EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224702
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
132
819
5142
211697
18334
26664
224702

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Jember - Salah satu cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarno, beserta rombongan mendatangi Kabupaten Jember, Senin (12/03). Dalam kunjungan ke Jember, Puti menyempatkan diri berziarah ke makam KH Muh Shiddiq yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates.
 
"Tadi kami menyempatkan diri mengunjungi pondok pesantren, menemui kader partai dan relawan. Selanjutnya kami berziarah ke makam tokoh ulama besar Islam di Jember, yakni KH Muh Shiddiq untuk mendo'akan beliau," ucap Puti Guntur Soekarno, di halaman makam KH muh Shiddiq, Senin (12/03).
 
Dikatakan pula oleh Puti, ia berharap KH Muh Shiddiq diberi tempat mulia disisi Allah swt. "Saya juga akan mendorong pemerintah nasional agar mencatat KH Muh Shiddiq menjadi pahlawan nasional," tuturnya di hadapan awak media.
 
"KH Muh Shiddiq sangat berjasa terhadap nusa, negara dan Islam. Saya juga akan menyampaikan hal ini ke Presiden," pungkasnya. (Sul).
 
Gianyar - Plt Bupati Gianyar, Bali, I Ketut Rochineng memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Gianyar, Selasa (06/03). Pemanggilan jajaran Panwaslu mempertanyakan terkait foto I Ketut Rochineng yang menunjukkan satu jari bersama kalangan tokoh politik saat Pelebon Puri Ubud, Jum'at (02/03).
 
Kedatangan pria yang kerap dengan sapaan Rochineng ke Kantor Panwaslu Gianyar didampingi Kepala Kesbangpol Gianyar, Dewa Alit Mudiarta. Proses klarifikasi yang berlangsung di ruang Ketua Panwaslu tertutup dan berjalan sekitar dua. 
 
Seusai pertemuan, Ketua Panwaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan mengatakan bahwa pada saat proses klarifikasi, tim Panwaslu menyodorkan 45 pertanyaan kepada Plt bupati yang juga masih menjabat Kepala BKD Provinsi Bali. “Prinsipnya, beliau memang mengakui dan membenarkan kejadian tersebut,” ujar I Wayan Hartawan.
 
Lanjut I Wayan Hartawan, dalam kasus ini Panwaslu Gianyar sudah mengantongi dua alat bukti yang ia anggap kuat. "Pertama bukti foto dan tulisan yang terkait dengan angkat telunjuk tersebut, yang kedua surat keterangan sumpah yang berkaitan dengan status Rochineng sebagai ASN," ucapnya.
 
“Dari fakta itu akan kami sesuaikan dengan norma yang berlaku. Selanjutnya hasil klarifikasi nanti akan kita jadikan bahan untuk menentukan, apakah tindakan Rochineng tersebut bertentangan dengan norma atau tidak?," paparnya. 
 
Ketua Panwaslu Kabupaten Gianyar juga menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut nantinya akan ia setorkan ke Pemerintah Provinsi Bali. “Sebentar lagi kami akan bahas kaji tersebut secepatnya,” jelasnya. 
 
Sementara Plt Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng menuturkan bahwa peristiwa angkat jari telunjuk yang terdokumentasi dalam foto tersebut hanya spontanitas saja.
 
Namun akibat beredarnya foto tersebut, Rochineng mengaku jika ia merasa merugi. Pasalnya, waktu yang seharusnya bisa ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, harus terbagi untuk melakukan klarifikasi ke Kantor Panwaslu Gianyar.
 
“Tadi sudah saya jelaskan, waktu saya kebetulan duduk bersama politisi, saya difoto dan kejadian tersebut tidak disengaja,"  pungkasnya. (Ndrik/Ross).
 
Jember - Kamis (08/03), relawan  Komunitas Pendukung Khofifah Jember mendatangi Kantor KPUD Jember untuk mendaftarkan diri, sebagaimana implementasi Peraturan KPU no 4 Tahun 2017 Pasal 11 tentang Kampanye. Ketua Relawan Komunitas Pendukung Khofifah Jember berharap kedepan agar terjalin komunikasi formil antara pihaknya dengan penyelenggara Pemilu di wilayah Jember.
 
