EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224679
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
109
819
5119
211697
18311
26664
224679

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:47
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Jember - Santernya desas - desus produksi daun talas rajangan menjadi bahan campuran pembuatan rokok meresahkan sebagian masyarakat wilayah Jember Utara. Setelah tim lensarakyat.com mendatangi dua lokasi tempat merajang daun talas, yakni di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa dan Desa Kamal Kecamatan Arjasa, ternyata daun talas rajangan tersebut sebagai bahan pembuat kompos.
 
"Rajangan daun talas ini setelah kering kita kirim ke Banyuwangi, selanjutnya diekspor ke Australia untuk diproses jadi kompos. Kami melakukan usaha merajang daun talas ini sudah berjalan sekitar 3 bulan," ungkap B Nasal, warga Dusun Tegalbago Desa Arjasa Kecamatan Arjasa di kediamannya, Selasa (08/05).
 
Lanjut B Nasal, selain daun talas, daun Pepaya dan daun Jabon juga ia beli untuk selanjutnya dirajang. "Daun tersebut kita rajang kemudian kita jemur hingga kering, setelah kering kita bal layaknya daun tembakau rajangan," tuturnya.
 
"Tiap malam kita bisa merajang 8 Kuintal daun talas. Kita beli daun talas yang masih hijau ke pencari daun talas seharga 50 ribu / Kuintal," pungkasnya. (tim).
 
Jember - Ratusan warga wilayah Kecamatan Kalisat terlihat berjubel untuk mengurusi beberapa Administrasi Kependudukan (Adminduk) seperti KK, KTP, Suket dan akte kelahiran di balai Desa Sebanen Kecamatan Kalisat, Jum'at (04/05). Pelayanan Adminduk yang digawangi Kantor Dispendukcapil Jember dalam program on the spot, tidak ada biaya alias gratis sebagaimana arahan Bupati Jember, dr Faida MMR dan Wabup Jember, Drs KH Muqiet Arief.
 
"Saya ingin merevisi KK, menambahkan nama anak yang belum masuk dalam KK. Alhamdulillah berjalan lancar, ini saya menunggu proses jadinya KK," ucap Rudi (30), warga Dusun Sumbermalang Desa Ajung Kecamatan Kalisat di halaman balai Desa Sebanen, Jum'at (04/05).
 
Lanjut Rudi, selain cepat, pelayanan juga gratis, ia mengaku senang dengan adanya program on the spot Dispendukcapil Jember. "Saya cukup bawa KK asli dan mendapat formulir dari desa," tuturnya.
 
Hal senada juga Sekdes Sebanen, Ayu Fitrian Astin W, sampaikan, Pemerintah Desa Sebanen mengaku senang dengan adanya program on the spot Dispendukcapil Jember. "Untuk pembuatan KK langsung jadi, sementara bagi pengajuan baru KTP mendapatkan Surat Keterangan (Suket) langsung jadi juga," ungkapnya.
 
"Kalau pengajuan KIA masyarakat hanya mendapat tanda terima, saya tidak tahu kapan jadinya. Begitupula terkait proses Suket menjadi E-KTP dan pengajuan akte kelahiran saya juga belum tahu kapan selesainya," jelasnya.
 
Namun saat petugas Dispendukcapil Jember, Sartini, ditanya terkait proses jadi pembuatan KTP dalam kegiatan on the spot, ia enggan berkomentar. "Saya tidak bisa berkomentar tanpa ada perintah dari kepala dinas, coba hubungi beliau," katanya. (Sul).
 
Jember - Jajaran Pemerintah Desa  Nogosari Kecamatan Rambipuji akan menggelar Pilkades PAW untuk mengisi kekosongan kepala desa. Dengan prinsip dari yang terbaik untuk yang terbaik, panitia Pilkades PAW Nogosari optimis pelaksanaan Pilkades berjalan kondusif.

