EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224707
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
137
819
5147
211697
18339
26664
224707

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Jember - Mendengar laporan bahwa akan ada seseorang akan mengeksekusi rumah Moch Mochtar, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 8 Kecamatan Sukowono, jajaran pengurus dan anggota LSM Gagak Hitam merapatkan barisan. Ketua LSM Gagak Hitam, Abdul Haris Alfianto mengatakan bahwa dalam proses lelang rumah Moch Mochtar terkesan ada kejanggalan, untuk itu jajarannya mengawal dan mengamankan rumah Moch Mochtar.
 
"Kedatangan kami kesini untuk mengawal dan mengamankan rumah Moch Mochtar. Berdasarkan informasi, seseorang bernama Agustinus hari ini mensomasi penghuni rumah yang kami amankan ini agar mengosongkan rumahnya," ungkap Abdul Haris Alfianto atau pria yang kerap dengan sapaan Alvin kepada awak media, Senin (22/01).
 
Lanjut Alvin, Agustinus boleh melakukan pengosongan asal ada eksekusi dari pengadilan. "Jadi jangan melakukan pengosongan rumah ala koboi - koboian, kalau model koboi akan saya layani," tegasnya.
 
"Kami akan terus mengawal permasalahan ini, jika pelaku melakukan tindakan melawan hukum. Berdasarkan informasi dari pengadilan, rumah yang kami amankan ini masih belum ada eksekusi ulang," jelasnya.
 
Alvin juga menambahkan, jika Agustinus ingin menguasai kembali rumah ini harus melakukan gugatan baru. "Pasalnya penghuni sudah menempati rumah yang kami amankan ini sudah sekitar dua tahun," tuturnya.
 
"Sepanjang tidak ada keputusan dari pengadilan terkait somasi pengosongan rumah ini maka kami akan tetap melawan. Jadi kami hanya meminta keadilan, mana mungkin rumah seharga satu milyar terjual seharga 300 juta," sampainya.
 
"Dan permasalahan ini sudah kami ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kember dengan nomer surat 13/PDT.G/2018/PN Jember tentang gugatan perbuatan melawan hukum," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Minggu (21/01) anggota dan pengurus Info Warga Jember (IWJ) Korwil 8 - 9 menggelar rakor serta lelang pakaian dan sandal di balai Desa Subo Kecamatan Pakusari. Seusai melakukan pelelangan hasil donasi dari Mall Golden Market Jember, jajaran komunitas  IWJ Korwil 8 - 9 menyalurkan uang hasil penjualan lelang ke kaum dhuafa.
 
"Kali ini kita melakukan lelang pakaian dan sandal di balai Desa Subo, selanjutnya hasil penjualan kita donasikan ke warga miskin. Lelang yang kita lakukan ini agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan penerima donasi, pasalnya bantuan yang kita terima berupa pakaian dan sandal," ungkap Nuryadi, 32 (tahun) Wakil Korwil IWJ 8 - 9 sekaligus Korcam Ledokombo, kepada awak media, Minggu (21/01) di balai Desa Subo.
 
Lanjut Nuryadi, bantuan yang kita terima dari Mall Golden Market sebanyak 6 dus, dan peserta lelangnya mayoritas anggota IWJ Korwil 8 - 9. "Dalam proses lelang ini saya hanya ingin membudayakan rasa menolong terhadap sesama, sebab jika kita membeli secara lelang pasti harganya mahal," ungkapnya.
 
Sementara itu Fitriyatun Navilah, salahsatu warga Desa Subo yang kebetulan ikut pelelangan mengapresiasi langkah jajaran komunitas IWJ Korwil 8 - 9 yang telah melakukan aksi peduli terhadap kaum dhuafa dengan menggelar aksi lelang. Menurutnya aksi lelang komunitas IWJ Korwil 8 - 9 patut menjadikan contoh bagi komunitas lainnya, hal ini untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
 
"Semoga kedepannya komunitas IWJ khususnya Korwil 8 - 9 kedepan lebih kompak lagi untuk membantu sesama," tuturnya.
 
Sedangkan Jumari (42 tahun), warga Dusun Karangsadang Desa Subo, salah satu penerima donasi hasil penjualan lelang komunitas IWJ Korwil 8 - 9 mengaku bersyukur atas bantuan dari komunitas IWJ Korwil 8 - 9. "Terimakasih atas bantuan uang dan Sembako-nya, semoga para penyumbang dan komunitas IWJ Korwil 8 - 9 mendapatkan keselamatan dunia akherat dan mendapatkan tambahan rejeki," pungkas pria yang tinggal di sebuah rumah berdinding bambu berlantai tanah yang hanya seukuran 5 M X 4 M.
 