"Sebagai salah satu relawan pendukung salah satu calon Gubernur Jatim 2018, kemarin kita mendaftarkan relawan Komunitas Pendukung Khofifah Jember ke Kantor KPUD Jember, sebagaimana Peraturan KPU no 4 tahun 2017 Pasal 11 tentang kampanye, bahwa relawan pendukung salah satu calon Pilkada gubernur, bupati atau walikota harus mendaftarkan di KPU setempat. Komunitas Pendukung Khofifah beranggotakan masyarakat swasta murni, mayoritas bermatapencaharian lepas," ungkap Ketua Komunitas Pendukung Khofifah Kabupaten Jember, Farid Wajdi, di halaman Pemkab Jember, Jum'at (09/03).
 
Lanjut Farid, selain KPUD Jember, Kantor Panwaskab Jember ia datangi untuk mendaftarkan Komunitas Pendukung Khofifah di wilayah hukum Jember. "Sehingga kegiatan relawan Komunitas Pendukung Khofifah di Jember tercatat, terindentifikasi kegiatannya, jadi saat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu lebih formil, " ucapnya.
 
"Komunitas Pendukung Khofifah ini sudah berperan sebagai relawan pemenangan Khofifah sejak tahun 2013, dan ini untuk kedua kalinya. Khofifah kami dukung karena visi - misi programnya yang kita kenal dengan Nawa Bhakti Satya, sangat cocok dengan kita," jelasnya.
 
Farid juga mengatakan bahwasanya Komunitas Pendukung Khofifah ini memiliki jaringan di beberapa kota di Provinsi Jawa Timur. "Kemarin di Kantor KPUD kita menyerahkan formulir pendaftaran relawan model BC 3 KWK," paparnya.
 
"Kita berharap bisa menyelenggarakan kegiatan pemenangan sebagaimana peraturan KPU No 4 Tahun 2017. Sementara saat ini kita fokus pada sosialisasi dan pemantauan," tuturnya. (Sul).
 
Jember - Setelah melalui mediasi di ruangan Camat Tanggul, Rabu (07/03), tahun 2018 jalan tembus Klatakan - Sidomekar sepakat untuk diperbaiki. Sebelumnya jalan tembus Klatakan - Sidomekar sepanjang 2,5 KM ditanami ratusan pohon oleh warga Dusun Penggungan Karangsari Desa Klatakan.
 
"Dari mediasi tadi camat memastikan bahwa tahun ini jalan tembus Klatakan - Sidomekar akan mendapat perbaikan. Namun untuk tanggal dan bulannya masih belum dipastikan pak camat," ucap salah satu perwakilan warga Dusun Penggungan Desa Klatakan, Lestari (47) di pendopo Kecamatan Tanggul (07/03).
 
Lestari juga berharap agar pemerintah segera merealisasikan pengaspalan di jalan tembus Klatakan - Sidomekar," tuturnya.
 
Sedangkan Camat Tanggul, Sukardi menghimbau warga Dusun Penggungan Karangsari bersabar dulu untuk menunggu prosedur perbaikan jalan tembus Klatakan - Sidomekar. "Anggaran yang digunakan bersumber dari negara, jadi harus tunggu kesepakatan eksekutif dan legislatif," jelasnya.
 
"Pemerintah Desa Klatakan sudah mengajukan proposal perbaikan jalan tembus Klatakan - Sidomekar dan sudah mendapat acc Kadinas Sumber Daya Alam (SDA) Jember," jelasnya. (fan).
 
Jember - Pengepul baby lobster ukuran under size ditangkap jajaran Polres Jember dan Balai Karantina Kementrian Perikanan RI. Kapolres Jember berharap dengan adanya penangkapan ini bisa menjadi edukasi bagi nelayan lain di Jember agar tidak melakukan transaksi jual - beli baby lobster under size (dibawah 200 Gram) , sebab hewan ini mendapat perlindungan negara.
 
"Polres Jember bersama Balai Karantina Kementrian Perikanan RI mendapat informasi bahwa ada nelayan kecil yang menangkap baby lobster under size untuk nelayan jual ke pengepul. Selanjutnya kita pancing pengepul berinisial S, warga asli Bondowoso, untuk kita tangkap, kita introgasi dan kita amankan barang bukti," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK saat press rilis di halaman Mapolres Jember, Selasa (06/03).
 
