EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225379
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
809
819
5819
211697
19011
26664
225379

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:13
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Super User

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Karang Taruna Insan Cipta Gedung Suko Lor Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari menggelar kerja bhakti dalam rangka antisipasi mewabahnya penyakit dan timbulnya banjir di musim penghujan. Kerja bhakti yang juga diikuti oleh seluruh jajaran pemerintahan desa mulai dari kepala desa hingga RT juga diikuti dengan antusias oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat Desa Bangsalsari dengan turun ke parit-parit dan sungai.

“ Kerja bhakti kali ini targetnya membersihkan sampah yang menumpuk sepanjang sungai dan parit yang berada di Dusun Gedung Suko RW 30 Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari. Sebab jika sampah-sampah tersebut tidak segera dibersihkan dikhawatirkan akan jadi sarang dan dan berkembangnya para penyakit.” Papar Sunarto, Ketua Karang Taruna Insan Cipta Gedung Suko Lor, Bangsalsari ditemui wartawan Independen disela-sela kegiatan kerja bhakti, Minggu (28/02).

Pria kelahiran Pamekasan ini juga mengharapkan semoga dengan adanya kegiatan kerja bhakti ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan sehat. Menurutnya pencegahan lebih baik daripada penyembuhan.

Ia juga menambahkan, semoga langkah positif yang ia lakukan bersama kawan-kawan yang tergabung dalam Karang Taruna Insan Cipta Gedung Suko Lor kalangan pemuda-pemudi Desa Bangsalsari mengapresiasinya dengan positif sehingga mereka peduli terhadap lingkungan di wilayahnya. “Dengan motto kami ada untuk masyarakat, Karang Taruna Insan Cipta Gedung Suko Lor, Bangsalsari sap membangun desa bangsalsari menjadi sehat dan bersih.” Pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Adi Susanto, Kepala Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari, selaku kepala desa ia mengapresiasi kerja bhakti yang digelar Karang Taruna Insan Cipta Gedung Suko Lor, Bangsalsari. Ia berharap kerja bhakti ini ditiru oleh pemuda-pemudi yang ada Desa Bangsalsari, “ Kalau bukan sekarang kapan lagi kita peduli dengan lingkungan,” terangnya sembari menyabit rumput liar.

Adi juga menyampaikan jika pihaknya siap memperbaiki parit yang ada di Dusun Gedung Suko dengan memberi gorong-gorong, sehingga aliran air yang menuju ke sungai menjadi lancar tidak terhambat rumput atau tanaman liar. “ Kita coba untuk menganggarkannya lewat Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pemberian gorong-gorong ini.” Jelasnya.

keterangan foto : Adi Susanto, Kades Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari saat kerja bhakti

lensarakyat.com-  Suliyadi

Jember – Unit tranfusi darah PMI Kabupaten Jember gelar aksi donor darah di aula Kecamatan Jelbuk, Senin (01/02). Acara yang diikuti jajaran Muspika Jelbuk, perangkat desa, Puskesmas, KUA, UPTD Pendidikan di Kecamatan Jelbuk, anggota Koramil 26 Jelbuk, serta masyarakat sekitar berjalan lancar dan tertib.

“Selain berbagi,  donor darah juga bisa membantu cara kerja pompa jantung, sebab jika pendonor rutin melakukan donor darah maka cara kerja jantungnya akan normal. Dan para pendonor bisa medical cek up, sebab darah yang akan diambil akan dicek dulu oleh petugas apakah pendonor ini terkena HIV, Syphilis atau Hepatitis. Jadi secara tidak langsung pendonor bisa periksa kesehatannya secara gratis.” Terang Fitri Agustin (31 tahun), Humas Kantor Tranfusi Darah Jember ketika di wawancara disela-sela acara donor darah.

Fitri juga menceritakan, sebenarnya pihaknya tiap 3 bulan sekali rutin mengadakan acara donor di Kecamatan Jelbuk. Untuk pendapatannya bisa mencapai 30 hingga 50 kantong yang dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang, untuk hari ini darah yang kita dapat rata-rata golongan O, ungkap alumnus MAN 1 Jember.

