua, Ultra 70 KM; kategori tiga, Full Marathon 42 KM; dan kategori empat, Half Marathon 21 KM.
 
Lomba ITR 2017 yang start sejak Sabtu dinihari, pukul 04.00 WIB, panitia buka dengan lomba Ultra 100 K, lomba super ekstrim dengan 27 peserta, terdiri dari 4 orang perempuan dan 23 laki-laki tersebut, para trail master harus tempuh dalam tempo 32 jam. Peserta akan berlari melalui 10 pos yang melewati beberapa wisata Ijen Bondowoso, seperti Kawah Ijen, Kawah Wurung, air terjun Blawan, dan perkebunan kopi.
 
Sejak start di Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, peserta langsung disuguhi puncak Megasari yang mempesona dan dilanjutkan menuju Kawah Wurung dengan tanjakannya yang menantang.
 
Menurut Suzana, peserta ITR 2017 asal Jerman menyampaikan, dia sangat tertarik dengan ajang Ijen Trail Running 2017, selain untuk menyalurkan hobby lari, kita bisa menikmati indahnya alam Ijen yang sangat indah.
 
“Suasana Alam Kecamatan Ijen sangat sejuk dan sangat indah, warganya juga sangat ramah, tentu ini mempengaruhi para peserta untuk ambil bagian ajang Ijen Trail Running ini,” pungkasnya.
 
Ajang ITR 2017 Bondowoso berlangsung hingga hari Minggu (21/05). (Didit).
Jember - Memasuki pertandingan kedua dalam liga 3 PSSI Jawa Timur di stadion Jember Sport Garden (JSG), tim Persid Jember melawan PSIL Lumajang. Kali ini, tim Persid Jember berhasil menaklukkan tim PSIL Lumajang dengan score 1:0.
 
"Saya merasa puas dengan permainan anak-anak Persid, meskipun masih ada beberapa hal yang harus kita benahi. Hari ini anak-anak bermain bagus dan apa yang kita terapkan dalam latihan berjalan dengan lancar," ungkap pelatih Persid Jember, Ahmad Jaenuri saat konferensi pers di salah satu ruangan stadion JSG, Rabu (17/05).
 
Dalam pertandingan melawan PSIL Lumajang sebenarnya Persid Jember memiliki banyak peluang untuk menjebol gawang lawan. Namun saya sadar jika untuk saat ini Persid Jember masih belum punya gelandang serang untuk melesatkan bola ke gawang lawan saat berada di area yang berpeluang mencetak gol, terangnya.
 
Persid Jember berhasil mengalahkan PSIL Lumajang dengan menjebol gawangnya saat babak kedua.

 

Jember – Dalam turnamen bola basket putri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Jawa Timur bagian timur yang digelar di GOR Sekolah Menengah Atas Katholik (SMAK) Santo Paulus Jember, akhirnya pebasket putri Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Jember raih juara pertama. Akhirnya pada pertandingan, Sabtu (15/10), yang merupakan pertandingan final, pebasket putri SMPN 7 Jember berhasil menang melawan SMPN 1 Jember dengan skor 38 - 33.

“Alhamdulillah pebasket putri SMPN 7 Jember berhasil menjadi juara pertama dalam turnamen Saint Paul Festival 2016. Pebasket putri SMPN 7 Jember yang bertanding selama enam kali selalu menang,” ungkap Waka Kesiswaan SMPN 7 Jember, Safi’i saat media menemuinya di ruang tamu SMPN 7 Jember, Kamis (20/10).

Pria kelahiran Jember ini juga menyampaikan, meski kebanyakan tim basket yang bertanding saat ini masih tergolong baru, ternyata tim basket putri SMPN 7 Jember mampu bersaing dengan tim basket lainnya. Yang lebih membanggakan lagi, kejuaraan yang anak didiknya raih saat ini setingkat regional, ucapnya.

Safi’i juga menambahkan, selain meraih trophi, pebasket putri SMPN 7 Jember juga menerima hadiah uang sebesar 1 juta 850 ribu Rupiah. “Meski mempertahankan gelar juara lebih berat daripada meraih gelar juara, namun apapun yang terjadi jajarannya siap bekerja keras untuk mempertahankan gelar juara pertama ini. Dan untuk pembasket putri yang main dalam turnamen kali ini, siswi kelas IX yang dominan,” pungkasnya. (SPR-2)

KOMPAS.com - Mantan pemain bertahan Real Madrid, Cicinho, membeberkan sisi kelam kehidupannya. Untuk pertama kalinya, pemain asal Brasil tersebut menyatakan bahwa dia memiliki kebiasaan mabuk dan bisa mati jika terus menyalahgunakan alkohol.

Cicinho berseragam Real Madrid selama 18 bulan antara 2006 dan 2007. Selama kurun waktu nan singkat itu, pria 36 tahun tersebut merengkuh gelar La Liga dan kemudian bisa meyakinkan pelatih timnas Brasil agar dirinya menjadi pilihan utama bek kanan. Dia kemudian menjalani masa peminjaman di Villarreal pada 2011.

"Saya adalah lelaki yang tidak bisa minum satu atau dua gelas, saya harus minum sampai teler," ujar Cicinho kepada ESPN Brasil, seraya menambahkan bahwa kebiasaan mabuk ini nyaris terjadi sepanjang kariernya.

"Saya sudah diperingatkan bahwa jika saya meneruskan kehidupan seperti ini maka saya akan mati."

