EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225380
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
810
819
5820
211697
19012
26664
225380

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:13
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Redaksi

 
Jember - Mengantisipasi kejadian teroris di Kabupaten Jember, jajaran Polres Jember dan Bhayangkari Jember menggelar buka puasa bersama di Rumah Dinas Kapolres Jember, Jalan Letjend Panjaitan no : 59 Jember, Jum'at malam (25/05). Buka puasa bersama yang dihadiri jajaran Forkopimda Jember, Imigrasi Kelas II Jember, Kemenag, para ulama, Baznas Jember dan tokoh masyarakat, sebelum berbuka acara diisi diskusi terkait upaya antisipasi teroris di Jember.
 
"Dalam giat buka bersama kita juga berdiskusi terkait antisipasi kejadian teroris beberapa waktu lalu. Kita juga mengajak elemen 3 pilar seperti Babhinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa untuk mengaktifkan lagi waktu 1 x 24 jam wajib lapor. Selain itu, kewaspadaan terhadap gerakan radikal dan warga Jember yang baru datang dari Suriah untuk diberi pembinaan," ungkap Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH dihadapan awak media, Jum'at malam (25/05).
 
Kapolres juga mengajak jajaran Lapas Kelas II A Jember untuk mengantisipasi ajaran radikalisme di dalam Lapas. "Saya juga berharap imigrasi juga melakukan pencekalan terhadap warga Jember yang akan bepergian maupun kembali dari daerah konflik seperti Suriah," tuturnya.
 
"Kita juga meminta tolong ke Kemenag Jember dan jajaran Kodim 0824 Jember untuk mensosialisasikan pembinaan kebangsaan ke pesantren - pesantren. Jadi kegiatan buka bersama ini murni untuk ibadah, bukan politik. Alhamdulillah hingga saat ini kondisi Jember kondusif," paparnya.
 
Sementara Ketua Baznas Jember, KH Misbah mengapresiasi langkah Kapolres Jember mengadakan buka bersama, sebab ini merupakan wujud antara ulama dan umara untuk memikirkan masyarakat. "Jika antara ulama dan umara itu baik, insyaAllah masyarakatnya juga akan baik," ucapnya.
 
"Hal ini sesuai sabda Rosullullah saw yang menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat adalah stabilitas keamanan, kesehatan dan kesejahteraan. Jika tiga point tersebut bisa terlaksana, insyaAllah kemakmuran masyarakat akan tercapai," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Memasuki H+9 Ramadan, minat belanja masyarakat terhadap Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Tanjung menurun. Menurut salahsatu pedagang Pasar Tanjung, penurunan minat membeli Bapokting seperti cabe tahun ini sangat signifikan.
 
"Pembeli tahun sekarang sepi, tidak seperti tahun kemarin. Jika dulu pembeli mampu membeli cabe hingga5 Kg setiap belanja, sekarang hanya membeli 1 Kg," ungkap salahsatu pedagang Pasar Tanjung, Hj Maria Ulfa (54) di tokonya, Jum'at (25/05).
 
Lanjut Maria, padahal menurutnya harga cabe saat ini menurun, jika kemarin cabe kecil harganya 30 ribu sekarang hanya 15 hingga 20 ribu. "Begitupula dengan harga cabe besar, kemarin harganya 30 ribu sekarang hanya 20 ribu," tuturnya.
 
"Yang dominan pembeli saya adalah pedagang kuliner seperti depot. Mungkin sepinya pasar saat ini karena banyak yang jadi pedagang, apalagi sekarang musimnya transaksi lewat on-line," pungkasnya. (Sul)
 
Jember - Selasa (15/05), tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember berinisial T kabur saat sidang di Pengadilan Negeri Jember. Dengan kesiapan jajaran Polres Jember, akhirnya buronan kasus Narkoba tersebut tertangkap di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (23/05).
 
"Saya apresiasi terhadap kinerja jajaran Polres Jember yang dikomando langsung Kapolres. Akhirnya tim pimpinan Kasat Narkoba Polres Jember berhasil menangkap kembali terdakwa kasus Narkoba, selanjutnya terdakwa akan kita sidang dalam tahap selanjutnya," ungkap Kasi Pidum Kejari Jember, Cahyo Madiastrianto SH MH, di Mapolres Jember, Kamis (24/05).
 
Cahyo juga menyampaikan, terdakwa kabur saat sidang pemeriksaan terdakwa. "Jadi selanjutnya terdakwa akan kita sidang dalam tahap penuntutan," ucapnya.
 
"Kedepan kita akan lebih tertib lagi dalam pengawalan terdakwa saat sidang. Terdakwa kabur karena dibantu peran serta istrinya," tuturnya.
 
Cahyo juga menambahkan, terdakwa akan ia tuntut 12 tahun berdasarkan berat sabu yang terdakwa bawa.
 
