EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224716
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
146
819
5156
211697
18348
26664
224716

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:49
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Regional

 
Denpasar - Oknum pramugari berinisial MMS (27) ditangkap tim Reskrim Polsek Kuta karena disinyalir terlibat Narkoba, kini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Denpasar, Senin (21/05). Dalam pelimpahan tahap dua tersebut, petugas menyerahkan barang bukti dan tersangka.
 
"Oknum pramugari berinisial MMS berdomisili di wilayah Jakarta Selatan. Dalam berkas ditulis jika tersangka ditangkap seorang diri di Anika House, kamar nomer 4, Jalan Gunung Lumut 26 D, Denpasar Barat," ungkap Kasi Pidum Kejari Denpasar, Arief Wirawan, Senin (21/05).
 
Lanjut Arief, dalam penggeledahan petugas menemukan 2 plastik serbuk putih yang mengandung sediaan Narkotika jenis Kokain seberat 0,37 Gram di dompet tersangka. "Petugas juga menemukan 1 strip berisi 4 butir Dumolid, mengandung sediaan Klonazepam yang merupakan jenis obat terlarang psikotropika," jelasnya.
 
"Menurut pengakuan tersangka, Kokain ia beli dari seorang teman lelakinya, FH seharga 2 juta. Sementara Dumolid ia beli seharga 110 ribu di salah satu apotik di kawasan Denpasar," tuturnya.
 
Arief juga menambahkan, sementara sabu yanh disembunyikan di balik hiasan dinding merupakan sisa pakai saat bersama FH. tersangka didakwa Pasal 112 ayat 1 atau Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 UU no 35 tahun 2209, ancamannya hukuman penjara maksimal 12 tahun," pungkasnya. (Ndrik).
 
Denpasar - I Putu Yoga Pratama (21), mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi ditangkap jajaran Polresta Denpasar di kediamannya, Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan, Kamis (10/05). Oknum mahasiswa yang terindikasi nyambi menjadi kurir Narkoba ini juga pernah memasukkan ganja kedalam makanan saat menjenguk di LP Kerobokan.
 
"Awalnya kita mendapat informasi adanya peredaran Narkoba jenis ganja dan tembakau gorila di kawasan Renon. Kemudian kita dalami informasi tersebut dan memantau gerak - gerik tersangka," ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo,saat press rilis di halaman Mapolresta Denpasar, Senin (21/05).
 
Hadi Purnomo juga menyampaikan, setelah petugas memiliki data akurat terkait keberadaan Narkoba, selanjutnya petugas menggerebek dan mengamankan oknum mahasiswa yang sudah memasuki semester akhir. "Di lemari pakaian tersangka petugas menemukan 5 paket ganja seberat 126,53 Gram dan 4 paket tembakau gorila seberat 190 Gram," terangnya.
 
"Tersangka mengaku jika barang haram tersebut milik rekannya berinisial B yang mendekam di LP Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kita jerat Pasal 111 ayat 1, UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ucapnya.
 
"Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara dan minimal 4 tahun," pungkas Hadi Purnomo yang didampingi Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto.
 
Sementara tersangka, I Putu Yoga Pratama kepada awak media mengaku menyesal atas perbuatannya. (Ross).
 
Klungkung - Inspektorat Jendral (Irjen) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI, Wahju Satrio Utomo beserta rombongan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, Gusti Agung Ngurah Sudarsana, Kepala Dishub Klungkung, I Nyoman Sucitra, Kepala DPRD Klungkung, I Wayan Baru mendatangi pelabuhan Gunaksa untuk melakukan peninjauan, Kamis (10/05). Kedatangan Irjen Kemenhub RI di pelabuhan yang berlokasi di Kecamatan Dawan ini guna melihat secara langsung pelabuhan yang kondisinya perlu ada perbaikan.
 
"Saya akan membuat laporan lengkap terbaru hasil kunjungan hari ini. Saya minta Provinsi Bali dan Pemkab Klungkung membuat surat ke Menhub RI dan Menteri PUPR RI terkait pentingnya melanjutkan pembangunan dan optimalisasi aset pelabuhan Gunaksa," ungkap Wahju Satrio Utomo, Kamis (10/05).
 