Kapolres juga menambahkan, saat ini jajaran Polres Jember sudah mengamankan sekitar 4105 ekor baby lobster under size dan 85 ekor lobster yang sedang bertelur, setiap ekor bisa menghasilkan 50 ribu telur. "Jadi saat ini kami berhasil menggagalkan perdagangan baby lobster under size yang bisa merugikan negara sekitar 120 hingga 150 juta Rupiah," jelasnya.
 
"Kami akan terus mendalami siapa saja para pengepul baby lobster lainnya. Jadi sebenarnya yang boleh diperjualbelikan jenis lobster dengan berat diatas 200 Gram," terangnya. 
 
Lanjut Kapolres, pelaku akan kita jerat UU nomer 45 tahun 2009 tentang Perikanan dan PermenKP No 56 tahun 2016, pelaku sudah melakukan aksinya yang kedua. "Sebenarnya kita sudah melakukan sosialisasi untuk menyadarkan nelayan terhadap larangan menangkap hewan yang negara lindungi," paparnya.
 
"Barangsiapa yang menangkap hewan yang negara lindungi akan mendapat sanksi pidana.
Saya harap penangkapan terhadap pedagang baby lobster under size bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan penangkapan dan menjual hewan yang negara lindungi," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Jajaran unit Resmob Satreskrim Polres Jember akhirnya menangkap pria berinisial S (45), warga Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru yang terindikasi melakukan kejahatan dengan pemberatan (Curat) dengan 19 TKP, Kamis (01/03). Pelaku yang pernah menjalani vonis 1,6 tahun dari PN Probolinggo ini mendapat hadiah timah panas dari kepolisian karena berusaha melarikan diri.
 
"Penangkapan terhadap pelaku Curat ini berkat kerjasama antara jajaran Resmob Polres Jember dengan masyarakat. Awalnya pelaku mencuri sepeda motor di halaman Kantor Pos, utara alun - alun, setelah kita melakukan olah TKP dengan melihat CCTV dan hasil penyelidikan luar, ternyata mengarah kepada pelaku," ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK di depan awak media saat press confrence di halaman Mapolres Jember, Jumat (02/03).
 
Kapolres juga menyampaikan, bahwa pelaku dalam melaksanakan aksinya menggunakan anak kunci T. "Pelaku tertangkap  di wilayah PG Semboro," terangnya.
 
"Sementara BB yang kita amankan dari pelaku berupa satu unit motor Honda supra fit, satu unit motor vixion, satu unit motor GL pro, pretelan onderdil, 4 plat nomor dan knalpot. Pelaku akan kita jerat dengan KUHP Pasal 363 tentang pencurian pemberatan, dengan ancaman kurungan 7 tahun" ucapnya.
 
Lanjut Kapolres, selain disejumlah wilayah di Kabupaten Jember, pelaku juga beraksi disejumlah kabupaten diluar Jember, pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Jajaran Polres Jember mengamankan seorang pria berinisial AW, warga Desa Pace Kecamatan Silo, yang kedapatan menyimpan 5700 butir pil Trex. Penangkapan berawal saat ada keluhan dari salah satu pengurus Ponpes yang curiga dengan gelagat santrinya yang terindikasi mengkonsumsi obat terlarang.
 
"Sebelumnya kami Mendapat informasi salah satu pengurus Ponpes bahwa ada santrinya yang terindikasi mengkonsumsi obat terlarang jenis pil. Dari pengembangan dan keahlian yang kami miliki, akhirnya kami berhasil mengamankan AW yang terindikasi sebagai pengedar," ucap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK,  saat pers rilis di halaman Mapolres Jember, Jumat (02/03).
 
Kapolres juga mengatakan bahwasanya tersangka AW mendapatkan pil dari wilayah Kecamatan Panti. "Awalnya pil yang dimiliki AW 6 ribu butir, namun sudah terjual sekitar 700 butir, sisanya kita jadikan barang bukti," paparnya.
 
"AW menjual pil dalam bentuk paketan, dalam satu paket berisi 10 pil dan ia jual 20 ribu Rupiah. Kami akan terus menekan suplay dan menggalakkan sosialisasi bahaya pemakaian obat terlarang untuk mengurangi peredaran obat - obatan terlarang di Jember," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dengan memaksimalkan luas lahan Kabupaten Boven Digoel, Papua, jajaran DPRD Boven Digoel datangi Kabupaten Jember. Kunjungan DPRD Boven Digoel yang digawangi Ayub Santi diterima langsung oleh Bupati Jember, dr Faida MMR bersama sejumlah OPD di ruang Tamyaloka, pendopo bupati, Kamis (01/03).
 
