EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224710
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
140
819
5150
211697
18342
26664
224710

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Senin, 05 Februari 2018 17:54

Jember Belum Memiliki Perda Penanaman Modal

 
Jember - Untuk melindungi para pelaku Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), pemerintah pusat mengaturnya dalam Undang - Undang Penanaman Modal. Namun untuk tingkat kabupaten, di Kabupaten Jember masih belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penanaman modal, seperti di Bondowoso dan Banyuwangi.
 
"Sepengetahuan saya, Kabupaten Jember masih belum memiliki Perda Penanaman Modal. Padahal, untuk PMDN dan PMA harus mengurusi ijin prinsip penanaman modal melalui dinas pelayanan modal dan pelayanan terpadu," ucap Farid Wajdi, Ketua LSM Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3), Sabtu (03/01).
 
Lanjut Farid, pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa lepas dari investasi PMDN dan PMA. "Jadi di Kabupaten Jember perlu ada jaminan dan perlindungan hukum seperti Perda, karena hal tersebut berkaitan dengan ekonomi dan kegiatan usaha," paparnya.
 
"Saya harap bupati, dalam hal ini eksekutif segera membentuk Perda Penanaman Modal. Sehingga kedepannya akan mempermudah para pengusaha saat mengurus perijinan - perijinan berikutnya," tuturnya.
 
Farid juga menambahkan, jika ada investor atau investasi besar di Jember, mereka nantinya akan terdaftar di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. (Sul).
 
Jember - Ketua DPP LSM Komando Gagak Hitam Perkasa, Alvin, berencana akan menyurati anggota DPRD Jember untuk menindaklanjuti permasalahan tanah M Mochtar yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 8 Kecamatan Sukowono, melalui rapat dengar pendapat. Pasalnya, proses lelang tanah milik M Mochtar terindikasi ada ketidak-adilan.
 
"Seharusnya sebelum lelang, panitia lelang memberitahu termohon lelang dan memberi kesempatan untuk membeli tanah tersebut. Jadi nanti saya akan meminta anggota dewan agar memanggil OJK dan kantor lelang untuk hearing dengan kita," ungkap Alvin di kantornya, Kamis (01/02).
 
Alvin yang juga merupakan kuasa hukum M Mochtar menambahkan, harga tanah M Mochtar yang berkisar 1 milyar hanya laku 303 juta saat lelang tersebut terkesan tidak adil. "Demi keadilan, saya harap pemenang lelang memberikan kelebihan dari harga piutang, atau membiarkan M Mochtar menebus kembali tanahnya seharga 303 juta," tuturnya.
 
"Seharusnya proses lelang itu pelaksanaannya tidak sembunyi - sembunyi, dan memberi kesempatan termohon lelang menebus tanahnya. Fatalnya, pihak BPR dan lelang tidak melakukan appraisal, sehingga seenaknya muncul limit 303," jelasnya.
 
Lanjut Alvin, semestinya sebelum lelang harus ada penafsiran harga yang pantas untuk lahan tersebut, harganya tidak harus dilelang dibawah hutang. LSM Komando Gagak Hitam Perkasa akan memberantas kongkalikong mafia lelang, antara pemenang lelang dan pihak bank," tegasnya.
 
"Pelelangan mengutamakan azas kelayakan dan keadilan, kasihan jika orang yang sudah punya hutang dengan jaminan malah diamblesno," pungkasnya. (Sul).
 
Denpasar - seorang warga menemukan ratusan butir peluru saat mancing di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Senin (29/01). Ratusan peluru yang ditemukan terbungkus kantong plastik tersebut kini masih didalami jajaran Mapolsek Denpasar Barat (Denbar).
 
"Ujang dan temannya berencana memancing di Jalan Imam Bonjol, dan mereka menemukan dua kantong plastik mencurigakan, ternyata berisi peluru. Kemudian Ujang melapor ke Mapolsek, dan kami langsung mengamankan barang bukti tersebut," ungkap Kapolsek Denbar, Kompol Gede Sumena, Rabu (31/01).
 