Lanjut Wahju, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, ia optimis pelaksanaan pembangunan pelabuhan Gunaksa akan berlanjut. "Sayang sekali jika investasi bernilai ratusan milyar harus sia - sia," ucapnya.
 
"Jika transportasi tidak berjalan dengan baik tentu bisa memberi pengaruh, seperti harga menjadi tidak stabil. Pelabuhan Gunaksa tidak bisa terselesaikan jika hanya melalui Kemenhub, perbaikan akses jalan melalui KemenPUPR juga perlu," jelasnya.
 
"Ada beberapa hal yang perlu ada perbaikan terkait pelabuhan Gunaksa, pintu masuk pelabuhan berhadapan dengan gelombang air laut. Perlu tim teknis yang turun untuk menilai lebih jauh idealnya seperti apa pelabuhan dengan kontur alam seperti di pelabuhan Gunaksa," pungkasnya.
 
Sementara Ketua DPRD Klungkung sangat mengharap agar Kabupaten Klungkung memiliki pelabuhan mapan. Sebab kapal roll on - roll off (Roro) milik Pemkab Klungkung (Nusa Jaya Abadi) hanya dapat jatah 1 trip perhari dan ekstra perminggu, tuturnya.
 
"Idealnya kapal Roro 2 trip perhari, sebab kondisi tersebut bisa berpengaruh terhadap harga barang dan kebutuhan pokok di Nusa Penida," jelasnya. (Ross).
 
Jembrana - I Putu Suyasa (42), warga Banjar Adnyasari Desa Ekasari Kecamatan Melaya tewas saat motor yang ia tumpangi terhantam mobil pick up misterius. Korban tewas saat hendak menyalip truk tangki minyak di jalur Denpasar - Gilimanuk, Kilometer 106 -107, Desa Tuwed Kecamatan Melaya, Senin (07/05).
 
"Korban laka terindikasi mengalami patah tulang, rusuk dada kiri dan tulang tengkorak atas, akibatnya pria pengemudi motor bernopol DK 2947 ZM tewas di lokasi kecelakaan. Jenazah korban sempat dibawa ke RSU Negara, namun sudah dijemput pihak keluarga," ungkap Kasat Lantas Jembrana, AKP Yoga Widiatmoko, Senin (07/05).
 
Lanjut Yoga Widiatmoko, mobil pick up penabrak korban masih kita telusuri keberadaan dan pengemudinya. "Akibat tabrakan tersebut, sepeda motor korban ringsek pada bagian depan dan sadelnya lepas," pungkasnya. (Ndrik).
 
Denpasar - Jajaran petugas Satpol PP kota Denpasar, kepolisian, TNI, Pecalang, perbekel dan Pengurus Banjar Adat Padangsambian Kelod tertibkan Kafe Merkuri yang berlokasi di Perum Padang Galeria, Banjar Padangsumbu Kaja, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Kamis malam (03/05). Penertiban kafe yang terindikasi tidak berijin ini juga berdasarkan keluhan yang kerap Pemerintah Desa Padangsambian Kelod terima.
 
"Ijin usaha Kafe Merkuri sering kita pertanyakan ke pemiliknya, sebab paruman desa adat setempat menolak keberadaannya. Penertiban ini sudah terlaksana dua kali, pertama pemerintahan desa setempat yang menertibkan," ungkap Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga.
 
Lanjut Anom Sayoga, Kafe Merkuri beroperasi lagi sejak Februari 2018, namun beda menejemen. "Enam diantara ketujuh pelayan kafe tersebut tidak punya identitas, dan rata - rata umur mereka 17 tahun," tuturnya.
 
"Kafe Merkuri akan kami tindak sesuai Perda Ketertiban Umum nomer 1 tahun 2015," pungkasnya.
 
Ditempat terpisah, Perbekel Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra berkata, Kafe Merkuri kerap dikeluhkan warga, sebab warga terganggu kenyamanan dan keamanannya. "Keberadaan kafe terlalu dekat pura, yang notabene kawasan suci," jelasnya.
 
