EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224706
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
136
819
5146
211697
18338
26664
224706

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Bangli - Kamis (19/04), seorang kakek bernama I Nengah Catra (78), warga Desa Kutuh Kecamatan Kintamani ditemukan gantung diri di rumahnya. Kematian kakek dengan seutas tali diduga depresi akibat penyakit epilepsinya tidak kunjung sembuh.
 
"Kasus kematian I Nengah Catra kini sudah ditangani unit Reskrim Polsek Kintamani. Dari hasil pemeriksaan korban murni bunuh diri, yakni terdapat bekas jeratan pada leher, lidah menjulur dan keluar kotoran dari anus," ungkap Kabag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Jum'at (20/04).
 
AKP Sulhadi juga menyampaikan, adapun alat bukti yang polisi amankan seutas tali yang korban gunakan untuk bunuh diri. "Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban menderita epilepsi dalam waktu lama, jadi dugaan kita korban depresi dengan penyakitnya tersebut," pungkasnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, I Nengah Catra hidup bersama cucu, I Ketut Nyana (24) dan menantunya, I Ketut Budarsa (43). (Ross).
 
Jember - Sekitar 190 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah (MHI) diwisuda yang berlangsung di halaman sekolah SMK yang beralamat di Jalan Balung no 27 Dusun Kedungsuko Kecamatan Bangsalsari, Kamis (19/04). Khidmat dan meriahnya prosesi wisuda di SMK MHI Bangsalsari diikuti 78 pelajar laki - laki dan 112 pelajar perempuan yang berunsur dari 3 jurusan.
 
Kepala Sekolah SMK MHI Bangsalsari, Mohammad Bashori seusai acara wisuda menyampaikan kepada awak media bahwasanya ada 190 pelajar yang mengikuti wisuda, mereka berasal dari tiga jurusan bidang keahlian, yakni meliputi Bisnis Manajemen (Bismen) yang terdiri jurusan pemasaran dan akuntansi, kemudian jurusan bidang teknologi komputer dan jaringan, yang ketiga Kelas Alfamart. "Kebetulan Kelas Alfamart yang kita wisuda hari ini merupakan angkatan pertama, dan ada sekitar 26 anak yang kita wisuda hari ini," tuturnya, Kamis (19/04).
 
"Predikat terbaik dengan nilai tertinggi diraih Rifka Yuliati, siswi dari program jurusan pemasaran dengan nilai rata - rata 7,8. Alhamdulillah agenda wisuda pelajar SMK MHI Bangsalsari berjalan lancar, ini berkat kerjasama yang bagus semua pihak, mulai siswa-siswi, dewan guru, panitia dan OSIS," ucapnya.
 
Pria alumnus S1 STAIN Jember ini juga mengucapkan terimakasih kepada wali murid yang telah mempercayakan amanah yang begitu besar kepada lembaganya untuk mendidik putra - putrinya. "Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan terkait bidang proses pembelajaran, baik secara teori maupun praktek," ungkapnya.
 
Bashori juga berjanji akan terus meningkatkan proses pembelajaran untuk setiap tahunnya di lembaga yang ia pimpin saat ini. "Untuk SMK MHI kita menekankan untuk peningkatan praktek bidang usaha dan industri, sebagai output kita agar anak didik laku di pangsa pasar," tegasnya.
 
"Target kita, setelah wisuda ini saya harap lulusan SMK MHI Bangsalsari 70 persen terserap di dunia usaha dan industri. Kita juga bekerjasama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) melalui online, seperti kita bekerjasama dengan dunia usaha dan industri yang merupakan sudah menjadi partner kita," papar pria asli kelahiran Jember.
 
Sementara Ketua Yayasan MHI Bangsalsari, KH Abdul Wahid Halim dalam sambutan acara wisuda SMK MHI Bangsalsari mengatakan agar acara wisuda ini bisa membawa berkah. "Saya harap para wisudawan dan wisudawati SMK MHI Bangsalsari berguna bagi nusa dan bangsa," tuturnya.
 
"SMK MHI Bangsalsari merupakan salah satu SMK favorit di Kabupaten Jember, jadi para pelajar SMK MHI harus bangga. Yayasan MHI merupakan yayasan keluarga, namun kita jalankan untuk kemaslahatan umum," jelasnya. (Fan).
 
Tabanan - Rabu (18/04), terjadi tabrakan antara mini bus melawan bus pariwisata di sekitar Banjar Mekayu Desa Lalanglinggah Kecamatan Selamadeg Barat. Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, sopir mini bus, Hanapi, juga selamat setelah sempat tergencet.
 
