EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224709
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
139
819
5149
211697
18341
26664
224709

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Jember - Sebagai upaya pengendalian KLB difteri wilayah Kecamatan Panti, jajaran Puskesmas Panti mengimunisasi vaksin difteri para pelajar SMK plus Nurul Ulum, yang beralamat di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti, Sabtu (24/03). Difteri merupakan penyakit menular dan berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian terhadap penderitanya.
 
"Kegiatan ini dalam rangka menciptakan kondisi anak sehat dan menghindari bayang - bayang penyakit difteri. Saya harap pihak sekolah bisa bekerjasama dengan kita agar pelaksanaannya berjalan sesuai konsep aman dan nyaman," ungkap Supiyah AMD, salah satu petugas Puskesmas Panti, Sabtu (24/03).
 
Sementara Kepala Sekolah SMK plus Nurul Ulum, Mahrus Sadikin, mengapresiasi imunisasi vaksin difteri oleh jajaran Puskesmas Panti di sekolah pimpinannya. "Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran Puskesmas Panti yang telah melaksanakan kegiatan jemput bola sehat ini," ucapnya.
 
"Saya harap kegiatan ini kedepan bisa menciptakan pelajar SMK plus Nurul Ulum hidup sehat," pungkasnya. (Sul/Dik).
 
Jembrana - Jajaran Polres Jembrana melalui Polsek Gilimanuk gagalkan pengiriman ratusan Gram sabu yang memasuki wilayah Provinsi Bali, Rabu (21/03). Alhasil, Hanif Jatmiko (29), pria asal Dusun Margo Makmur Desa Kalibaru Kulon RT 02 RW 02 Kecamatan Kalibaru diamankan jajaran Polres Jembrana, pasalnya ia terindikasi pemilik ratusan Gram bubuk haram.
 
"Awalnya kami menerima informasi ada sebuah kardus mencurigakan yang terindikasi berisi sabu di dalam bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Safari Darma Raya jurusan Yogyakarta - Denpasar. Setelah kita lakukan penggeledahan di dalam bus bernopol AA 1551 FN, kami temukan 5 paket terindikasi sabu disebuah kardus," ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Priyanto Priyo Hutomo, di halaman Mapolres Jembrana, Kamis (22/03).
 
Kapolres juga menyampaikan bahwasanya seusai temuan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk bersama tim membuntuti kardus berisi sabu tersebut untuk mengetahui siapa pemiliknya. "Sekitar pukul 14.30 Wita, bus berhenti di depan Hardys Tabanan, Jalan Ir Soekarno, selanjutnya sopir bus menyerahkan kardus tersebut kepada Hanif Jatmiko," jelasnya.
 
"Kemudian kami menggeledah tersangka dan kami dapatkan tas pinggang merah berisi 3 HP, 1 powerbank, 2 paket sabu, 2 potong pipa kaca (bong) dan sepeda motor bernopol DK 2678 VH. Kemudian kami kembangkan dengan mendatangi kos - kosan di Jalan Tukad Baru Timur no 20 XX Glogor Carik, Denpasar Selatan, ternyata kami juga mendapatkan 2 timbangan digital dan 2 bendel plastik klip. Kini pelaku sudah kami amankan di Mapolres Jembrana," pungkasnya. (Ross).
 
Jember - Pemkab Jember menggelar jalan sehat dan senam bersama jajaran Forkopimda, OPD serta sejumlah elemen masyarakat, Sabtu (24/03) yang terpusat di markas Brigif 9 Jember. Dalam kegiatan olahraga tersebut, Bupati Jember, dr Faida MMR mengajak jajaran Forkopimda dan OPD membangun kembali semangat kebersamaan mewujudkan Jember kuat.
 
"Dengan semangat kebersamaan ini, mari kita wujudkan Jember kuat dengan kemanunggalan bersama masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama antara, Pemkab, TNI / Polri dan seluruh jajaran OPD untuk membangun kembali kemanunggalan bersama rakyat," ungkap Bupati Faida, di Markas Brigif 9 Jember.
 