Gede Sumena juga menambahkan, peluru tersebut terdiri dua jenis, 97 butir peluru laras panjang dan 89 butir peluru laras pendek. "Kami masih menyelidiki, apakah peluru ini ada kaitannya dengan kasus perampasan Senpi Di Hotel Ayana apa tidak?," tanyanya.
 
"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi - saksi, dan melakukan olah TKP," pungkasnya. (Ross).
Kamis, 01 Februari 2018 17:24

Kualitas Rastra Ada Yang Kurang Bagus

 
Jember - Selasa (30/01), penerima Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Panduman menerima bantuan Rastra di Balai Desa Panduman. Namun menurut pengakuan salah satu penerima Rastra, kualitas Rastra yang ia terima kurang bagus. 
 
"Saya kemarin menerima bantuan beras Rastra satu sak di balai desa  dari pemerintah. Kualitas Rastra yang saya terima jelek, warnanya agak kemerahan, patah - patah, berdebu dan ada pasirnya," ungkap Tori (55), warga Dusun Sumbercandik RT 01 RW 02 Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, dengan logat Madura, di rumahnya, Rabu (31/01).
 
Tori juga menambahkan, sebelum memasak nasi beras Rastra, ia musti membasuh beras dengan menggunakan mama lemon agar baunya tidak apek. "Kalau menggunakan mama lemon bau apeknya hilang, meski rasa nasinya tawar," tuturnya.
 
"Saya harap kedepan pemerintah  memberi beras Rastra yang kualitasnya baik. Meski gratis, masa orang miskin harus makan nasi dengan kualitas tidak bagus?," tanyanya. (Sul).
Kamis, 01 Februari 2018 17:21

Komunitas IWJ Kawal Jenazah TKW Asal Jember

 
Jember - Akhirnya jenazah Rasmini (44), warga Dusun Krajan Desa Ajung Kecamatan Kalisat, yang mengadu nasib menjadi TKW di negeri Malaysia tiba di tanah air, Selasa (30/01). Dalam proses kepulangan Jenazah dari negeri Malaysia hingga tiba di tanah air, ternyata ada peran komunitas Info Warga Jember (IWJ) yang mengawal.
 
"Saya mendengar informasi kalau ibu meninggal dunia pada Minggu sore (28/01), dan tiba di rumah Selasa sore (30/01). Kepulangan almarhumah ibu dari Malaysia tidak ada biaya se Rupiah pun, ini berkat bantuan teman - teman komunitas IWJ, Pemkab Jember dan Pemdes Ajung Kecamatan Kalisat," ungkap anak Rasmini, Wulandari di kediamannya, Rabu (31/01).
 
Wulandari juga menambahkan, bahwa teman komunitas IWJ yang berada di Malaysia juga membantu proses kepulangan ibunya. "Jadi yang mengurus administrasi ibu di rumah sakit dan bandara di Malaysia juga ada peran komunitas IWJ," tuturnya.
 
"Saya ucapkan terimakasih yang banyak kepada teman - teman komunitas IWJ, Pemerintah Desa Ajung, dan sahabat ibu di Malaysia yang telah membantu kepulangan jenazah ibu hingga sampai di tanah air," pungkasnya. (Sul).
 
Jember - Pengajuan E-KTP secara reguler oleh Kecamatan Tanggul ke Kantor Dispendukcapil Jember mengalami kelambatan. Pasalnya pengajuan E-KTP yang sudah diajukan sejak bulan Agustus 2017, hingga sekarang belum jadi. 
 
"Setiap minggu Kecamatan Tanggul mengajukan 2 hingga 3 map berkas ke Dispendukcapil Jember, dan setiap map berisi 50 pengajuan. Jadi bisa dibayangkan berapa berkas pengajuan secara reguler E-KTP oleh Kecamatan Tanggul. Dengan lamanya proses jadinya E-KTP secara reguler, kita sering mendapat keluhan dari masyarakat," ungkap Kasi Pelum Kecamatan Tanggul, Wahyu, di ruang kerjanya, Selasa (30/01).
 