"Setelah kita analisa dan teliti, ternyata komoditi terbaik Jember adalah kopi dan kakao. Dengan kondisi iklim yang hampir sama antara Jember dan Boven Digoel, untuk itulah kami mendatangi Jember guna mempelajari potensi yang ada," ungkap Ketua DPRD Boven Digoel, Ayub Santi SIP, di ruang Tamyaloka, Kamis (01/03).
 
Lanjut Ayub, untuk wilayah Boven Digoel, masyarakat sebenarnya sudah membudidayakan kopi dan kakao, namun belum terkelola dengan baik. "Untuk itu kami berinisiatif secara langsung mempelajari budidaya kopi dan kakao di Jember," jelasnya.
 
"Dan setelah kita pulang ke Boven Digoel, kami akan duduk bersama dengan OPD untuk membahas langkah kedepan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui budidaya kopi dan kakao. Saya sangat tertarik dengan keberhasilan Jember dalam mengelola budidaya kopi dan kakao, untuk itu kita akan mendatangi tempat tersebut," tuturnya.
 
"Kita juga akan mempelajari apa yang Bupati Jember sampaikan terkait pengelolaan kopi dan kakao dari hulu hingga hilir. Sehingga apa yang kami lakukan kedepan bisa bermanfaat bagi masyarakat Boven Digoel, kami ingin masyarakat Boven Digoel merasakan manfaat areal lahan Boven Digoel yang luas," pungkasnya.
 
Sementara Bupati Jember, dr Faida MMR seusai menemui jajaran DPRD Boven Digoel kepada awak media menyampaikan, bahwa Jember memiliki potensi bidang pertanian dan perkebunan. "Dengan kedatangan jajaran DPRD Boven Digoel ini saya harap Jember bisa memiliki jaringan untuk mendistribusikan produk - produk lokal," paparnya.
 
"Kesuksesan di perkebunan itu harus dari hulu ke hilir, mulai dari pembenihan hingga pengolahan," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Dalam rangka mendukung kebijakan promoter Kapolri untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu - lintas, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK, membagi - bagikan brosur kepada pengguna kendaraan bermotor di perempatan Polres Jember, Kamis (01/03). Dengan pembagian brosur yang berisi himbauan agar masyarakat tertib berlalu - lintas, Kapolres berharap angka kecelakaan bisa terminimalisir.
 
"Hari ini Polres Jember bersama jajaran TNI dan instansi terkait akan melaksanakan rangkaian operasi keselamatan dengan sandi operasi keselamatan Semeru 2018. Agenda pelaksanaan operasi keselamatan Semeru 2018 berlangsung antara tanggal 5 Maret hingga 25 Maret 2018," ungkap Kapolres Jember, Kusworo Wibowo di depan awak media,seusai membagi - bagikan brosur.
 
Lanjut Kapolres, operasi keselamatan kali ini fokus mencegah kecelakaan lalu - lintas dan meningkatkan keselamatan berlalu - lintas. "Kita fokus untuk mencegah kendaraan yang melawan arus jalan,pengguna kendaraan bermotor yang belum cukup umur, tidak memiliki SIM dan yang tidak memakai kelengkapan berkendara seperti helm," jelasnya.
 
"Jadi nanti kita akan memberi teguran kepada para pelanggar, sehingga kedepan kita akan meraih simpatik dari masyarakat. Dari simpatik tersebut saya harap masyarakat bisa meningkatkan kesadaran berlalu - lintas, lebih tertib dan patuh hukum," terangnya.
 
"Sekitar 75 personil akan kita terjunkan untuk kita tempatkan di lokasi yang rawan kecelakaan lalu - lintas, " pungkasnya. (Sul).
Kamis, 01 Maret 2018 09:59

Mengintip Aksi Peduli H Mino

 
Jember - Langkah positif H Mino, warga Dusun Jumbatan Desa Darungan Kecamatan Tanggul yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di Dusun Jumbatan Desa Darungan Kecamatan Tanggul patut mendapat acungan jempol. Kepedulian H Mino terhadap lingkungan dan masyarakat beragam, mulai membangun plengsengan, membangun masjid, membangun prasarana air bersih, membelikan tanah, bahkan membangunkan rumah bagi warga Dusun Jumbatan yang tidak mampu.
 