Mini bus bernopol DK 8185 WE dengan sopir Hanapi melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk, dengan membawa muatan kelapa. Pada saat bersamaan, bus pariwisata bernopol K 1526 BM yang membawa rombongan wisatawan datang dari arah berlawanan muncul yang akhirnya terjadi tabrakan.
 
"Pantauan sementara hasil olah TKP, kecelakaan ini akibat sopir mini bus kurang hati - hati. sopir mini bus mengambil haluan terlalu kanan, tanpa memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan," ungkap Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Kadek Dewi Citra Suparwati, Rabu (18/04).
 
Lanjut AKP Dewi Citra, untuk sementara sopir mini bus belum bisa kita mintai keterangan, karena masih dalam perawatan di RSUD Tabanan. "Sementara kedua kendaraan yang terlibat tabrakan akan kita bawa  ke Polsek Selamadeg Barat untuk kita jadikan barang bukti," pungkasnya. (Ross).
 
Denpasar - Akhirnya sopir bus berinisial AA alias Douk (42),pengangkut wisatawan China dan terlibat kecelakaan di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung berhasil diamankan jajaran Polresta Denpasar. Sopir yang merupakan warga Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi ini menyerahkan diri di Surabaya, Jawa Timur, selanjutnya tim Resmob Polresta Denpasar menjemput AA.
 
"Awalnya kita mendapat kabar terjadi kecelakaan beruntun yang mengakibatkan 1 orang tewas. Berdasarkan informasi yang kita terima, bahwa tersangka yang merupakan sopir pengangkut wisatawan China melarikan diri ke Banyuwangi," ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, di Mapolresta Denpasar, Selasa (17/04).
 
Lanjut Kombes Hadi Purnomo, awalnya sopir naas pengangkut wisatawan China kabur menggunakan ojek menuju Kediri, Tabanan, kemudian menumpang bus. "Kemudian Sabtu (14/04), kita melakukan pendalaman di tempat tinggalnya, tepatnya di Dusun Cangaan RT 2 /RW 7 Kecamatan Genteng, Banyuwangi," terangnya.
 
"Saat kejadian kecelakaan tersangka panik, ia menumpang ojek menuju Tabanan kemudian naik bus arah Banyuwangi. Tersangka sempat menjadi DPO selama 4 hari, berkat bantuan istrinya tersangka mau menyerahkan diri," tuturnya.
 
Tersangka AA mengaku jika saat kejadian kecelakaan ia ketakutan, sebab ia mengaku belum berhubungan dengan hukum. "Saya menjadi sopir sejak tahun 2010 dan tidak pernah mengalami kecelakaan beruntun," ucapnya.
 
"Baru 1 bulan bekerja ditempat baru, saya justru terlibat kecelakaan yang masuk kategori fatal," pungkasnya.
 
Tersangka terjerat dengan Pasal 310 ayat 4, 3 dan 1 dan UU no 22 tahun 2009. (Ndrik).
 
Jember - Seminggu anaknya tidak pulang rumah, Sobari (59), warga Dusun Sumberketempah Barat Desa Sumberketempah Kecamatan Kalisat lapor ke Mapolres Jember, Selasa (17/04). Pelaporan ini terpaksa Sobari lakukan, karena sudah seminggu putrinya berinisial H (15) tidak pulang rumah.
 
"Awalnya saya bertanya ke istri, kemana anaknya kok belum pulang, katanya tidur ke rumah saudaranya yang masih satu dusun. Namun setelah saya cari tidak ada, dan Jum'at kemarin (13/04) saya mendapat info bahwa anak saya mau berangkat ke Malaysia," ungkap Sobari, dengan logat Madura, seusai laporan di Mapolres Jember, Selasa (17/04).
 
Sobari juga menambahkan, jika ingin anaknya pulang, seseorang meminta ia harus mengganti - rugi biaya kepengurusan dokumen. "Saya tidak tahu kalau sebenarnya anak saya mau berangkat ke Malaysia, sebab tidak ada rembukan," ucapnya.
 
"Berdasarkan informasi terakhir yang saya terima, putri saya ada di Bondowoso. Yang lebih menyakitkan saat saya telpon untuk menanyakan kondisi saya, ada pria yang berbicara tidak pantas kepada saya," ujarnya.
 
