EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224708
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
138
819
5148
211697
18340
26664
224708

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
 
Jember - Kamis (22/02), Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali memeriksa beberapa orang menjadi saksi terkait kasus Hibah Bansos 2015 yang menyeret Ketua DPRD Jember. Selain mantan Sekda Jember, mantan Kepala BPKA Jember, tiga unsur pimpinan DPRD Jember, hari ini tak luput dari undangan Kejari Jember.
 
"Anggota dewan berinisial AJ, NM dan YP kita panggil sebagai saksi untuk kita minta keterangannya terkait hibah Bansos 2015 dengan tersangka Thoif Zamroni. Kita juga memeriksa tim anggaran, tadi kita juga panggil mantan Sekda dan mantan Kepala BPKA Jember," ucap Kasi Pidsus Kejari Jember di ruang kerjanya, Kamis sore (22/02).
 
Lanjut Asih, saat ini ia masih dalam tahap penghitungan atas kerugian yang negara alami. "Dari Dinas Peternakan Jember, sementara sudah kita temukan kerugian sekitar 660 juta Rupiah," tuturnya.
 
"Kita juga sudah melakukan penyitaan beberapa dokumen terkait bantuan hibah Bansos. Dan menerima pengembalian uang dari beberapa kelompok penerima hibah Bansos sebesar 30 juta dari dua kelompok," paparnya. (Sul).
 
Jember - Sebelum peserta demo damai aksi 212 dilepas, para peserta demo dihimbau Kapolres Jember agar tertib saat aksi demo. Dengan melaksanakan aksi demo dengan tertib, Kapolres berharap agar peserta demo datang selamat, berorasi selamat dan pulangnya juga selamat.
 
"Bagi peserta demo yang menggunakan sepeda motor saat mengikuti demo menuju masjid jami' agar menggunakan helm. Setelah sampai di masjid jami' dan akan melaksanakan istigosah, helm baru boleh lepas, " ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Rabu (21/02).
 
Lanjut Kusworo, setelah istigosah, peserta demo pengguna sepeda motor yang melanjutkan menuju ke DPRD agar helmnya mereka gunakan kembali. "Dan saya harap nanti peserta demo pengguna sepeda motor agar tidak memainkan gas sehingga menimbulkan suara bising," ucapnya.
 
"Saya yakin para peserta aksi akan menjalankan aksinya dengan tertib. Begitupula saat berorasi, saya harap para orator tidak menyampaikan ujaran kebencian," jelasnya. (Sul).
Selasa, 20 Februari 2018 16:06

ASDP Gilimanuk Uji Coba Tiket Otomatis

          
Jembrana - Untuk meningkatkan pelayanan menjelang angkutan lebaran 2018, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Persero berencana memberlakukan Automatic Ticketing System (ATS ) di Pelabuhan Gilimanuk. Perangkat ATS merupakan alat pendeteksi dimensi kendaraan secara otomatis dan langsung terkoneksi dengan tiket sesuai golongan kendaraan.
 
Sebenarnya sudah ada empat perangkat ATS yang sudah terpasang di gerbang loket Pelabuhan Gilimanuk. General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Elfi Yosa mengatakan, sebelum ada perangkat ATS ini dalam menentukan golongan kendaraan penumpang, jajarannya melakukan secara manual dengan landasan yang tersedia sepanjang 16 Meter, tanpa ada pengukuran tinggi.
 
"Dengan perangkat ATS dimensi kendaraan bisa terdeteksi secara keseluruhan, baik untuk panjang, berat dan tingginya. Nanti setelah melewati sensor, tiket yang dikeluarkan langsung otomatis sesuai dengan dimensi kendaraannya, tidak perlu lagi pengamatan secara manual,” ungkap Elfi Yosa, (17/02).
          
Lanjut Elfi,  perangkat ATS yang sementara terpasang di gerbang loket Pelabuhan Gilimanuk tingginya 4,2 Meter. "Batasan tinggi tersebut menyesuaikan dengan ketinggian dak kapal yang maksimal 4,4 Meter," jelasnya.
 