"Dulu Kafe Merkuri bernama Kafe TC, sempat kita tolak keberadaannya karena adanya keluhan warga," sampainya.
 
Sementara pemilik Kafe Merkuri, I B Made Suta, mengelak jika operasi kafenya sudah lama. "Saya baru 2 hari beroperasi, sebelumnya hanya usaha warung biasa," ujarnya.
 
"Berubahnya warung biasa menjadi kafe ini karena sebelumnya sepi, untuk itu perlu ada perubahan agar usahanya tetap berjalan. Ketujuh pelayan baru datang dua hari kemarin," pungkasnya.
 
Sedangkan Lina Kristiana, salahsatu pelayan Kafe Merkuri mengaku jika ia hanya melayani pelanggan minum dan karaoke. "Kami tidak melayani esek - esek, dan kami dapat duit dari penjualan minuman," sampainya. (Ross).
 
Badung - Puluhan anak didik lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Mekar dan PAUD Adyani, binaan Seni Asih (istri Bupati Badung, Giri Prasta - red) mendatangi Pos Damkar Badung, Jum'at (27/04). Menurut Seni Asih, kedatangannya kali ini ingin mengajak anak - anak yang ia didik untuk mengenal bahaya api dan mengantisipasi kebakaran sejak dini melalui simulasi.
 
"Dengan pengenalan bahaya kebakaran melalui simulasi, saya ingin wawasan mereka bertambah sejak dini. Kali ini anak PAUD kita beri informasi tentang kebakaran, bahaya kebakaran, penyebab kebakaran serta cara memadamkan api dengan karung goni basah, APAR dan selang kebakaran," ungkap Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, I Wayan Wirya SE MSi, Jum'at (27/04).
 
Lanjut Wayan Wirya, ternyata anak - anak menggemari saat keliling Puspem dengan menaiki mobil Damkar. "Sepertinya anak - anak memiliki gambaran bagaimana seorang pemadam kebakaran saat bertugas," ucapnya.
 
"Dalam simulasi, anak - anak kita kenalkan langsung aktivitas tim pemadam kebakaran dalam menjinakkan api. Sebelumnya mungkin mereka hanya melihat  aksi tim pemadam kebakaran melalui buku dan televisi," pungkasnya.
 
Sementara Kasi Penyuluhan Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, Luh Made Sugiarthi SS MHum menyampaikan, pelajaran yang kita sampaikan kali ini terkait bahaya dan antisipasi kebakaran, terutama terkait penggunaan alat pemadam kebakaran ringan. "Kita ajari mereka cara penggunaannya saat ada api," tuturnya.
 
"Harapan kami, setelah mereka tahu bahaya kebakaran, mereka tidak akan sembarangan bermain api," pungkasnya. (Ross).
 
Jembrana - Terindikasi penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh, I Putu Artika alias Arik (37), warga Lingkungan Awen Kelurahan Lelateng Kecamatan Negara menceburkan diri ke laut Pantai Pengambengan, Minggu (29/04). Akibatnya, nyawa pria pengguna cincin bertuliskan Peter inipun tidak bisa terselamatkan tim medis Puskesmas 2 Negara.
 
"Korban sempat kita rujuk ke RSUD negara untuk mengetahui sebab kematian korban. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dan merujuk keterangan pihak keluarga korban,  korban murni bunuh diri," ungkap Kanit I Reskrim Polres Jembrana, Ipda I Gede Alit Darma.
 
Lanjut Alit Darma, temuan surat wasiat dari korban memperkuat dugaan bahwa korban benar - benar bunuh diri. "Suratnya berisi bahwa korban tidak sanggup menahan sakit yang ia derita, dan iba melihat ibunya selalu terjaga merawat korban," ucapnya.
 
"Tidak ada tanda - tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Korban diketemukan oleh dua orang saksi yang kebetulan sedang bermain layangan di pantai saat sore hari," pungkasnya. (Ross).