"Saya sangat susah dengan kondisi anak saya yang belum pulang pak, sampai saya tidak makan beberapa hari ini. Saya berharap anak saya cepat pulang," pungkasnya.
 
Sementara Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Erik Pradana melalui pesan Whatsapp menyampaikan bahwa LP terkait anak Sobari yang hilang baru ia terima, dan ia sudah perintahkan anak buahnya untuk memeriksa saksi - saksi. "Besok kita akan buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelapor dan saksi - saksi," ucapnya, Selasa (17/04).
 
"Menurut informasi, hilangnya anak Sobari ada kaitan dengan pembayaran dokumen kerja ke Malaysia. Dan Sobari ditagih uang 10 juta Rupiah oleh jasa di Bondowoso," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Ketua LSM Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Nusantara (FKPMN) membagi - bagikan beras kesejumlah masyarakat miskin di Desa Patemon yang tidak menerima Rastra, Selasa (17/04). Pembagian beras Ketua LSM FKPMN yang berlangsung di markas FKPMN, Jalan Kalisat Gang Opec No 61 mendapat apresiasi dari penerima bantuan.
 
"Bagi - bagi beras ini merupakan langkah sosial kita terhadap warga miskin yang tidak mendapat bantuan Rastra atau Beras Bersubsidi (Rasidi). Saya sangat prihatin terhadap warga miskin di sekitar Desa Patemon yang tidak mendapat Rastra," ucap Ketua LSM FKPMN, Imam Sucahyoko, di markas LSM FKPMN, Selasa (17/04).
 
Pria yang kerap dengan sapaan Joko ini juga mengatakan bahwa pemberian beras terhadap para fakir - miskin ini ia lakukan secara ikhlas. "Semoga kedepan akan ada donatur yang membantu pihaknya untuk menangani warga miskin yang belum ter-cover Rastra maupun Rasidi," ungkapnya.
 
"Mengingat masih ada warga miskin di Desa Patemon yang belum menerima Rastra maupun Rasidi. Nanti saya akan kerahkan jajaran LSM FKPMN untuk mendistribusikan bantuan tersebut," jelasnya.
 
Joko juga menyampaikan bahwasanya ia sudah berusaha mengajukan warga miskin di wilayahnya yang tidak mendapat Rastra agar mendapat Rastra dengan menyerahkan KTP dan KK. "Tanggapan desa sendiri kesannya seperti janji - janji, bulan ini dapat kemudian bulan depan tidak dapat, jadi tidak ada ketetapan yang jelas," tuturnya.
 
"Saya juga pernah mengikuti Musyawarah Desa (Musde) terkait warga miskin yang tidak mendapat Rastra, namun masih belum ada keputusannya. Jadi harapan kita agar warga miskin yang sudah mendapat Rastra agar secara kontinyu menerima Rastra agar kesejahteraannya terjaga," paparnya.
 
Pria kelahiran Jember ini juga menambahkan, bahwa kepeduliannya ini juga termotivasi karena ada warga miskin tidak menerima Rastra, sementara ada warga mampu menerima. "Kami punya datanya siapa yang tidak mampu tapi tidak menerima Rastra, dan ada yang mampu tetapi menerima Rastra," pungkasnya.
 
Sedangkan itu Aminah (60) warga Dusun Krajan Utara Desa Patemon bersyukur karena telah menerima bantuan beras dari LSM FKPMN. "Dari dulu saya memang tidak pernah menerima bantuan Rastra ataupun Rasidi," kata perempuan yang sudah berstatus janda mati.
 
Sementara Paenah, janda tua yang berdomisili di Dusun Krajan Utara Kejawan ini mendo'akan agar bantuan oleh LSM FKPMN, kedepan LSM FKPMN mendapat ganti yang lebih besar. "Semasa masih ada suami saya menerima bantuan beras dari pemerintah, namun setelah suami meninggal saya tidak dapat," pungkasnya.
 
Di Kantor Desa Patemon, Sunardi (39) selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Patemon mengaku tidak tahu terkait data yang pusat turunkan untuk penerima Rastra saat ini. "Mungkin data yang pusat menggunakan acuan data BPLS 2011," ujarnya.
 
"Desa juga tidak berani untuk mencoret nama - nama penerima Rastra, khawatir ada komplain dari masyarakat. Saya mempersilakan kepada yang berwenang untuk memvalidasi data penerima Rastra," paparnya.
 
