EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225441
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
871
819
5881
211697
19073
26664
225441

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:34
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Rabu, 20 Juli 2016 22:20

"Pokemon Go" Dorong Saham Nintendo Menguat 120 Persen

Written by
Rate this item
(0 votes)

NEW YORK, KOMPAS.com - Kesuksesan permainan Pokemon Go yang kini menjadi fenomena di seluruh dunia mendorong penguatan saham perusahaan permainan Jepang, Nintendo. Sejak 6 Juli 2016 hingga hari ini, saham Nintendo sudah menguat 120 persen berkat permainan tersebut.

Pada perdagangan harian di bursa Tokyo, Selasa (19/7/2016), saham Nintendo menguat 14 persen. Hal ini tidak lain didorong gandrung permainan Pokemon Go yang sensasional. Nilai pasar Nintendo pun kini bertambah 23 miliar dollar AS.

Dengan demikian, valuasi perusahaan Nintendo kini mencapai 4,5 triliun yen atau setara 42,5 miliar dollar AS. Valuasi Nintendo tersebut melampaui valuasi Sony yang tercatat 4,1 triliun yen dan Canon yang mencapai 4 triliun yen.

Selain itu, valuasi Nintendo juga jauh melampaui Panasonic yang memiliki valuasi 2,4 triliun yen dan Toshiba yang tercatat 1,3 triliun yen.

Pokemon Go kini merupakan sensasi dunia, tercatat sebagai aplikasi gratis teratas baik di Apple App Store dan Google Play.

Para investor kini berharap Nintendo bisa menanamkan dana untuk pembelian fitur add-on. Beberapa waktu lalu, kepala developer di balik permainan Nintendo Pokemon Go menyatakan ingin meluncurkan permainan yang tengah digandrungi tersebut ke 200 negara dan kawasan.

Adapun saat ini Niantic tengah meningkatkan kapasitas server. Permainan ini menjadi sebuah fenomena di seluruh dunia. Padahal, Pokemon Go secara resmi baru diluncurkan di lima negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Jerman.

"Mengapa harus membatasi?" kata John Hanke, CEO Niantic yang mengembangkan Pokemon Go bersama dengan Pokemon Company yang merupakan afiliasi Nintendo.

Sumber : KOMPAS.com

Read 711 times