Tak hanya alkohol. Dulu, Cicinho pun termasuk pria pemadat, karena dalam satu hari dia bisa menghabiskan dua bungkus rokok.

Pemain yang pernah memperkuat AS Roma pada 2007-2009 ini juga berbicara tentang timnas Brasil, yang prestasinya kurang memuaskan pada akhir-akhir ini.

"Saat ini, para pemain hanya sibuk dengan selfie ditambah mengurus rambut dan semua halnya. Semuanya baik dan bagus, tetapi tim nasional Brasil membutuhkan sikap yang lebih," ungkap Cicinho.

"Sekarang, saya melihat para pemain yang meminta untuk tidak bermain pada Copa America dan itu tidak bisa!"

Cicinho saat ini bermain untuk klub Turki, Sivasspor. Setelah menjadi pemain pinjaman di Sao Paulo (2010) dan Villarreal (2011), Cicinho bergabung dengan klub Brasil, Sport Racife (2012-2013), sebelum pindah ke Sivasspor pada 2013 hingga sekarang.

Sumber : KOMPAS.com

LAMONGAN, KOMPAS.com - Arema Cronus menaklukkan Persela Lamongan 2-0 pada lanjutan Kejuaraan Sepak Bola Torabika (TSC) 2016. Raihan tiga angka dalam laga di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (18/7/2016), membuat Arema kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.

Kondisi ini bertolak belakang dengan Persela. Hasil negatif di markas sendiri membuat Laskar Joko Tingkir menghuni dasar klasemen dengan raupan enam poin.

Laga ini berjalan alot sejak peluit sepak mula ditiup oleh wasit Abdul Rahman Saleh. Namun, Arema berhasil mengancam gawang Persela lewat sepakan keras Ahmad Nufiandani pada menit ke-15.

Tersentak, Persela menambah intensitas serangan. Hasilnya, hanya berselang empat menit Kurnia Meiga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari tendangan keras Herman Dzumafo pada menit ke-26 dan Zulvin Zamrun pada menit ke-30.

Bermain tandang, Arema terbukti lebih agresif menyerang. Tetapi, peluang yang dihasilkan Cristian Gonzales Cs masih gagal dikonversi menjadi gol. Alhasil, papan skor 0-0 tidak berubah hingga paruh pertama usai.

Pada babak kedua, Arema berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-65 lewat akselerasi pemain pengganti, Sunarto.

Pada menit ke-83, Arema menutup kemenangan lewat sepakan first time Cristan Gonzales setelah mendapat umpan manja dari Antoni Putro.

Pada laga lain, Perseru Serui sukses mengalahkan PS TNI dengan skor 2-1 di Stadion Marora, Serui, Senin (18/7/2016) sore. Dua gol kemenangan Cendrawasih Jingga, julukan Perseru, dicetak oleh Yoksan Ama pada menit ke-42 dan 85, sedangkan gol hiburan The Army, julukan PS TNI, diciptakan oleh Manahati Lestusen pada menit ke-89.

Sumber : KOMPAS.com

SLEMAN, KOMPAS.com - Usai mengikuti seleksi di Jepang, bek Bagas Adi Nugroho memilih pulang ke Sleman, Yogyakarta. Sambil menunggu jawaban dari klub-klub yang sudah mengujinya, Bagas tetap menjalani latihan mandiri di Yogyakarta.

Saat Lebaran, dia memilih merayakannya di Temanggung. Bagas berkumpul bersama keluarga besarnya di kota berhawa dingin itu.

“Saya pulang ke Temanggung saat lebaran tiba. Kalau sudah berada di sana, biasanya sulit dihubungi karena sinyal ponsel sangat lemah. Pasalnya, rumah tempat keluarga besar kami berkumpul berada di kaki gunung. Sinyal ponsel nyaris tidak ada,” ujar Bagas.

Menurutnya berkumpul bersama keluarga besar sudah menjadi tradisi. “Jadi saya memilih mudik ke Sleman. Kebetulan, agensi saya memberi liburan usai pulang dari Jepang untuk mengikuti trial,” kata Bagas yang menjadi kapten tim nasional U-19 asuhan Fachri Husaini.

Bagas bersama rekannya, Hanif Sjahbandi mengikuti trial di tiga klub di Jepang, FC Tokyo, Mito Hollyhock dan Iwaki FC. Di akhir Juli ini, ketiga klub tersebut memberi kepastian apakah Bagas bisa bergabung atau tidak.

Saat pulang ke Sleman, Bagas sesungguhnya berharap bisa kembali mengikuti perkuliahannya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Namun kampus juga sedang memasuki masa liburan sehingga dirinya gagal kuliah.

Berbeda dengan rekan-rekannya Timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 2013 yang mendapat beasiswa dan program khusus kuliah jarak jauh, sebaliknya Bagas mengikuti kuliah reguler.

Pasalnya saat Dinan Javier Yahdian dkk diterima UNY, Bagas masih duduk di bangku SMA. Hanya, mereka sama-sama kuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan

“Jadinya saya masuk kuliah reguler. Saat pulang, saya berniat kembali ke kampus. Tapi kampus sedang libur sehingga saya tidak bisa kuliah,” jawab Bagas yang merencanakan bergabung dengan salah satu klub yang mengikuti turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) bila tidak lolos seleksi dari klub Jepang.

“Namun, suatu saat nanti, saya tetap ingin bermain di luar Indonesia. Liga Jepang tetap menjadi target saya,” tuturnya lagi. (Gonang Susatio)

Sumber : KOMPAS.com