"Kedepan kita akan menggelar Musdes lanjutan untuk validasi data. Jadi kita akan mendata siapa yang mampu tapi menerima Rastra, kemudian kita akan mengganti kepada warga miskin yang tidak menerima Rastra," terangnya.
 
"Insyaallah dalam jangka waktu dekat kita akan menggelar Musdes," pungkasnya. 
 
Berdasar data terhimpun, Desa Patemon mendapat kuota 571 penerima Rastra yang tersebar di 4 dusun. Penerima Rastra perorang mendapat 1 sak Rastra berisi beras 10 KG.(Sul).
 
Jember - Minggu (15/04),puluhan warga terlihat memadati halaman rumah Samsul, warga Dusun Curah Damar  RT 04 RW 12 Desa Sidomulyo Kecamatan Silo untuk menikmati kesenian tradisional kuda lumping. Berdasarkan data terhimpun, Desa Sidomulyo Kecamatan Silo merupakan cikal - bakal lahirnya kesenian tradisional kuda lumping yang kini eksistensinya nyaris punah.
 
Seni kuda lumping merupakan kesenian kolaborasi antara ilmu beladiri, tari dan ilmu gaib yang menimbulkan pemain kuda lumping tidak sadarkan diri. Namun seiring dengan perkembangan jaman, eksistensi kesenian kuda lumping di Desa Sidomulyo nyaris punah.
 
Dengan semangat melestarikan kesenian tradisional dan mempererat silaturrahmi pemain seni kuda lumping, Bambang Sutrisno hidupkan kembali kesenian tradisional kuda lumping melalui wadah Seni Jaranan Campursari Sekar Mulyo. Beragam antraksi ditampilkan dalam kesenian Jaranan Campursari Sekar Mulyo, mulai seni kuda lumping, can - macanan kadduk, tari pegon, tari janger dan perang ta' - buta'an (perang buto/raksasa) yang diiringi musik gamelan.
 
"Kesenian kuda lumping Jaranan Campursari Sekar Mulyo berdiri sejak 2014. Mengingat eksistensi kuda lumping di Desa Sidomulyo nyaris punah, kita bersama pemain kuda lumping yang kemarin sudah terpecah sepakat bersatu melestarikan seni tradisional kuda lumping," ungkap Bambang Sutrisno (39), Ketua Seni Jaranan Campursari Sekar Mulyo, Silo, Minggu (15/04).
 
Lanjut Bambang, agar eksistensi kesenian kuda lumping asuhan Seni Jaranan Campursari Sekar Mulyo terus terjaga, ia mengkonsepnya melalui sistem arisan. "Jadi tiap satu minggu sekali kita pindah - pindah memainkan antraksi, mengikuti pemenang arisan," ucapnya.
 
"Anggota Seni Jaranan Campursari Sekar Mulyo dari sejumlah Kecamatan, Silo, Mayang, Kalisat dan Sukowono. Bahkan anggota kita juga ada yang berdomisili di Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi," terangnya.
 
Pria asli kelahiran Jember ini juga berharap agar grup kesenian kuda lumping asuhannya ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah, mengingat Kelompok Seni Jaranan Campursari Sekar Mulyo saat ini kekurangan peralatan gamelan, aksesoris permainan dan pendukung lainnya. "Misi kita hanya untuk melestarikan eksistensi kesenian kuda lumping yang merupakan salahsatu khazanah budaya tradisional Indonesia," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Jum'at (13/04), orangtua peserta penerimaan anggota Polri 2018 dan jajaran kepolisian Jember menandatangani MoU agar peserta mengikuti seleksi secara bersih. Dalam sambutannya, Kapolres Jember menekan para peserta seleksi agar bermain bersih saat seleksi, hal ini untuk menghasilkan penerus Polri yang patuh dan Promoter.
 
"Saya harap para peserta seleksi tidak menggunakan uang saat mengikuti tahapan seleksi nanti, jika ketemu akan ada tindakan tegas. Mari semua peserta berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah), agar hasilnya sesuai dengan kompetensi masing - masing peserta," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH di gedung Bhayangkara, Patrang.
 
Kusworo juga menambahkan, saat ini Polri sedang proses pembenahan dalam hal rekrutmen, sebagaimana arahan kebijakan Kapolri. "Saya tekankan para peserta seleksi agar kedepan tidak boleh menggunakan sponsor atau rekomendasi dari pihak manapun," tuturnya.
 