Wahyu juga mengatakan, jika ada masyarakat Tanggul yang terdesak membutuhkan E-KTP, maka ia membuatkan surat pengantar agar pembuatannya cepat. "Saya dulu sempat menanyakan terkait lambatnya pembuatan E-KTP pengajuan Kecamatan Tanggul ke salahsatu petugas Dispendukcapil Jember," terangnya.
 
"Menurut informasi yang saya terima saat ini Kantor Dispendukcapil Jember kekurangan petugas. Sebab sekarang petugas Dispendukcapil banyak yang dikirim ke Roxy mall dan desa - desa," tutur perempuan kelahiran Surabaya. 
 
"Terkadang alat cetak E-KTP juga mengalami error, mungkin dari seringnya mencetak. Jika mesinnya error secara otomatis akan menggangu proses pencetakan E-KTP," imbuhnya.
 
Di tempat terpisah Camat Tanggul, Sukardi menuturkan, saat ini Pemkab Jember perlu ada penganggaran sendiri untuk pengadaan alat sebagai langkah antisipasi lambatnya pembuatan E-KTP. "Jika memang alatnya sudah berusia lama, segera ada penggantian baru, jangan dibetulin terus," ucapnya.
 
"Saya harap masyarakat Tanggul yang E-KTPnya belum jadi bersabar dulu. Pihak kecamatan sebenarnya sudah berusaha agar proses pembuatan E-KTP cepat jadi," pungkasnya. (Fan).
Rabu, 31 Januari 2018 16:47

Pantai Keramat Melaya Memakan Korban

 
Jembrana - Minggu (28/01) sejumlah anak terseret di Pantai Keramat Melaya yang mengakibatkan satu anak meninggal. Korban tenggelam merupakan rombongan anak-anak Panti Asuhan Widya Asih Blimbingsari yang bertamasya.
 
Dari keterangan sejumlah saksi, awalnya para korban bermain sepakbola di sekitar Pantai Keramat Melaya. Selanjutnya pada sekitar pukul 15.20 Wita, keenam korban berenang ke pantai.
 
Ketujuh anak yang menjadi korban tenggelam masing - masing berinisial TA (12), K (13), (14), Ye (14), Yo (15), DA (14) dan IGBS (15). "Dari keterangan para saksi, sebelum peristiwa tenggelam terjadi, korban berulangkali mendapat peringatkan bahwa anak-anak jangan mandi ketengah dikarenakan ombak besar,” ujar Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Narma. 
          
Berdasarkan data terhimpun, sebelumnya korban terlihat mandi di pinggir pantai sambil memegangi dua batang kayu berukuran sedang sebagai alat bantuan berenang. Beberapa teman korban sempat memberi peringatan, namun saksi tetap mandi, tak lama berselang terdengar suara teriakan minta tolong sambil melambaikan tangan.
 
Selanjutnya dari pihak rombongan dan para nelayan menolong korban dengan menggunakan perahu nelayan. Keenam korban tenggelam dibawa ke Puskesmas Melaya, satu diantaranya  berinisial TA dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang lain masih dirawat dan diantaranya dirujuk ke RSU Negara. (Ndrik).
Selasa, 30 Januari 2018 15:46

Pengosongan Rumah Di Desa Sukowono Memanas

 
Jember - Puluhan massa yang mengatasnamakan LSM Gagak Hitam terlihat berjaga - jaga di areal tanah seluas 297 Meter persegi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 8 Desa Sukowono Kecamatan Sukowono, Senin (29/01). Penjagaan tanah yang berdiri bangunan rumah menurut Ketua LSM Gagak Hitam masih milik M Mochtar, akan terjadi upaya pengosongan paksa oleh pihak Agustinus Hartono, yang juga mengklaim sebagai pemilik tanah dan bangunan hasil membeli secara lelang melalui BPR Bumi Hayu, Ambulu.
 
Proses pengosongan rumah oleh pihak Agustinus secara dua kali dalam sehari diwarnai ketegangan. Awal pengosongan rumah pada Senin (29/01) Agustinus dan kawan - kawan datang tanpa ada pengamanan aparat berseragam, hanya terjadi pecah kaca, Agustinus dan ahli waris M Mochtar sama - sama terluka akibat pecahan kaca, selanjutnya kubu Agustinus mundur.
 