Sementara Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH  SIK MH menyampaikan jika terdakwa saat kabur sempat tinggal di Jember kemudian pindah ke Lumajang. "Sekitar 4 hari dari pelariannya terdakwa terbang menuju Provinsi Kalsel tempat tinggal saudaranya.
 
"Setelah kita menerima informasi terdakwa ada di Kalsel, tim pimpinan Kasat Narkoba, Kasi Pidum terjun ke Kalsel dan bekerjasama dengan tim Jatanras Polda Kalsel menangkap terdakwa beserta istrinya. Istri terdakwa terancam UU Narkotika terkait peran sertanya, ancamannya 7 tahun penjara," jelasnya. (Sul).
 
Gianyar - Petugas gabung Pemkab Gianyar berunsurkan Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) melakukan Sidak mendatangi hotel di Banjar Kedewatan Anyar Desa Kedewatan, Ubud. Dalam temuannya, ada salahsatu hotel yang pembangunannya tidak sesuai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
 
"Jadi tadi ada hotel yang bangunannya tidak sesuai IMB, ijinnya 3 lantai namun dalam realisasinya 4 lantai. Pelanggaran ini tentu berdampak terhadap pendapatan daerah, sebab per lantai ada pendapatannya," ucap Kepala Satpol PP Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa, Rabu (23/05).
 
Cok Agus juga mengatakan jika pihaknya siap memberi eksekusi sesuai rekomendasi PU dan DPMPPTSP. "Karena hotel tersebut sudah memiliki IMB, maka kita tunggu keputusan PU dan perijinan," ungkapnya. (Ross).
 
Jember - Sutikno (45), warga Dusun Krajan Desa Suren Kecamatan Ledokombo ditangkap jajaran Polres Jember di kediamannya, Rabu (23/05). 3,5 Kg black  powder, 5 Kg kertas dan 42 selongsong petasan sejumlah ukuran dijadikan barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersangka.
 
"Tersangka kita amankan saat operasi pekat karena kedapatan memiliki dan menjual bahan peledak jenis petasan. Kita berharap dengan adanya operasi pekat ini, masyarakat yang menjalankannya ibadah di bulan Ramadan tidak terusik bunyi petasan," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH di Mapolres Jember, Kamis (24/05).
 
Kapolres juga menambahkan, tersangka terjerat UU darurat no 12 tahun 1951. "Ancaman hukumannya ialah hukuman mati, seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun," tuturnya.
 
"Untuk asal - usul black powder atau mesiu yang tersangka miliki masih kita dalami. Sudah ada 5 tersangka yang sudah kita amankan terkait kepemilikan black  powder," sampainya.
 
Kapolres juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat Jember agar jangan sampai memproduksi, memperjual-belikan dan menggunakan petasan, karena hal tersebut melanggar UU," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Setelah mendengar informasi dari warga ada peredaran rokok tanpa pita cukai di Dusun Jatian Desa Pondokdalem Kecamatan Semboro, Rabu (23/05), jajaran Polsek Semboro langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Dari hasil penyelidikan tersebut, kepolisian mengamankan warga Semboro berinisial M (40) dengan barang bukti 578 slop rokok tanpa pita cukai.
 
"Tersangka menjual rokok tanpa pita cukai sudah sekitar 3 - 4 bulan. Dan rokok tanpa pita cukai tersebut tersangka dapat dari 3 sumber yang kini masih kita dalami dan akan kita koordinasikan dengan bea cukai," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, saat press  confrence di halaman Mapolres Jember, Kamis (24/05).
 
Kusworo juga menyampaikan bahwasanya tersangka menjual rokok tanpa pita cukai ke warung - warung dengan menggunakan sepeda motor. "Dari 578 slop rokok tanpa pita cukai yang kita amankan terdiri dari 10 merk," tuturnya.
 
"Tersangka kita jerat Pasal 54 UU 39 Tahun 2007 atas perubahan UU no 11 tahun 1995 tentang cukai. Dan ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Munculnya aksi teroris dan menjamurnya paham radikalisme di Indonesia memperketat jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Jember menyeleksi pemohon paspor tujuan negara seperti Suriah dan Pakistan. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember, Kartana SH, hingga saat ini jajarannya belum menemukan pemohon paspor terindikasi pelaku teroris.
 
"Jadi sebelum pemohon kita buat paspor, terlebih dahulu kita lakukan wawancara. Jika ternyata tujuannya negara - negara konflik dan tidak jelas, maka kita lakukan antisipasi," ungkap Kartana, di kantornya, Rabu malam (23/05).
 