"Proses rekrutmen juga tidak akan berjalan lancar tanpa adanya kerjasama semua pihak melalui jiwa yang sadar dan berintegritas tinggi. Jika semua kita laksanakan dengan baik, kita semua yakin muncul generasi Polri yang patuh dan Promoter," terangnya.
 
Sementara Kabagsumda Polres Jember, Kompol H Gatot Murtiyasa mengatakan bahwasanya dalam pelaksanaan seleksi penerimaan Polri 2018 tidak ada biaya. "Jika ada Pungli saya harap masyarakat melapor ke Polda setempat," tegasnya.
 
"Jadi saat peserta melakukan registrasi dan mengisi blangko pendaftaran hingga pelaksanaan seleksi benar - benar bersih," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Kamis (12/04) sejumlah murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Dusun Durinan Desa Darungan Kecamatan Tanggul terlihat menulis di teras sekolah dan teras rumah. Menurut Ketua Yayasan MI Miftahul Ulum Darungan, saat ini MI Miftahul Ulum Darungan memerlukan ruang kelas baru untuk siswa - siswi kelas 1 dan 2.
 
"Saat ini siswa - siswi kelas 1 dan 2 MI Miftahul Ulum Darungan perlu ruang kelas baru agar saat proses belajar - mengajarnya lebih optimal. Jika proses belajar - mengajar di teras, terkadang ada saja gangguan yang memecah konsentrasi siswa," ucap Ketua Yayasan MI Miftahul Ulum Darungan, Taufiq Misraji, di rumahnya, Kamis (12/04).
 
Misraji juga mengatakan, pembangunan MI Miftahul Ulum sendiri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan formal anak sekitar. "Dulu disini tidak ada yang sekolah formal seperti SD atau MI, sebab lokasi jangkauannya jauh, ada jalur alternatif tapi harus melintas sungai besar," terangnya.
 
"Untuk itu saya mendesak pemerintah agar segera membangunkan ruang kelas baru bagi murid kelas 1 dan 2. Total murid MI 76 anak, sementara ruang kelas yang ada hanya 4 lokal untuk kelas 3, 4, 5 dan 6," tuturnya.
 
Sementara guru agama MI Miftahul Ulum, Muhammad Sahlan, kepada awak media mengaku prihatin dengan kondisi murid kelas 1 dan 2 yang belajar di teras sekolah dan rumah. "Saya harap pemerintah segera membantu MI Miftahul Ulum untuk menambahi ruang kelas baru, agar murid - murid bisa belajar lebih tenang dan maksimal dalam menyerap pelajaran," paparnya.
 
"Yang lebih memprihatinkan saat turun hujan dipagi hari, terpaksa proses belajar - mengajar kita hentikan. Selain ruang kelas baru, meja dan bangku juga pihaknya butuhkan saat ini untuk menunjang kegiatan belajar - mengajar," pungkasnya. (Fan).
 
Jember - Masjid Nurul Falah yang berlokasi di Dusun Beringin Lawang Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah direhab, pasalnya tempat ibadahnya sudah tidak muat digunakan jamaah warga setempat. Selain warga setempat, jajaran Koramil Jenggawah dan Brigif 9/2 Kostrad juga ikut dalam pelaksanaan rehab masjid, dan hal ini mendapat apresiasi Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember.
 
"Jajaran Koramil dalam pelaksanaan mengecor masjid merupakan salahsatu implementasi Karya Bakti TNI yang biasa kita laksanakan. Saya juga mengucapkan terimakasih untuk Danbrig 9/2 Kostrad yang membantu personelnya mengecor masjid," ungkap Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Arif Munawar, Rabu (11/04).
 
Lanjut Dandim, Karya Bakti bertujuan untuk memotivasi masyarakat untuk melestarikan budaya gotong - royong. "Kami juga mempersilahkan panitia yang membutuhkan tenaga TNI, kami siap membantu," terangnya.
 
"Karya Bakti juga merupakan media komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat. Dengan bergotong - royong semakin memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai kekuatan utama pertahanan NKRI," pungkasnya.
 
Sementara Nuryasin (47), warga sekitar Masjid Nurul Falah juga bersyukur dengan adanya bantuan personil TNI mengecor Masjid Nurul Falah. Menurutnya Masjid Nurul Falah satu - satunya Masjid di Dusun Beringin Lawang dan perlu pengembangan. 
 
"Apalagi sebentar lagi menyambut bulan Ramadan yang sarat aktivitas ibadah. Dengan bantuan TNI, pelaksanaan mengecoran bisa cepat selesai," tuturnya. (Sul).