Lanjut Faida, kebersamaan itu penting, kuatnya negara ini karena semangat kebersamaan, gotong - royong dan kemanunggalan antara jajaran TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat. " Jadi moment kegiatan hari ini bukan hanya olahraga saja, akan tetapi dengan adanya kegiatan ini akan terbangun sinergitas antara Forkopimda dan masyarakat," terangnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, kegiatan jalan sehat dan senam bersama diikuti sekitar 5 ribu peserta. Terlihat juga Wabup Jember, KH Muqiet Arif ikut dalam kegiatan jalan sehat dan senam bersama. (Sul).
 
Tabanan - Jajaran Polsek Kota Tabanan dan Mapolres Tabanan menggerebek pos Satpam PT Oasis yang berlokasi di Banjar Tonja Desa Gubug Kecamatan Tabanan, yang terindikasi menjadi ajang pesta sabu, Selasa (20/03). Dari penggerebekan tersebut, empat pria diamankan polisi, dan tiga diantaranya merupakan karyawan serta Satpam PT Oasis.
 
"Selasa (20/03) sekitar pukul 21.30 Wita, polisi menggerebek pos Satpam PT Oasis yang terindikasi kerap menjadi lokasi pesta sabu. Penggerebekan ini kita lakukan berdasarkan adanya informasi jika pos Satpam PT Oasis terindikasi kerap jadi lokasi pesta sabu, selanjutnya Kanit Reskrim Polsek Kota bersama Panit 1 dan Panit 2 beserta jajaran melakukan penyidikan," ungkap Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa, Kamis (22/03).
 
Lanjut AKP I Putu Oka Suyasa, setelah jajaran kepolisian melakukan penyidikan, ternyata pos Satpam PT Oasis kerap menjadi lokasi pesta narkoba, "Dari hasil penggerebekan kita mengamankan klip plastik kecil berisi sabu sekitar 0,24 Gram, bong, potongan pipet putih, 2 korek api modifikasi," paparnya.
 
"Tersangka akan kita kenakan Pasal 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit 800 juta Rupiah dan paling banyak 8 miliar Rupiah," pungkasnya. (Ndrik).
 
Jember - Tahun 2018 Kantor Imigrasi Kelas II Jember mendapatkan kuota mengurusi 4214 paspor jamaah haji tahun 2018. Kantor pelayanan paspor yang membawahi 4 kabupaten ini menargetkan kepengurusan paspor bagi jamaah haji 2018 tuntas pada bulan Agustus.
 
"Sebenarnya untuk saat ini kita pastikan sekitar 2940 permohonan paspor haji 2018 sudah fix dan siap untuk kita cetak. Namun ada juga sejumlah pemohon yang memiliki kendala - kendala, sehingga perlu ada perbaikan data, " ungkap Plt Kepala Kantor Imigrasi II Jember, Erfan Muhammad SH di ruangannya, Jum'at (23/03).
 
Lanjut Erfan, kendala yang dominan bagi pemohon paspor biasanya terkait perbedaan data pemohon antara KTP atau KK dengan akte kelahiran atau data di BPIH. "Jika data KK berbeda dengan di BPIH, pemohon musti berkoordinasi dengan Kemenag Provinsi untuk melakukan perbaikan," tuturnya.
 
"Setelah ada perbaikan data, baru berkas bisa kita proses untuk penerbitan paspor. Sedangkan permasalahan yang rawan bagi pemohon paspor, yakni mengenai permasalahan domisili," ucapnya.
 
Erfan juga menyampaikan, terkadang bagi pemohon awam ada yang nekat membuat KTP abal - abal, padahal seharusnya hal tersebut tidak perlu pemohon lakukan. "Misalkan ada warga Jember yang awalnya mendaftar haji di Jember kemudian pindah domisili di Bondowoso, khawatir tidak bisa berangkat maka pemohon nekat membuat KTP abal - abal," jelasnya.
 
"Jadi saya himbau agar para pemohon paspor jangan pernah membuat KTP abal - abal, karena petugas Imigrasi pasti akan mengetahui. Dan saat melaksanakan ibadah haji saya harap paspornya jangan sampai hilang, terangnya.
 
"Jika paspor hilang khan nanti susah pulangnya. Harus bolak - balik mengurus kehilangan di Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Saudi Arabia atau Jeddah," pungkasnya. (Sul).
Rabu, 21 Maret 2018 14:46

Berniat Menolong Malah Kena Begal

 
Jember - Pria berinisial RH (14), warga Dusun Krajan Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari mengalami nasib malang, pasalnya ia berniat menolong mengantar malah menjadi korban pembegalan. RH menjadi korban begal pria berinisial MAA (16), yang tak lain temannya sendiri.
 