Kartana juga menyampaikan, selama ini jajarannya tidak membuatkan paspor ijin bekerja untuk tujuan negara timur tengah, sebagaimana larangan pemerintah. "Yang kita buatkan hanyalah untuk masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh atau haji," tuturnya,
 
"Jika gelagat pemohon paspor mencurigakan, langkah kita mengecek dokumennya, seperti KK, KTP dan lain - lain. Jika ternyata dokumen Administrasi kependudukannya juga mencurigakan, maka kita akan berkoordinasi dengan Kantor Dispendukcapil untuk mengecek keabsahan dokumen tersebut," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Rabu (23/05), jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember memusnahkan sejumlah barang bukti kejahatan dari 70 perkara. Pemusnahan yang terselenggara di halaman Kantor Kejari Jember, kali ini juga dihadiri Kepala Pengadilan Negeri Jember,  Bambang Pramudi dan jajaran Polres Jember.
 
"Pemusnahan ini sesuai surat keputusan PN Jember agar BB tindak kejahatan yang dirampas untuk dimusnahkan. Kita berharap dengan pemusnahan ini, para terdakwa tidak bisa mempergunakan lagi barang tersebut, sebab berbahaya," ungkap Kepala Kejari Jember, Ponco Hartanto, Rabu (23/05).
 
Lanjut Ponco, sejumlah BB yang dibakar diantaranya berupa obat terlarang, perangkat alat judi, uang palsu dan Sajam. "Untuk perangkat judi yang kita bakar berupa papan cap jie kie, kartu domino, kartu remi, dadu dan rekapan Togel," sampainya.
 
"Jenis pil yang kita bakar seperti Dextromethorpan sebanyak 5.705 butir dan jenis Trihexyphenidil sebanyak 15.920 butir. Untuk uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak 54 bendel juga kita bakar," jelasnya. (Sul).
 
Jember - Rabu (23/05) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember melaksanakan giat pelipatan kertas suara Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 di Jalan Imam Bonjol 62 Jember. Terlihat Kapolres Jember bersama jajaran memantau langsung proses pelipatan kertas suara Pilkada Jatim 2018.
 
"Saat ini yang mengikuti pelipatan kertas suara Pilkada Jatim untuk wilayah Jember 215 orang. Untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan kita menempatkan 50 personil di lokasi pelipatan kertas suara," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, di lokasi pelipatan kertas suara, Rabu (23/05).
 
Lanjut Kapolres, untuk menjaga kondusifitas proses pelipatan kertas suara, personil kepolisian bekerja dengan terbagi 3 shift dalam 24 jam. "Adapun personil kepolisian yang menjaga terdiri dari 30 personil laki - laki dan 20 personil perempuan," jelasnya.
 
"Selain kesiap-siagaan personil, CCTV juga kita persiapkan untuk menjaga kertas suara. Kita juga akan mengawal kertas suara hingga ke PPK," terangnya.
 
Kusworo juga berharap kepada para pekerja pelipat kertas suara agar jangan sampai melakukan upaya curang. Jika ada temuan kecurangan, maka akan kita tindak sebagaimana undang - undang yang berlaku," pungkasnya.
 
Sementara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPUD Jember, Ahmad Hanafi juga menambahkan, 215 pelipat kertas suara akan bekerja hingga 5 hari kedepan. "Jumlah surat suara yang dilipat hari ini sesuai kebutuhan kita, yakni jumlah DPT + 2,5 persen," tuturnya.
 
"Jumlah total surat suara yang dilipat sekitar 1,8 juta kertas suara. Sementara penambahan 2,5 persen merupakan kertas suara cadangan untuk mengantisipasi para pemilih yang belum tercover DPT," pungkasnya. (Sul).
 
Denpasar - Oknum pramugari berinisial MMS (27) ditangkap tim Reskrim Polsek Kuta karena disinyalir terlibat Narkoba, kini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Denpasar, Senin (21/05). Dalam pelimpahan tahap dua tersebut, petugas menyerahkan barang bukti dan tersangka.
 
"Oknum pramugari berinisial MMS berdomisili di wilayah Jakarta Selatan. Dalam berkas ditulis jika tersangka ditangkap seorang diri di Anika House, kamar nomer 4, Jalan Gunung Lumut 26 D, Denpasar Barat," ungkap Kasi Pidum Kejari Denpasar, Arief Wirawan, Senin (21/05).
 
Lanjut Arief, dalam penggeledahan petugas menemukan 2 plastik serbuk putih yang mengandung sediaan Narkotika jenis Kokain seberat 0,37 Gram di dompet tersangka. "Petugas juga menemukan 1 strip berisi 4 butir Dumolid, mengandung sediaan Klonazepam yang merupakan jenis obat terlarang psikotropika," jelasnya.
 
"Menurut pengakuan tersangka, Kokain ia beli dari seorang teman lelakinya, FH seharga 2 juta. Sementara Dumolid ia beli seharga 110 ribu di salah satu apotik di kawasan Denpasar," tuturnya.
 
Arief juga menambahkan, sementara sabu yanh disembunyikan di balik hiasan dinding merupakan sisa pakai saat bersama FH. tersangka didakwa Pasal 112 ayat 1 atau Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 UU no 35 tahun 2209, ancamannya hukuman penjara maksimal 12 tahun," pungkasnya. (Ndrik).
Halaman 1 dari 97