Tidak berselang lama Agustinus dan kawan - kawan (dkk) serta pengacaranya datang lagi ke Jalan Ahmad Yani 8, kali ini terlihat aparat TNI / Polri berjaga - jaga di lokasi. Agustinus berupaya memaksa masuk rumah yang di dalamnya berisi perempuan paruh baya yang tak lain istri M Mochtar.
 
Ketatnya penjagaan rumah oleh jajaran LSM Gagak Hitam membuat Agustinus terlihat emosi, Agustinus menghantam dan menendang pintu rumah hingga rusak.
 
Melihat kondisi semakin panas, Danramil dan Kapolsek Sukowono segera meredam suasana. Massa dari kedua kubu akhirnya dihalau oleh aparat keamanan agar jauh dari lokasi rumah yang menjadi perebutan.
 
"Tanah atas nama M Mochtar ini masih saya gugat ke Pengadilan Negeri Jember melalui surat tertanggal 19 Januari 2018. Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perdata : 13/PDT.G/2018/PN.Jbr," ungkap Ketua LSM Gagak Hitam sekaligus Kuasa Hukum M Mochtar, Abdul Haris Alfianto, di hadapan Agustinus dkk, Senin (29/01).
 
Pria yang kerap dengan sapaan Alvin  ini juga mengatakan, kedatangannya kesini bukan untuk membuat keributan, semua yang hadir ini masih teman saya semua, saya m ingin permasalahan ini selesai secara damai. "Ayo kita diskusikan permasalahan ini secara baik - baik," terang Alvin dengan nada tinggi.
 
Sementara Kuasa Hukum Agustinus, Rully T, menyampaikan bahwa kedatangannya ini untuk memberikan hak pemilik agar bisa menguasai dan menempati tanahnya."Kita sudah beberapa kali mengajukan gugatan sebagaimana surat tembusan yang kita kirim ke Muspika, kejaksaan dan pengadilan," tuturnya. (Sul).
 
Bondowoso - Sejumlah guru dan pelajar SMPN 1 Maesan mendatangi rumah salah satu muridnya yang tidak mampu, Jum'at (26/01). Menurut salah satu guru yang ikut dalam kegiatan santunan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi semangat murid tidak mampu agar terus bersemangat untuk belajar.
 
"Kita kesini untuk membantu meringankan beban ekonomi pelajar sekaligus bersilaturahmi. Saya ingin anak - anak tetap semangat bersekolah, karena mereka adalah generasi bangsa," ungkap salah satu guru SMPN 1 Maesan, Novi Lestari, Jum'at (26/01).
 
Sementara salah satu wali murid penerima santunan, Misdan, warga Desa Sumbersari Kecamatan Maesan mengaku senang dan berterimakasih atas bantuan yang ia terima. "Bantuan Sembako, uang dan seragam sekolah ini sangat membantu saya, maklum penghasilan saya kecil," ucapnya.
 
"Saya takut sampai anak saya putus sekolah," pungkasnya. (Gus).
 
Bondowoso - Memasuki tahun 2018, Pemerintah Desa (Pemdes) Gambangan Kecamatan Maesan mulai membahas perencanaan dengan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di balai desa Gambangan, Rabu (24/01). Tahun ini Pemdes Gambangan dalam perencanaannya fokus pelayanan kesehatan dan menindaklanjuti pekerjaan desa yang tahun kemarin belum terealisasi.
 
"Hari ini kita menggelar Musrenbangdes dengan menghadirkan Muspika, pendamping, Babinsa, Babhinkamtibmas dan UPTD. Pembahasan kali ini berdasarkan usulan dari masing - masing dusun yang ada di Desa Gambangan, namun tahun ini kita fokus pada pelayanan kesehatan," ungkap Kades Gambangan, Sumardi, Rabu (24/01).
 
Lanjut Sumardi, tahun ini Pemdes Gambangan ingin program yang terlaksana langsung menyentuh masyarakat," pungkasnya. (Gus).