Berdasarkan data terhimpun, IWJ Korwil 8 - 9 meliputi Kecamatan Pakusari , Mayang, Silo, Mumbulsari, Sukowono, Kalisat, Sumberjambe dan Ledokombo. (Sul).

Denpasar - Tersangka jambret anak SD berinisial ST (9 tahun) yang tinggal di wilayah Denpasar Selatan berhasil dibekuk jajaran Mapolsek Denpasar Selatan (Densel). Korban yang masih duduk di kelas IV SD ini dijambret telepon genggamnya saat pulang sekolah.

"Dua tersangka menjambret saat korban tiba di depan rumahnya. Tersangka datang sambil mengendarai sepeda motor Honda Beat Putih," ungkap Kanit Reskrim Mapolsek Densel, Iptu Bangkit Dananjaya, Jum'at (19/01).

Lanjut Kanit Reskrim, menjambret handphone, tersangka melarikan diri dengan masuk ke gang - gang untuk menghilangkan jejak. "Tersangka langsung menarik handphone korban dan selanjutnya kabur dengan mengendarai sepeda motor," jelasnya.

"Dua tersangka jambret yakni Komang Suarjaya alias Mangkok (19 tahun) dan Andre Stansa (19 tahun), kini sudah kita amankan. Dalam aksi menjambret anak SD, kedua pelaku berbagi tugas, Mangkok pengemudi sepeda motor dan Andre bertugas merampas barang milik korban," jelasnya.

Bangkit Dananjaya juga menyampaikan bahwa telepon genggam hasil jambretnya itu kemudian tersangka jual melalui media sosial. "Telepon genggam korban laku terjual dengan harga 500 ribu Rupiah dan langsung dibagi dua," terangnya.

"Uangnya habis tersangka gunakan untuk belanja dan makan - makan," pungkas Iptu Bangkit Dananjaya. (Ndrik).

 
           
Denpasar - Sabtu (13/01) sekitar pukul 22.30 Wita jajaran Ditreskrimum Mapolda Bali menggerebek tempat judi dingdong di Jalan Setiabudi No 234 Kecamatan Kuta, Badung. Dalam penggerebekan tersebut kepolisian berhasil mengamankan 14 orang yang kini berstatus tersangka.
 
Sementara pemilik arena judi dingdong berinisial SN berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi. Dari TKP, polisi juga mengamankan 60 unit mesin judi dingdong serta ratusan voucher.
 
"Pengungkapan judi dingdong ini berawal dari hasil penyelidikan anggotanya di lapangan. Informasi yang beredar diketahui ada pagelaran judi ketangkasan alias dingdong di lokasi Ruko berlantai tiga di Jalan Setiabudi," ungkap Wadir Reskrimum Mapolda Bali, AKBP Sugeng Sudarso, Senin (15/01).
 
Lanjut Sugeng, selanjutnya kepolisian membentuk tim untuk mengungkap kasus ini. "Setelah melakukan pendalaman dan menggali informasi, terungkap bahwa Ruko yang berlantai tiga itu terdapat arena judi dingdong yang terletak di lantai dua," jelasnya.
 
"Bahkan untuk mengelabui petugas, pemilik sengaja membuka tempat spa di lantai satu dan tiga. Selama seminggu kepolisian melakukan penyelidikan sebelum penggerebekan," terangnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, para tersangka yang berhasil diamankan kepolisian berinisial HAR (44) (Manager), GUN (45) (Pengawas), NUK (36), INDI (29) dan PIN (25) (Kasir), DIA (22), YUD (29), BAR (24), IW (20), ISN (31), KOM (30), MI (20), DW (48), dan ER (37) (selaku Wasit). Sementara pemain berinisial ACH, BUG, WAR, ERS, YUL dan IM. status ditetapkan sebagai saksi oleh kepolisian. 
 
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 60 unit mesin dingdong, 27 bandel voucher berisi 1.000 poin, 16 cicin emas dengan nilai poin masing-masing 1.000, 77 bandel vocher masing-masing 100 poin, uang tunai 10 juta Rupiah .Masing-masing tersangka akan dijerat dengan pasal 303 Junto Pasal 2 UU RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun kurungan penjara. (Ross).
 
Jember - Untuk menindaklanjuti pengembangan status Bandara Notohadinegoro Jember menjadi Bandara Antara Embarkasi, jajaran Pemkab Jember, PTPN XII, Kemenhub RI dan tim Angkasa Pura II mengadakan rapat koordinasi di pendopo bupati, Senin (15/01). Adapun salah satu agenda rapat koordinasi tim akselerasi pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember kali ini membahas inventarisasi aset.
 