"Selasa (20/03) jajaran Polsek Bangsalsari mengamankan MAA yang telah melakukan Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) dengan korban RH. MAA merampas motor RH dengan berpura - pura minta tolong untuk mengantarkan ke sungai, namun setelah berjalan sekitar 300 Meter MAA membacok RH dengan pisau," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH MH SIK saat rilis di halaman Mapolres Jember, Rabu (21/03).
 
Kapolres juga menyampaikan, setelah merampas motor korban, MAA terindikasi berniat untuk menjual motor curiannya. "Namun ada warga yang mengetahui, kemudian warga tersebut mengamankan MAA dan selanjutnya menyerahkan MAA ke Polsek Bangsalsari," paparnya.
 
"Korban mengalami luka robek pada punggung sebelah kiri dan dada kiri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MAA kita kenakan Pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan ancamannya, hukuman 9 tahun penjara," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Desa Panduman Kecamatan Jelbuk memiliki luas wilayah sekitar 862,728 Ha, dengan panjang jalan sekitar 18 KM. Guna meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayahnya, Kades Panduman fokus perbaikan jalan dengan aspal lapen.
 
"Alhamdulillah, tahun 2017 kemarin, dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD) / Dana Desa (DD), Desa Panduman sudah melakukan perbaikan aspal lapen sebanyak 13 titik. Dengan medan berbukit, butuh perhatian serius Pemerintah Desa Panduman dalam meningkatkan maupun merawat jalan desa dan jalan dusun," ungkap Kades Panduman, Winarko Setiawan di ruang kerjanya, Selasa (20/03).
 
Lanjut Winarko, ke 13 titik yang teraspal meliputi 8 dusun, antara lain, Dusun Sumbertengah, Krajan 1, Krajan 2, Siwan Lor, Siwan Kidul, Lamparan, Bacem dan Sumbercandik. "Sementara hingga saat ini Dusun Sumbercandik ada sekitar 4 KM jalan yang belum terjamah pengaspalan," tuturnya.
 
"Mayoritas penduduk di Desa Panduman berprofesi petani dan pekebun, jadi jalan yang bagus merupakan dambaan masyarakat. Terutama saat mengangkut hasil panen, mengangkut pupuk dan menempatkan mesin traktor ke sawah untuk proses pengolahan sawah atau kebun," terangnya.
 
Winarko juga menambahkan, Selain Dusun Sumbercandik, Dusun Krajan 2 dan sejumlah dusun lainnya di Desa Panduman juga butuh pengaspalan jalan. "Saya harap anggaran ADD / DD 2018, Desa Panduman bisa mendapatkan anggaran lebih besar, hal ini untuk menuntaskan pengaspalan jalan yang belum terealisasi," paparnya. (Sul).
 
Jember - Aksi sosial H Mino, warga Dusun Jumbatan Desa Darungan Kecamatan Tanggul dengan membangun sarana infrastruktur plengsengan, pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan membangun jembatan menuai apresiasi dari sejumlah warga sekitarnya. Sejumlah warga di Dusun Jumbatan mayoritas mengaku bersyukur atas kepedulian H Mino yang membangun sarana umum di Dusun Jumbatan dari uang pribadinya.
 
"Saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan material H Mino untuk membangun jembatan di wilayah saya, sebab jembatan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat banyak. Saya ucapkan terima kasih yang banyak ke H Mino yang telah membantu masyarakat dengan membangun jembatan tersebut," ungkap Muhammad Hatta, Ketua RT 04 RW 11 Dusun Jumbatan Desa Darungan, Sabtu (17/03).
 
Begitupula Matari (60), warga Pedukuhan Kemirian Dusun Jumbatan RT 04 RW 02 Desa Darungan, ia mengapresiasi bantuan H Mino yang telah membantu masyarakat dengan membuatkan jembatan. "Jembatan ini merupakan kebutuhan masyarakat sini, saya gembira sekali dengan adanya bantuan ini," paparnya, Sabtu (17/03).
 