"Nantinya, dengan kelengkapan perangkat ATS itu, penentuan arah penumpang menuju Dermaga menjadi lebih cepat. Secara otomatis kendaraan bisa ditentukan naik lewat dermaga mana, karena kapasitas beban dermaga berbeda-beda, kalau dibawah 10 Ton langsung diarahkan ke Ponton," paparnya.
 
Elfi juga menambahkan, sedangkan kalau melebihi 30 Ton, langsung ke Landing Craft Machine (LCM). "Selain mempercepat pelayanan, upaya penerapan ATS ini juga berkaitan dengan keamanan dan keselamatan," ucapnya.
 
"Bagaimana kendaraan penumpang terutamanya kendaraan barang sejenis truk, kita arahkan menuju dermaga maupun kapal yang lebih tepat, dengan sistem otomatis. Sementara ini, ATS baru dipasang di Pelabuhan Gilimanuk dan masih uji coba,rencananya setelah uji coba lanjutan selama 2 minggu," terangnya. (Ross).
Senin, 19 Februari 2018 17:51

Mapolres Klungkung Terapkan SIM On-line

         
Klungkung - Mapolres Klungkung sudah menerapkan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) on-line. Melalui layanan tersebut,masyarakat bisa lebih mudah memperpanjang maupun pembuatan SIM baru.
 
Tidak hanya itu, masyarakat dari luar daerah juga bisa mendapat layanan ini. Kasat Lantas Mapolres Klungkung AKP. Taufan Rizaldi mengatakan, layanan ini sudah diuji coba sejak Januari 2018 dan efektif berjalan pada awal Februari 2018.
 
"Terkait persyaratan, tidak ada perbedaan dengan sistem manual, pemohon harus melampirkan e-KTP, menjalani tes kesehatan maupun psikologi.Mapolres Klungkung memiliki dua peralatan yang masing-masing mampu melayani 50 orang, namun, jika mengacu pada pemohon setiap harinya, hanya mampu kisaran 70 orang, dan angka tersebut masih tergolong kecil," ungkap AKP Taufan Rizaldi, (15/02).
 
Lanjut Taufan, prosesnya sama, pemohon harus mengikuti tes praktek, kalau untuk perpanjangan, bawa SIM yang lama. 'Antreannya tidak lama, karena yang mengurus hanya sedikit, ini akan terus kita sosialisasikan,” tutur pria kelahiran Jakarta. (Ndrik).
       
Denpasar - Ketut Agus Patriawan, tersangka yang ditangkap jajaran Kapolresta Denpasar atas kepemilikan 1.201butir pil ekstasi dan 231,88 Gram sabu-sabu, ternyata jaringan Napi LP Kerobokan. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, (12/02) mengatakan bahwa kasus ini baru ia riliis karena masih menunggu hasil labfor.
 
"Kasus ini masih kita kembangkan, hasil pemeriksaan pelaku berasal dari Buleleng dan mengaku bekerja sebagai pegawai di kantor kontraktor. Untuk barang yang kita amankan, menurut tersangka milik Napi LP Kerobokan yang terkenal dengan sebutan bapak," ungkap Hadi Purnomo. 
 
Lanjut Hadi,  tersangka mengakui tidak tahu nama lengkap Napi tersebut, selama ini komunikasi mereka hanya lewat HP. "Pelaku mengaku, baru dua bulan jadi kurir barang haram, dia baru dua kali mendapat kiriman Narkoba dari Napi tersebut," jelasnya.
 
"Pada awalnya dia mendapat kiriman 50 Gram SS dan sudah habis terjual. Selanjutnya dia kembali dikirimi 1.300 butir pil ekstasi dan 231,88 gram sabu-sabu, untuk pil ekstasi sudah terjual 99 butir," paparnya.
 
“Dengan diamankannya barang bukti ini, kami menyelamatkan ribuan warga di Bali dari bahaya Narkoba. Kami menghimbau kepada masyarakat supaya menjauhi Narkoba karena sangat berbahaya,” pungkas Kombes Pol Hadi Purnomo.
 