Perempuan Jebolan Fakultas Ekonomi UNEJ ini juga menghimbau kepada masyarakat untuk rutin melakukan donor darah, sebab dengan melakukan donor darah kerja jantung akan lebih ringan. Selain itu dengan menjadi pendonor akan memupuk rasa berbagi kita terhadap saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan darah, pungkasnya.

Serma Farid Gunawan, anggota Koramil 26 Jelbuk, pengurus PMI Kecamatan jelbuk sekaligus salah satu pendonor menuturkan  bahwa acara bhakti sosial donor darah ini menurut penilaiannya sangat bagus sebagai upaya mengenalkan kegiatan sosial pada masyarakat. “Dan kegiatan donor darah ini mengajarkan keikhlasan pada kita untuk membantu, sebab kita tidak tahu siapa yang kita bantu untuk mendapatkan darah kita,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jika anggota Koramil Jelbuk sangat mengapresiasi kegiatan donor darah, untuk kali ini Koramil Jelbuk menurunkan 2 personel untuk mendonorkan darahnya, sebab anggota Koramil harus mengikuti acara yang sama ditempat berbeda. Acara donor darah ini berkaitan sekali dengan Program Bati Bhakti TNI, dan sangat bermanfaat sekali, mengingat stok darah di Kabupaten Jember sering kekurangan.

keterangan foto : saat aksi donor darah di Kantor Kecamatan Jelbuk

Kamis, 21 Juli 2016 19:24

Bersama Rakyat, TNI Kuat

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Koramil 26 /0824 Jelbuk mendampingi masyarakat Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk dalam kerja bakti pelebaran jalan. Danramil 26 / 0824 Jelbuk berharap dengan adanya kerjasama ini roda perekonomian masyarakat Desa Sucopangepok semakin sejahtera.

Kegiatan ini bermaksud untuk menjalin kebersamaan antara TNI dengan rakyat, sesuai dengan motto “Bersama rakyat TNI kuat”. “Sejarah membuktikan bahwa perjuangan TNI sejak merebut kemerdekaan selalu bersama rakyat, sampai sekarang dan masa yang akan datang TNI akan selalu bersama rakyat.” Papar Danramil 26 / 0824 Jelbuk, Kapten Inf Agus Harijanto disela-sela kegiatan kerja bakti, Selasa (02/02).

Selanjutnya Serma Farid Gunawan, salah satu personel Koramil 26 / 0824 Jelbuk Yang ikut dalam kerja bakti menambahkan, selain menjalin hubungan lebih erat dengan rakyat, kerja bakti pelebaran jalan ini bermaksud mempermudah dan melancarkan akses masyarakat Desa Sucopangepok yang berada di Dusun Lengkong dan Dusun Karang Anyar untuk menuju Balai Desa Suco Pangepok yang merupakan pusat pemerintahan desa.

Sekitar 66 warga setempat yang turut dalam kerja bakti, Sedangkan Koramil 26 / 0824 Jelbuk menerjunkan 7 orang anggotanya dan dipimpin langsung Danramil 26 / 0824 Jelbuk. Para pekerja kerja bakti dengan sasaran pelebaran jalan setapak dari Dusun Karang Anyar menuju Dusun Lengkong Desa Suco Pangepok dengan panjang diperkirakan mencapai 1200 Meter nampak bekerja dengan semangat, tulus dan tanpa lelah.keterangan foto : suasana saat TNI dan Rakyat kerja bhakti di Desa Sucopangepok, Jelbuk

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Sekitar pukul 4.30 dini hari, kakek sebatangkara warga Jalan Manggar Gang Nusa Indah Lingkungan Gebang Poreng Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang ditemukan tewas tergantung di tempat kediamannya, Kamis (17/03). Tri Kasmani alias Karnyoto ditemukan oleh Bunaken yang tak lain tetangga Karnyoto.

“ Karnyoto belakangan ini memang terlihat kondisinya sedang sakit. Saya sering mengantarnya berobat ke mantri, bahkan bukan hanya sekali-dua kali,” ungkap Bunaken (55 tahun) ketika ditemui wartawan Independent New.Com di tempat kediamannya.