Kepala Kantor Otoritas Bandara III Surabaya, Dadun Kohar mengatakan, untuk meningkatkan status Bandara Notohadinegoro Jember menjadi Bandara Antara Embarkasi ada tahapannya. "Hari ini kita rapat membahas aset, dokumen perencanaan dan lain - lain," ucapnya.
 
"Setelah pertemuan ini saya harap ada gambaran dan perkiraan kapan survey kita mulai. Karena untuk meningkatan status bandara, perlu teknis detail," tuturnya di Pendopo Bupati Jember.
 
Sementara di lokasi yang sama, Bupati Jember, dr Hj Faida MMR menyampaikan, untuk mengembangkan Bandara Notohadinegoro Jember sebagai Bandara Antara Embarkasi, kita akan melakukan  beberapa langkah secara detail bersama tim Kemenhub, Angkasa Pura II dan PTPN XII. "Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi hal - hal yang bisa menghambat proses pengembangan bandara," ucapnya.
 
"Kedatangan tim Kemenhub RI juga untuk melengkapi master plan pembangunan bandara embarkasi umroh - haji," jelasnya. (Sul).
 
Jember - Guna pemenuhan ruang di lingkungan Kantor Desa Jatian, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatian Kecamatan Pakusari melakukan rehabilitasi melalui anggaran ADD 2017 dan ADD 2018. Untuk tetap memberikan pelayanan selama kantor dalam perbaikan, Pemerintah Desa Jatian memindahkan aktivitasnya di rumah kepala desa.
 
"Untuk rehab melalui anggaran ADD 2017 sudah kita realisasikan, anggarannya mencapai 205 juta Rupiah. Namun kantor masih belum bisa kita tempati sebab masih menunggu anggaran ADD 2018," ungkap Sekdes Jatian, Elfa Gustwininda di Kantor Desa Jatian sementara, Senin (15/01).
 
Lanjut Elfa, sebelum merehab kantor kita sudah mengambil keputusan untuk  pindah sementara di rumah Kades. "Adapun rencana rehab Kantor Desa Jatian rencananya untuk pembangunan ruang Kades, PKK, Babinsa, Babhinkamtibmas dan ruangan staff desa. 
 
"Saya berharap anggaran ADD Jatian tahun 2018 segera cair agar proses rehab kantor cepat selesai," tuturnya. (Sul).
 
Jember - Untuk pemenuhan ruang di lingkungan Kantor Desa Jatian, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatian Kecamatan Pakusari melakukan rehabilitasi melalui anggaran ADD 2017 dan ADD 2018. Untuk tetap memberikan pelayanan selama kantor dalam perbaikan, untuk sementara Kantor Desa Jatian pindah di rumah kepala desa.
 
 
"Untuk rehab melalui anggaran ADD 2017 sudah kita realisasikan, anggarannya mencapai 205 juta Rupiah. Namun kantor masih belum bisa kita tempati sebab masih menunggu anggaran ADD 2018," ungkap Sekdes Jatian, Elfa Gustwininda di Kantor Desa Jatian sementara, Senin (15/01).
 
 
Lanjut Elfa, sebelum merehab kantor kita sudah mengambil keputusan untuk  pindah sementara di rumah Kades. "Adapun rencana rehab Kantor Desa Jatian rencananya untuk pembangunan ruang Kades, PKK, Babinsa, Babhinkamtibmas dan ruangan staff desa. 
 
"Saya berharap anggaran ADD Jatian tahun 2018 segera cair agar proses rehab kantor cepat selesai," tuturnya. (Sul).
 
Denpasar - Tim gabungan kepolisian yang terdiri dari jajaran Mabes Polri, CTOC Polda Bali dan Dit Reskrimsus Polda Bali menggerebek markas sindikat kejahatan cyber internasional, Kamis pagi (11/01). Pelaku yang mayoritas Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok, Malaysia dan Taiwan melakukan aksinya dengan modus penipuan dan pemerasan.
 
Selain mengamankan 64 warga asing pria dan wanita itu, komputer, laptop, HP, mesin printer, dokumen, paspor dan koper juga polisi amankan. Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran target penggerebekan, tim gabungan pertama menggerebek lokasi di Jalan Tukad Badung XXI No.22, Panjer, Renon, Denpasar, yang kedua  menggerebek lokasi di Jalan Sahadewa Komplek Pecatu Indah Resort A1/47 Kuta Selatan. Sedangkan lokasi penggerebekan ketiga oleh polisi berlokasi di Jalan Darmawangsa Gang Kutuh 2 No. IX Kuta Selatan.
 