Sebelumnya, Satresnarkoba Mapolresta Denpasar menggagalkan peredaran 1.201 butir pil ekstasi dan 231,88 Gram sabu-sabu. Barang haram tersebut disita dari kurir Ketut Agus Patriawan (40) pada Kamis (01/02). Polisi meringkus pelaku di Jln. Drupadi 3, Renon, Denpasar Timur sekitar pukul 16.30 Wita pada saat menempel paket Narkoba.
 
Selanjutnya pelaku digiring ke tempat tinggalnya di Perum Nuansa Kori Sading, Mengwi, Badung. Dari hasil penggerebekan disita 14 paket sabu-sabu 231,88 Gram dan 13 paket dengan jumlah total 1.201 pil ekstasi, timbangan dan puluhan pipet. (Ross).
Senin, 19 Februari 2018 17:06

Bupati Jember Sosialisasikan Beras Bantuan

 
Jember - Jajaran Dinas Sosial Jember bersama Bupati Jember, dr Faida MMR mensosialisasikan beras bantuan berupa Beras Sejahtera (Rastra), Beras Bersubsidi (Rasidi) dan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (19/02). Jumlah penerima Rastra di Kabupaten Jember untuk Januari - Februari 2018 sebanyak 178.350 KPM, sedangkan untuk Rasidi sebanyak 69.053 KPM.
 
"Rastra berasal dari anggaran APBN, Rastrada dari APBD kabupaten, sedangkan Rasidi bersumber APBD provinsi. Dari 300 ribu data warga miskin Jember, yang menerima Rastra dan Rasidi hanya 2/3 persen, sedangkan 1/3 lainnya tidak menerima," ungkap Bupati Jember, dr Faida MMR, di Ruang Tamyaloka, Senin (19/02).
 
Lanjut bupati, untuk memenuhi KPM yang tidak menerima Rastra dan Rasidi, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran untuk Rastrada, kini datanya masih dalam proses. "Yang jelas, bagi yang sudah menerima Rastra tidak boleh menerima Rastrada ataupun Rasidi," jelas Faida. 
 
"Penerima Rastra, Rasidi dan Rastrada menerima beras jenis medium seberat 10 Kg, khusus Rasidi harus menebus beras untuk per Kilonya seharga Rp 1.600,-.Sementara Kadinsos Jember, Isnaeni Dwi Susanti mengatakan bahwa untuk tahun 2017 kemarin, seluruh Kecamatan mendapat jatah Rasidi. "Namun untuk tahun 2018, hanya Kecamatan Jelbuk yang tidak mendapatkan kuota Rasidi, saya tidak tahu kenapa, sebab saya hanya menyalurkan saja," tuturnya.
 
"Untuk penerima Rasidi, datanya kami dapat dari provinsi, sedangkan provinsi mendapatkan data dari Basis Data Terpadu (BDT)," terangnya. (Sul).

Jember - Polsek Jelbuk mengalami pergantian pucuk pimpinan, Kapolsek Jelbuk, AKP Subagio bergeser menjadi Kapolsek Sukowono. Sedangkan Kapolsek Tanggul, AKP Bambang Setiawan kini menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Jelbuk.

"Sementara kita akan mengajak para ulama, umara', TNI, Polri dan masyarakat untuk menjaga stabilitas wilayah Jelbuk agar tetap solid. Dengan wilayah berbentuk pegunungan, Jelbuk rawan menjadi lokasi kegiatan orang - orang anarkis," ungkap Kapolsek Jelbuk, AKP Bambang Setiawan SH MH di Mapolsek Jelbuk usai acara pisah - kenal Kapolsek Jelbuk, Rabu (14/02).

Bambang juga menyampaikan, untuk mengantisipasi hal tersebut ia akan terus memantau, khususnya wilayah hutan. "Kita akan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pemantauan, agar Jelbuk tidak menjadi lokasi latihan perang - perangan kaum anarkis," jelasnya.

"Berdasarkan pantau kami, yang saat ini rawan menjadi lokasi persembunyian kaum anarkis yakni wilayah Sukmailang," pungkasnya. (Sul).