Bunaken juga mengatakan jika pada pagi itu dirinya ingin membangunkan korban untuk memandikannya dengan air hangat dan menyiapkan segelas susu yang biasa istrinya lakukan. Namun saat ia mengintip dari celah-celah dinding bambu rumah Karnyoto, dirinya terkejut bukan main sebab kakek sebatangkara tersebut sudah menggantung, terangnya.

Pasca menemukan kondisi Karnyoto yang menggantung, pria kelahiran Kecamatan Bangsal, Kabupaten Jember ini langsung menghubungi RT, RW, pihak Kelurahan dan pihak Kepolisian Sektor Patrang. “ Terkait penyakit yang diderita Karnyoto sepertinya ia menderita prostat, sebab ia sering menderita sakit perut dan pada saat kencing air kencingnya tidak lancar. Mungkin karena ia seorang diri sehingga ia kurang terawat,” Imbuh pria berputra tiga pada wartawan.

Pihak RT dan RW sudah menghubungi pihak kerabat korban yang ada di Tulungagung dan Madura , informasinya mereka sudah meluncur ke jember. Jika tidak ada kerabat keluarga korban datang, pihak perangkat lingkungan gebang poreng sudah menyiapkan lokasi pemakaman di daerah pemakaman RKK RW 15 Gang Yayasan Al Aziz, Gebang, ungkap Bunaken.

Saat ini pihak Polsek sudah membawa jasad korban untuk diutopsi. “ Saya hanya bisa mendo’akan semoga amal baik Karnyoto diterima oleh ALLAH SWT, diampuni dosa-dosanya dan diberi tempat yang layak disisi-NYA.” Pungkasnya.

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember – Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kabupaten Jember selain pengelola hasil karet dan cengkeh juga mengelola kopi. Kali ini PDP Kabupaten Jember mengembangkan usaha kopinya dengan memproduksi kopi jenis premium.

“Kopi jenis premium yang diproduksi PDP Jember sudah didistribusikan di beberapa hotel dan restoran serta bandara di Kabupaten Jember. Dan kopi PDP Jember ditanggapi secara bagus oleh para pecinta kopi kelas atas.” Jelas Eming Agus Hidayat, Kabag Pemasaran PDP Jember ketika ditemui wartawan di kantornya, Rabu (11/05).

Eming juga menyampaikan jika pihaknya akan terus berinovasi untuk mengembangkan hasil produksi kopi premium ini agar juga didistribusikan di luar Kabupaten Jember. Sebab menurutnya kopi milik PDP Jember memiliki kualitas tinggi dan rasanya unik.

Selain kopi jenis premium, PDP Jember juga gencar memproduksi kopi jenis lain, seperti kopi yang dihasilkan oleh Kebun Gunung Pasang yang beraroma coklat serta kopi Kebun Sumber Pandan yang memiliki rasa asam dan nyaris rasanya mendekati rasa Arabika, imbuhnya.KETERANGAN FOTO : Eming Agus Hidayat, Kabag Pemasaran PDP Jember

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember – Menghadapi musim tanam tembakau untuk tahun 2016 di Kabupaten Jember, Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Jember, menghimbau para petani tembakau untuk mengurangi volume tanamnya. Sebab menurut ia pada tahun ini kebutuhan pabrikan terhadap tembakau di Kabupaten Jember menurun.

“Untuk tembakau jenis Na-oogst tanam awal, pabrik hanya membutuhkan 1763 ha, Na-oogst tradisional 412 ha, sedangkan untuk jenis Kasturi butuh 4900 ha, VO Rajang 1000 ha, dan untuk jenis White Barley hanya 500 ha saja, jadi kebutuhan seluruhnya cuman 8573 ha. Ini merosot jauh ketimbang tahun kemarin yang bisa mencakup 14.522 ha.” Terang Ir. Masykur, Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Jember kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/05).

Masykur juga menyampaikan jika pihaknya sudah berupaya sejak bulan April kemarin hingga sekarang untuk memberitahu para petani tembakau yang ada di Kabupaten Jember untuk mengurangi volume tanam. Sebab kebutuhan pabrik saat ini sedikit, ucapnya.