"Alhamdulillah meski kemarin sempat ada unjuk rasa terkait pelaksanaan ujian tes tulis, namun masyarakat Desa Nogosari masih kondusif. Kita akan melaksanakan Pilkades PAW pada Rabu (09/05) di balai Desa Nogosari," ungkap Ketua Panitia Pilkades PAW Nogosari, H Mohammad Kosim SPd (46), di ruangannya, Jum'at (04/05).

Mohammad Kosim juga menambahkan, ada sejumlah unsur yang memiliki hak suara untuk Pilkades PAW. "Hal ini sebagaimana prosedur, protap dan peraturan sebagaimana yang sudah ditetapkan," jelasnya.

"Dari hasil tes tulis kemarin sudah kita putuskan ada 3 orang yang namanya masuk perangkingan dengan nilai terbaik. "Pertama Osa Hosada pemilik nilai tertinggi pertama, Sugeng Mariyanto dengan nomer urut 2, sedangkan nomer urut 3 diraih Yudi Hermawan," jelasnya.

"Kekecewaan dalam demokrasi adalah hal biasa, dengan adanya unjuk rasa pada (30/04) saya jamin saat pelaksanaan Pilkades berjalan kondusif," pungkasnya. (Fan).

Sabtu, 05 Mei 2018 21:25

Putri Subari Akhirnya Pulang Rumah

 
Jember - Sekitar 1 bulan putri Subari berinisial H (15) meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, hingga Subari terpaksa lapor polisi terkait hilangnya anak keempat kesayangannya. Kini wajah Subari (55), warga Dusun Kulon Desa Sumberketempah Kecamatan Kalisat terlihat ceria, sebab putrinya sudah pulang rumah, Selasa malam (01/05) dalam keadaan sehat.
 
"Saya senang akhirnya putri saya sudah pulang, soalnya kemarin hilang dan saya tidak tahu posisinya ada dimana. Dengan kembalinya anak perempuan ini, hati saya sudah mulai tenang meski nafsu makan saya masih kurang baik," ucap Subari dengan logat Madura, di kediamannya, Jum'at (04/05).
 
Subari juga sempat kaget melihat anaknya tiba - tiba sudah ada di rumah. "Saya sudah 4 kali mendatangi Kantor Polres Jember terkait hilangnya putri saya, yang penting anak ke empat saya ini sudah pulang," ungkapnya.
 
"Rencananya anak saya akan saya sekolahkan SMP dulu setelah lebaran. Soalnya sekarang rugi kalau tidak punya ijasah SMP / SMA, soalnya kalau melamar pekerjaan, perusahaan pasti tanya ijasah," pungkasnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, putri keempat Subari terindikasi sudah menginjakkan kaki ke Malaysia. (Sul).
 
Badung - Puluhan anak didik lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Mekar dan PAUD Adyani, binaan Seni Asih (istri Bupati Badung, Giri Prasta - red) mendatangi Pos Damkar Badung, Jum'at (27/04). Menurut Seni Asih, kedatangannya kali ini ingin mengajak anak - anak yang ia didik untuk mengenal bahaya api dan mengantisipasi kebakaran sejak dini melalui simulasi.
 
"Dengan pengenalan bahaya kebakaran melalui simulasi, saya ingin wawasan mereka bertambah sejak dini. Kali ini anak PAUD kita beri informasi tentang kebakaran, bahaya kebakaran, penyebab kebakaran serta cara memadamkan api dengan karung goni basah, APAR dan selang kebakaran," ungkap Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, I Wayan Wirya SE MSi, Jum'at (27/04).
 
Lanjut Wayan Wirya, ternyata anak - anak menggemari saat keliling Puspem dengan menaiki mobil Damkar. "Sepertinya anak - anak memiliki gambaran bagaimana seorang pemadam kebakaran saat bertugas," ucapnya.
 
"Dalam simulasi, anak - anak kita kenalkan langsung aktivitas tim pemadam kebakaran dalam menjinakkan api. Sebelumnya mungkin mereka hanya melihat  aksi tim pemadam kebakaran melalui buku dan televisi," pungkasnya.
 