 
Jember - Untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jember berencana membangun 6 saluran irigasi. Rencana pembangunan saluran irigasi tersebut disampaikan Sugiyono saat Musrenbangdes pembahasan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa Panduman tahun 2019 di Balai Desa Panduman, Rabu (14/02).
 
"Untuk program pembangunan di Desa Panduman, rencananya SDA akan membangun 6 saluran irigasi yang masing - masing titik panjangnya 400 Meter. Rencana pembangunan saluran ini asal - usulnya dari permintaan masyarakat sekitar," ungkap Sugiyono, Juru Air Kantor Pengamat Pengairan Kecamatan Patrang di balai Desa Panduman, Rabu (14/02).
 
Lanjut Sugiyono, pembangunan saluran yang tersebar di Dusun Bacem, Dusun Krajan 1 dan Dusun Krajan 2 bertujuan agar sistem pengairan pertanian lancar. "Untuk penerima manfaat saluran irigasi sekitar 200 Hektar," pungkasnya. 
 
Berdasarkan data terhimpun, saluran yang rencananya akan terbangun meliputi, saluran III Biting, Batu Urip, Gomblong, Tegal Batu 6 kiri, Tegal Batu 5 kanan dan Candri 3 kiri. (Sul).
 
Jember - Menindaklanjuti pernyataan Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember yang mengaku sudah menyurati Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terkait kejanggalan proyek Desa Mojosari, lensarakyat.com mendatangi Kantor Kejari Jember, Jum'at (09/02). Pihak Kejari Jember membenarkan terkait adanya  pengiriman surat laporan oleh Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember.
 
"Memang pada hari Senin kemarin, (05/02) ada surat dari Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember yang diterima oleh petugas jaga. Selanjutnya surat tersebut langsung diserahkan ke Kepala Kejari Jember," ungkap Gunawan, Jaksa Fungsional Kejari Jember, di ruangannya, Jum'at (09/01).
 
Berdasarkan data terhimpun, Kepala Desa Mojosari dilaporkan oleh Investigasi Nasional yang dikomandani M Bashori Syach, dan LPPNRI Jember yang dikomandani Agus Sakera terkait proyek desanya. Menurut Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember, pelaksanaan proyek desa yang kini papan namanya sudah raib terindikasi ada kejanggalan yang bisa merugikan negara.
 
Ada beberapa item yang menurut Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember janggal, seperti batu tepi tanpa tanam, aspal tipis dan menggunakan batu putih. Selanjutnya proyek desa yang secara substansi dikerjakan TPK, namun menurut Investigasi Nasional dan LPPNRI Jember, pekerjaannya dikontraktualkan. (Sul).
 
Jember - Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Sopir Truk Peduli Dhuafa (KSTPD) Kecamatan Jelbuk merehab rumah b. Tar, janda tua yang tinggal di Dusun Lamparan Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, Kamis (08/02). Aksi solidaritas rehab rumah tidak layak huni ini termotivasi ketika para sopir truk melintas dan miris melihat kondisi rumah b. Tar.
 
"Kepedulian terhadap rumah warga miskin ini muncul dari usulan teman - teman saat acara arisan yang kita selenggarakan 15 hari sekali. Rehab rumah tidak layak ini sudah kita kerjakan sebanyak 3 titik, yang kita kerjakan setiap bulannya," ungkap Koordinator KSTPD, Sutrisno di lokasi rehab, Kamis (08/02).
 
Lanjut Sutrisno, anggota KSTPD berharap agar rumah milik janda yang sudah berusia uzur ini bisa tinggal dengan layak. "Rencananya kita akan merubah total rumah b. Tar akan kita rehab total, mulai pintu, dinding, genteng, dll," terangnya.
 
"Selain KSTPD, Generasi Muda Watu Urip (GMWU) peduli dhuafa juga ikut membantu proses rehab rumah tidak layak huni ini. Kita hanya ingin membantu program Bupati dan Wakil Bupati Jember, Faida - Muqiet untuk mengentaskan kemiskinan, khususnya terkait rumah tidak layak huni," pungkasnya. (Sul)