Pria kelahiran Situbondo ini juga menambahkan, terkait harga tembakau sebenarnya untuk saat ini masih stabil, tergantung dari kualitas dan kuantitas tembakau itu sendiri. Namun jika terjadi over produk yang jelas harganya pasti anjlok, sebab itu sudah hukum pasar, begitupun terhadap semua jenis komoditi, ungkapnya.

“Apa yang saya lakukan adalah sebatas himbauan, sedangkan penentunya adalah para petani itu sendiri. Kalau petani ingin untung, jangan tanam yang banyak, cukup sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Saya tidak bisa menahan petani untuk tidak menanam tembakau, sebab mereka dilindungi oleh undang-undang.” Pungkasnya.keterangan foto: Ir. Masykur, Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Jember saat ditemui wartawan

 

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Jajaran Polsek Jelbuk menangkap pelaku berinisial Im (22 tahun) warga Dusun Sudung Barat Desa Sukowiryo Kecamatan Jelbuk. Im diduga melakukan perbuatan pencabulan terhadap Mawar (nama samaran-red) gadis yang masih duduk di bangku SMP Rabu (18/05).

Dalam pengakuannya pada wartawan saat menemuinya di salah satu ruangan Polsek Jelbuk, Mawar mengatakan jika Im mencabuli dirinya pada 20 April 2016. "Im melakukan perbuatan bejat tersebut di ruang tamu saat kondisi rumah dalam keadaan sepi, "tuturnya.

Mawar berharap agar Im mengakui perbuatannya dan tidak mengulangi perbuatan cabul. AKP Subagio, SH, Kapolsek Jelbuk ketika dihubungi via seluler, Rabu (18/05) membenarkan adanya kasus pencabulan tersebut. Dan jajarannya sudah mengamankan Im (22 tahun), terduga pelaku pencabulan terhadap Mawar dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Sukowiryo Kecamatan Jelbuk.

Subagio juga menyampaikan jika hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap dugaan kasus pencabulan ini. “Jika mengacu pada hasil visum yang ada, menandakan bahwa terjadi pencabulan terhadap mawar, “terangnya.

keterangan foto : ibu korban pencabulan saat mengantar korban ke Polsek Jelbuk

 

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Salah satu produk dalam Nawa Karya Tama atau program unggulan yang dikumandangkan oleh Kapolres Jember, AKBP M. Sabilul Alief S.I.K. adalah Jember Police On-Line (Jempol). Jajaran Polres Jember berharap dengan adanya program Jempol bisa menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya lingkup wilayah hukum Polres Jember.

 “On-line saat ini merupakan sebuah kebutuhan pokok di era digital. Sudah tentu polisi harus hadir untuk menerima informasi dan melayani masyarakat on-line sekaligus menyampaikan informasi kinerja atau kegiatan kepolisian, seperti facebook, tweeter, instagram, website maupun whatsapp,” ucap Aipda Hadi Purnomo, Koordinator operator Jempol Polres Jember ketika ditemui diruangannya, Rabu (18/05).

Hadi Purnomo juga menyampaikan bahwasanya tugas Jempol memonitor setiap hari aktifitas masyarakat di media sosial, dengan hadirnya Polisi di dunia maya Kepolisian berharap mendapat respon positif dari publik. “ Alhamdulillah, hingga saat ini dalam setiap Polres Jember mengeluarkan postingan di medsos jarang terjadi koment negatif, justru banyak respon positifnya,” katanya.

Pria kelahiran Jember ini juga menambahkan, informasi ataupun laporan dari masyarakat dengan adanya program Jempol, pihak kepolisian bisa langsung menanggapinya. Seperti ada laporan di grup IWJ (salah satu grup di kontent facebook-red), operator Jempol langsung melapor ke kesatuan dan jajarannya langsung menindak-lanjuti, paparnya.

Selain itu Hadi juga menerangkan jika saat ini Polres Jember juga mengadakan program berbasis android, yakni program We Are Ready (WAR ) yang dilauncing kemarin oleh Kapolda Jatim. Program Jempol juga mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jatim sebagai humas favorit se-Jawa Timur saat Rakernis Polda Jatim, pungkasnya.