Sementara Kasi Penyuluhan Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, Luh Made Sugiarthi SS MHum menyampaikan, pelajaran yang kita sampaikan kali ini terkait bahaya dan antisipasi kebakaran, terutama terkait penggunaan alat pemadam kebakaran ringan. "Kita ajari mereka cara penggunaannya saat ada api," tuturnya.
 
"Harapan kami, setelah mereka tahu bahaya kebakaran, mereka tidak akan sembarangan bermain api," pungkasnya. (Ross).
 
Jembrana - Terindikasi penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh, I Putu Artika alias Arik (37), warga Lingkungan Awen Kelurahan Lelateng Kecamatan Negara menceburkan diri ke laut Pantai Pengambengan, Minggu (29/04). Akibatnya, nyawa pria pengguna cincin bertuliskan Peter inipun tidak bisa terselamatkan tim medis Puskesmas 2 Negara.
 
"Korban sempat kita rujuk ke RSUD negara untuk mengetahui sebab kematian korban. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dan merujuk keterangan pihak keluarga korban,  korban murni bunuh diri," ungkap Kanit I Reskrim Polres Jembrana, Ipda I Gede Alit Darma.
 
Lanjut Alit Darma, temuan surat wasiat dari korban memperkuat dugaan bahwa korban benar - benar bunuh diri. "Suratnya berisi bahwa korban tidak sanggup menahan sakit yang ia derita, dan iba melihat ibunya selalu terjaga merawat korban," ucapnya.
 
"Tidak ada tanda - tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Korban diketemukan oleh dua orang saksi yang kebetulan sedang bermain layangan di pantai saat sore hari," pungkasnya. (Ross).

 

Badung - Tim investigasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Badung mendatangi RS Kasih Ibu, Jalan Ray Uluwatu Kelurahan Kedonganan Kecamatan Kuta untuk mengecek kelengkapan TPS limbah B3 RS Kasih Ibu, Minggu (29/04). DLHK Badung memberi peringatan pengelola RS Kasih Ibu yang terindikasi tidak memiliki TPS B3 yang optimal.

"Kita memberi sanksi pihak RS Kasih Ibu karena tidak mengindahkan aturan yang pemerintah tetapkan. Kita sudah memberi peringatan awal berupa teguran dan pembinaan sejak 2014," ungkap Kadis LHK Badung, I Putu Eka Merthawan.

Merthawan juga menyampaikan, setelah jajarannya melakukan monitoring tanggal (27/04), ternyata RS Kasih Ibu Kedonganan masih belum memiliki TPS limbah B3. "Limbah B3 ada dua, medis dan non medis," ucapnya.

"Penanganan limbah TPS B3 sesuai dengan ketentuan UU nomer 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. RS Kasih Ibu Kedonganan harus memiliki TPS limbah B3," tegasnya.

"Jika dalam jangka waktu sebulan tidak memenuhi ketentuan UU, maka ijin lingkungan (UPL/UKL) kami bekukan," pungkasnya.

Sementara itu Direktur RS kasih Ibu Kedonganan, Kadek Dwi Cahyawan mengaku jika sebenarnya RS kasih ibu bukan tidak memiliki TPS limbah B3, cuman belum ia optimalkan secara maksimal. "Terkait limbah B3 kita sudah bekerjasama dengan pihak ketiga, dan kami sudah memiliki sistem," ujarnya.

"Dan dinas meminta kami untuk menyempurnakan lagi sistem yang sudah kami miliki. Saya harap kejadian ini tidak menjadi polemik, ini demi kenyamanan pelayanan kami," tuturnya. (Ndrik).