Aksi sosial yang dilakukan H Mino, sumber dananya murni dari jerih payahnya yang bekerja sebagai kontraktor.
 
"Pembangunan plengsengan sepanjang sekitar 700 Meter di Dusun Jumbatan Desa Darungan tersebut memang saya yang membangun. Biaya yang sudah keluar untuk membangun plengsengan tersebut sekitar 400 juta Rupiah, itu uang murni hasil kerja saya," ungkap H Mino, kepada lensarakyat.com, Senin (26/02).
 
Lanjut H Mino, terkait pembangunan plengsengan yang ia bangun, bertujuan untuk membuat lingkungan Dusun Jumbatan semakin bagus. "Sebelum ada plengsengan, saat hujan turun air meluber ke jalan dan mengakibatkan jalan licin dan kendaraan bermotor sulit untuk melintas," tuturnya. 
 
"Plengsengan yang saya bangun panjangnya sekitar 750 Meter dan diperkirakan sudah menghabiskan anggaran sebesar 400 juta Rupiah.Sebelum membangun plengsengan, saya melakukan koordinasi terlebih dengan Kasun, RT, RW dan masyarakat sekitar untuk menyamakan visi membangun desa," tuturnya.
 
"Selain membangun plengsengan, membangun penampungan air bersih dan melakukan penerangan jalan juga saya lakukan di Desa Darungan. Dan aksi peduli ini murni untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
 
H Mino juga menambahkan, bahwa aksi kemanusiaan yang ia lakukan ini tidak ada unsur politik atau unsur kepentingan pemerintah. "Saya hanya ingin memberi contoh kepada pejabat pemerintah setempat, bahwa saya bisa membangun di Desa Darungan," jelasnya.
 
Disinggung penerangan jalan, H Mino mengaku jika tiang penerangan jalan di Dusun Jumbatan Desa Darungan ia dapatkan dari Jakarta. "Tiang listrik yang saya donasikan sebanyak 22 tiang, sedangkan aliran listriknya murni dari rumah saya, bukan dari PJU," tegasnya. 
 
H Mino juga menyampaikan bahwa aksi kepedulian ini tidak ada unsur politik ataupun unsur - unsur pemerintahan, pungkasnya.
 
Sementara H Anwar, warga Dusun Kemirian Desa Darungan Kecamatan Tanggul mengapresiasi langkah H Mino membangun plengsengan, pasalnya pembangunan plengsengan tersebut sesuai dengan harapan masyarakat. "Dulu sebelum ada plengsengan, air hujan meluber di jalanan," ucapnya.
 
"Saya sangat senang dengan bantuan H Mino mas, " pungkasnya.
 
Hal senada juga disampaikan Ahmad Sayadi (30), warga Dusun Jumbatan Desa Darungan, kepedulian H Mino banyak manfaatnya. "Dengan adanya penerangan jalan, kini di wilayah Dusun Jumbatan kalau malam cukup terang, ini sangat membantu masyarakat," tuturnya.
 
Sedangkan Hartini, warga Dusun Jumbatan mendapatkan bantuan tanah untuk ia tempati sebagai tempat tinggal. "Alhamdulillah, saya sangat senang mendapat bantuan tanah dari H Mino, semoga H Mino mendapatkan rizki yang banyak," kata Hartini dengan logat Madura.
 
Suliha, warga Dusun Jumbatan RT 02 RW 11 juga mendapat bantuan H Mino untuk membangun tempat tinggalnya. "Sementara bantuan H Mino yang sudah sampai di rumah,batu pondasi 3 truk dan genting 2 ribu," sampainya dengan logat Madura.
 
'H Mino banyak membantu masyarakat, mulai membangun masjid, membangun sarana air bersih, membangun plengsengan, mengalirkan penerangan jalan, hingga membantu membangun rumah warga," pungkasnya.
 
Berdasarkan data terhimpun, kepedulian H Mino terhadap lingkungan dan warga tidak hanya ia lakukan di Desa Darungan. Salah satu warga Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari juga ada yang mendapatkan bantuan dari H Mino.(Sul/Fan).