Sementara Naryo, salah satu Ketua RT di Dusun Jumbatan Desa Darungan juga mengaku senang atas bantuan H Mino yang telah membangun pagar TPU Dusun Jumbatan. Ia berharap agar bantuan H Mino bermanfaat banyak bagi masyarakat, tuturnya, Sabtu (17/03).
 
Sedangkan Albino Saman Juhari alias P Munir, salah satu anggota BPD Desa Darungan sangat mendukung langkah H Mino yang telah menjadi donatur pembangunan plengsengan di Dusun Jumbatan. "Saya ucapkan terima kasih kepada H Mino yang telah berpartisipasi membangun infrastruktur di Dusun Jumbatan," pungkasnya, Sabtu (17/03). (Sul/Fan).
 
Jember - Untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas Kabupaten Jember, jajaran Polres Jember bekerjasama dengan ulama dan umara' di Kabupaten Jember menggelar seminar bertajuk lawan hoax, intoleransi dan politisasi agama. Seminar yang terselenggara di aula  IAIN Jember, Senin (19/03) merupakan upaya jajaran Polres Jember mengantisipasi maraknya hoax, intoleransi dan politisasi agama menjelang Pilkada gubernur 2018.
 
"Hari ini kita menggelar seminar untuk mensosialisasikan tiga materi, yakni bersama melawan hoax, antisipasi intoleransi dan menjaga Pilkada aman dan damai.  Dalam seminar ini kita juga mencoba untuk bersilaturahmi dengan para ulama dan umara'," ungkap Kapolres Jember, Senin (19/03).
 
Kapolres juga menambahkan, kita mengundang sejumlah jajaran Ormas seperti MUI, Muhammadiyah, Al Irsyad, NU, 450 takmir masjid se Jember dan pengasuh pondok pesantren untuk hadir dalam seminar lawan hoax, intoleransi dan politisasi agama. "Sedangkan untuk umara, kita mengundang Forkopimda, Muspika dan perwakilan tiga pilar tingkat desa, " jelasnya.
 
"Hoax merupakan berita bohong yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, seperti berita bohong terkait penganiayaan ulama. Kami berharap masyarakat jika menemukan sebuah kabar untuk bertabayun atau mengklarifikasi terlebih dahulu," paparnya.
 
Lanjut Kapolres, jika kita mendengar berita bohong jangan lekas membagi - bagikan berita tersebut, harus kita cek dulu sumber berita tersebut. "Yang terpenting kita jangan sampai membuat berita bohong yang bisa meresahkan masyarakat," terangnya.
 
"Jangan sampai ada kelompok - kelompok yang melakukan intoleran terhadap kelompok lain. Kita harus sadar bahwa Indonesia lahir dengan ke bhinekaan," ucapnya.
 
Kapolres juga menyampaikan, bahwa ia dan para ulama telah sepakat untuk tidak menggunakan agama sebagai alat berpolitik. "Agar tidak terjadi keributan atau debat politik yang mengatasnamakan agama," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Untuk meningkatkan SDM Juru Parkir (Jukir) di Kabupaten Jember, Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menggelar diklat pemberdayaan masyarakat (diklat Jukir) di hotel Panorama Jember. Kadishub Jember berharap, dengan adanya diklat bagi Jukir angkatan VII, VIII dan IX, bisa meningkatkan PAD Kabupaten Jember.
 
"Diklat Jukir untuk angkatan VII, VIII dan IX di Kabupaten Jember ini merupakan diklat Jukir pertama di Indonesia. Adapun tujuan diklat ini agar para peserta bisa mengayomi masyarakat, punya etika dan mengerti hukum," ucap Kadishub Jember, Isman Sutomo di depan ruang phoenix ballroom hotel Panorama, Senin (19/03).
 
Isman juga menambahkan, dalam diklat kali ini Dishub mensinergikan dengan sejumlah instansi, seperti BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, Jasa Raharja dan kepolisian. "Nanti seluruh Jukir angkatan VII, VIII dan IX yang jumlahnya 150 orang ini akan kita bekali ilmu baris - berbaris dan hal - hal tentang Pungli, " pungkasnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, diklat Jukir angkatan VII, VIII dan IX akan berlangsung mulai tanggal 19 - 22 Maret 2018.(Sul).