 
Jember - Bersamaan dengan HUT LSM Komando Gagak Hitam Perkasa ke 15, supporter Macan Gila mendeklarasikan diri di lapangan stadion Notohadinegoro, Kreyongan, Minggu (29/04). Abdul Haris Alfianto alias Alfin, selaku Ketua Supporter Macan Gila menyampaikan bahwasanya supporter Macan Gila kedepan fokus mensupport tim Persid U-17.
 
"Saya harap dengan adanya supporter Macan Gila, tim Persid U-17 akan menjadi tim profesional. Supporter Macan Gila sendiri elemennya berasal dari perpaduan antara supporter Bonex dan Aremania yang ada di Jember," ungkap Alfin, di stadion Notohadinegoro, Minggu (29/04).
 
Alfin juga menyampaikan, kepentingan kita untuk mensupport agar Jember semakin besar. "Untuk pendanaan kita nanti akan mengandalkan penjualan merchandise, sponsor dan dukungan para pengusaha untuk mengadopsi Macan Gila," pungkasnya. (Sul).
 
Badung - Tim investigasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Badung akan terus meng-crosschek asal - usul limbah yang ia temukan di Tukad Penataran, Desa Adat Peminge Kecamatan Kuta Selatan, Senin (23/04). Limbah yang muncul di dasar Tukad Penataran, mengalir melalui pipa 12 Dim yang tertanam di tanah.
 
"Tim kami sudah menemukan indikasi sumber limbah berbau busuk, berwarna putih dan berlendir di Tukad Penataran. Namun kita masih belum bisa memastikan dimana titik muara limbah yang timnya temukan tersebut, " jelas Kepala DLHK Badung, I Putu Eka Meethawan, Senin (23/04).
 
"Besok kita akan membawa cairan khusu untuk  membuktikan kadar racun dalam limbah tersebut. Kami akan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meng-crosschek jaringan pipa pembuang limbah berlendir tersebut," ucapnya. (Ross).
 
Denpasar - Sepulang kerja di Batu Bulan, Gianyar, I Komang Wiguna (33), tergiur dan mengambilnya saat melihat ada sebuah tas menggantung di sepeda motor di kawasan Jalan Wahidin, Denpasar, Jum'at (20/04). Namun apes menimpa I Komang Wiguna, pasalnya pencuri yang terindikasi amatir ini dengan mudah tertangkap jajaran Polresta Denpasar, Minggu (22/04).
 
"Wulan Olivia (23) berniat berbelanja di salahsatu toko di Jalan Wahidin, sebelum masuk toko ia menggantungkan tas miliknya di sepeda motor. Namun saat keluar toko korban kaget, pasalnya tas yang ia gantungkan sudah tidak ada di tempatnya," ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo, Minggu (22/04).
 
Lanjut Hadi Purnomo, kemudian korban berusaha menanyakan perihal tas miliknya ke warga sekitar, namun tidak ia temukan. "Kemudian korban mendatangi Mapolresta Denpasar untuk melaporkan kejadian tas miliknya yang hilang dan ternyata berisi barang - barang berharga dengan taksiran mencapai 11 juta Rupiah," tuturnya.
 
"Kemudian dengan cepat kepolisian bergerak, mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi kita mintai keterangan dan sejumlah CCTV kita analisa untuk mengungkap pelaku pencurian tas milik Wulan Olivia," terangnya.
 
Kapolresta juga menambahkan, Jum'at (20/04), ada informasi bahwa 2 buah HP milik korban yang berada di dalam tas hilang terindentifikasi berada di Jalan Mertajaya. "Setelah kita interogasi pemegang HP milik Wulan Olivia, ada pengakuan bahwa HP tersebut ia beli dari tersangka I Komang Wiguna," ucapnya.
 
"Selanjutnya petugas mengamankan 2 HP tersebut dan langsung mendatangi rumah tersangka di Jalan Gunung Agung, Denpasar, untuk membekuknya. Setelah kita interogasi ternyata tersangka mengakui perbuatannya, selanjutnya tersangka kita bawa ke Mapolresta untuk proses penyidikan lebih lanjut," terangnya. (Ndrik).