Operator Jempol Polres Jember diawaki 2 orang polwan, Bripda Mardiyani Frida dan Bripda Eno Marita. Kedua Polwan ini selalu humanis untuk melayani masyarakat di dunia medsos.

keterangan foto : Aipda Hadi Purnomo, Koordinator operator Jempol Polres Jember bersama jajarannya

 

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Ujian Sekolah (US) akhir Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Jember yang dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 18 Mei 2016 selesai dilaksanakan. Menurut Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pelaksanaan US akhir SD se-Kabupaten Jember tahun 2016 berjalan lancar.

 “Kurang-lebih 39.900-an siswa-siswi sekolah dasar se-Kabupaten Jember telah mengikuti ujian sekolah akhir 2016. Dan keseluruhan siswa-siswi tersebut tersebar di 1400-an SD/MI baik itu negeri ataupun swasta.” ungkap Achmad Yasin, Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Jember saat ditemui diruangannya, Kamis (19/05).

Ia juga berharap agar kedepan proses pelaksanaannya tetap lancar hingga hasil dari ujian sekolah akhir diumumkan. Pengumuman dari hasil pelaksaan ujian sekolah akhir SD rencananya akan dilaksanakan tanggal 25 Juni 2016 mendatang, pungkasnya.

keterangan foto : saat pelaksanaan US akhir di SDN Panduman 01 Desa Panduman, Jelbuk

 

lensarakyat.com-Suliyadi

Jember - Program pemerintah dengan menerbitkan KTP-El patut diacungi jempol, sebab dengan adanya KTP-El kejahatan dengan memalsukan identitas seperti KTP bisa terminimalisir. Sebab dalam KTP-El terdapat chip yang tersimpan data yang tidak bisa dipalsu.

Namun kecanggihan KTP-El yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) masih belum dirasakan seluruh masyarakat pelosok di Kecamatan Arjasa.

Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Arjasa mengeluh dengan lokasi geografis Kecamatan Arjasa yang berat menyebabkan beberapa masyarakat masih belum melakukan perekaman KTP-El, untuk itu pihaknya memohon kepada pemerintah untuk memfasilitasinya dengan KTP-El Mobile.

 “Kegunaan KTP-El Mobile bisa membantu masyarakat yang sudah berusia lanjut dan cacat yang tidak bisa hadir di kantor kecamatan untuk melakukan perekaman. Saat ini masyarakat yang sudah melakukan perekaman di Kantor Kecamatan Arjasa mencapai 75 persen, mungkin hal ini dikarenakan warga pelosok tidak butuh KTP, namun saat sudah memperoleh bantuan, seperti PKH, BLSM, baru mereka berbondong-bondong untuk mengurus KTP.” Jelas Pontjo Sutanto, SE, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Arjasa saat wartawan menemui dalam ruangannya, Kamis (19/05).

Pria kelahiran Bondowoso ini juga menambahkan, untuk Kecamatan Arjasa memang ada beberapa wilayah yang cukup berat sehingga masyarakat enggan datang untuk melakukan perekaman di kantor kecamatan, utamanya bagi masyarakat lanjut usia dan cacat. Jangankan untuk bayar ojek, buat makan sehari-hari saja susah. Namun pihaknya tetap berupaya untuk menghormati haknya sebagai warga negara guna mendapatkan KTP-El, ucapnya.

Pontjo juga berharap dengan adanya KTP-El Mobile ini bisa menyelesaikan sisa-sisa masyarakat yang masih belum melakukan perekaman. sehingga Kecamatan Arjasa bisa meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat terkait kebutuhan KTP-El. “Jika permintaan ini disetujui, saya juga meminta kepada pemerintah untuk menyalurkan tenaga / operator KTP-El Mobile tersebut, sebab di kecamatan kekurangan personel.” Pungkas pria lulusan STIE Kosgoro tahun 1989

 

AwalSebelumnya123456BerikutnyaAkhir
Halaman 1 dari 6