Markas jaringan penipuan via online ini sudah seminggu menjadi target operasi tim Gabungan Mabes Polri. Hal ini terungkap setelah kepolisian Tiongkok menghubungi Mabes Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap pelaku warga Tiongkok yang bersembunyi di Bali.
 
Kepolisian juga melibatkan anjing pelacak K9 dalam aksi penggerebekan di markas jaringan sindikat penipuan cyber international. Di lokasi penggerebekan Jalan Tukad Badung XXI No.22, Panjer, Renon, petugas mengamankan sejumlah orang yang terdiri dari 5 perempuan, seorang sopir asal Jawa Timur, 1 warga Malaysia dan 18 warga Tiongkok.
 
Sementara penggerebekan di Jalan Darmawangsa Gang Kutuh 2 No. IX Kuta Selatan, petugas mengamankan 22 orang pelaku. Dan di Jalan Sahadewa Komplek Pecatu Indah Resort A1/47 Kuta Selatan, petugas mengamankan 17 orang pelaku yang seluruhnya berwarganegara Tiongkok.
 
“Jadi di tiga lokasi penggerebekan ada sekitar 64 warga asal Tiongkok, Malaysia dan Taiwan yang kami amankan. Mereka saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Direktorat Sabhara Mapolda Bali untuk kita catat identitasnya,” ungkap Wadir Reskrimsus Mapolda Bali, AKBP Ruddi Setiawan. (Ross).
 
Jember - Rabu (10/01) kemarin, lima anak yatim di Desa Suboh Kecamatan Pakusari mendapatkan bantuan sepasang kambing dari Dinas Sosial Jember. Kades Suboh mengaku sangat senang dengan adanya pemberian sepasang kambing untuk lima anak di desanya, sebab hal tersebut bisa membantu para anak yatim di Desa Suboh.
 
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali karena kelima anak yatim di desa saya mendapat bantuan kambing. Sedangkan yang turun untuk memberikan bantuan tersebut, bu Santi selaku Kepala Dinas Sosial Jember yang menyerahkan," ungkap Kepala Desa (Kades) Suboh, Yani Romyatun, di balai desa Suboh, Jum'at (12/01).
 
Lanjut Yani, pihaknya berharap agar bantuan kambing ini terus berkembang dan membantu perekonomian anak yatim. "Saya apresiasi pemberian kambing ini, semoga tahun depan Desa Suboh mendapat tambahan kuota untuk penerima bantuan," tuturnya.
 
"Kemarin yang kita ajukan 36 anak namun yang mendapat bantuan 5 anak. Semoga tahun depan sisanya mendapatkan bantuan kambing juga dari bupati," pungkasnya. (Sul).
 
Denpasar - Pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali, Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai dijadikan sebuah nama untuk Kapal Perang RI. Kapal perang KRI I Gusti Ngurah Rai - 332 dikukuhkan dengan upacara adat Bali di Pelabuhan Benoa Bali. 
 
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara tradisi pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai - 332. Pengukuhan KRI jenis Kapal Perang Perusak Kawal Rudal ditandai dengan pemercikan Ritha atau air suci dan menorehkan simbol-simbol pada kapal. 
 
"Penyematan nama I Gusti Ngurah Rai untuk mengenang keberanian pahlawan Bali dalam perang Puputan bersama Pasukannya yang bernama Ciung Wanara," ungkap Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu (10/01).
          
Hal senada juga disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dikatakan olehnya bahwa di Bali telah terjadi empat kali perang Puputan, salah satunya pertempuran melawan Belanda yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai di Banjar Kelaci, Kecamatan Marga, Tabanan. "Dalam peperangan itu menewaskan seorang jenderal Belanda, namun Pasukan Ciung Wanara pimpinan I Gusti Ngurah Rai juga tidak ada yang tersisa," tuturnya.
 
"Mereka gugur dalam dalam mempertahankan tanah Pulau Dewata dari penguasaan Belanda. Saat itu usia I Gusti Ngurah Rai baru 29 tahun," ucapnya.
 
"Kami ingin Komandan dan kru KRI I Gusti Ngurah Rai mewarisi keberanian seperti beliau,” pungkas Pastika.
 
Berdasarkan data terhimpun, KRI I Gusti Ngurah Rai merupakan kapal yang mampu membawa 120 kru. Kapal Perusak Kawal Rudal ini memiliki kemampuan untuk perang empat Matra, perang permukaan sesama kapal, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur dan perang elektronika.
 
Kapal ini sekaligus memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang lawan. (Ndrik).