 

Badung - Tim investigasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Badung mendatangi RS Kasih Ibu, Jalan Ray Uluwatu Kelurahan Kedonganan Kecamatan Kuta untuk mengecek kelengkapan TPS limbah B3 RS Kasih Ibu, Minggu (29/04). DLHK Badung memberi peringatan pengelola RS Kasih Ibu yang terindikasi tidak memiliki TPS B3 yang optimal.

"Kita memberi sanksi pihak RS Kasih Ibu karena tidak mengindahkan aturan yang pemerintah tetapkan. Kita sudah memberi peringatan awal berupa teguran dan pembinaan sejak 2014," ungkap Kadis LHK Badung, I Putu Eka Merthawan.

Merthawan juga menyampaikan, setelah jajarannya melakukan monitoring tanggal (27/04), ternyata RS Kasih Ibu Kedonganan masih belum memiliki TPS limbah B3. "Limbah B3 ada dua, medis dan non medis," ucapnya.

"Penanganan limbah TPS B3 sesuai dengan ketentuan UU nomer 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. RS Kasih Ibu Kedonganan harus memiliki TPS limbah B3," tegasnya.

"Jika dalam jangka waktu sebulan tidak memenuhi ketentuan UU, maka ijin lingkungan (UPL/UKL) kami bekukan," pungkasnya.

Sementara itu Direktur RS kasih Ibu Kedonganan, Kadek Dwi Cahyawan mengaku jika sebenarnya RS kasih ibu bukan tidak memiliki TPS limbah B3, cuman belum ia optimalkan secara maksimal. "Terkait limbah B3 kita sudah bekerjasama dengan pihak ketiga, dan kami sudah memiliki sistem," ujarnya.

"Dan dinas meminta kami untuk menyempurnakan lagi sistem yang sudah kami miliki. Saya harap kejadian ini tidak menjadi polemik, ini demi kenyamanan pelayanan kami," tuturnya. (Ndrik).

 
Badung - Tim investigasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Badung akan terus meng-crosschek asal - usul limbah yang ia temukan di Tukad Penataran, Desa Adat Peminge Kecamatan Kuta Selatan, Senin (23/04). Limbah yang muncul di dasar Tukad Penataran, mengalir melalui pipa 12 Dim yang tertanam di tanah.
 
"Tim kami sudah menemukan indikasi sumber limbah berbau busuk, berwarna putih dan berlendir di Tukad Penataran. Namun kita masih belum bisa memastikan dimana titik muara limbah yang timnya temukan tersebut, " jelas Kepala DLHK Badung, I Putu Eka Meethawan, Senin (23/04).
 
"Besok kita akan membawa cairan khusu untuk  membuktikan kadar racun dalam limbah tersebut. Kami akan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meng-crosschek jaringan pipa pembuang limbah berlendir tersebut," ucapnya. (Ross).
 
Denpasar - Sepulang kerja di Batu Bulan, Gianyar, I Komang Wiguna (33), tergiur dan mengambilnya saat melihat ada sebuah tas menggantung di sepeda motor di kawasan Jalan Wahidin, Denpasar, Jum'at (20/04). Namun apes menimpa I Komang Wiguna, pasalnya pencuri yang terindikasi amatir ini dengan mudah tertangkap jajaran Polresta Denpasar, Minggu (22/04).
 
"Wulan Olivia (23) berniat berbelanja di salahsatu toko di Jalan Wahidin, sebelum masuk toko ia menggantungkan tas miliknya di sepeda motor. Namun saat keluar toko korban kaget, pasalnya tas yang ia gantungkan sudah tidak ada di tempatnya," ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo, Minggu (22/04).
 
Lanjut Hadi Purnomo, kemudian korban berusaha menanyakan perihal tas miliknya ke warga sekitar, namun tidak ia temukan. "Kemudian korban mendatangi Mapolresta Denpasar untuk melaporkan kejadian tas miliknya yang hilang dan ternyata berisi barang - barang berharga dengan taksiran mencapai 11 juta Rupiah," tuturnya.
 
"Kemudian dengan cepat kepolisian bergerak, mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi kita mintai keterangan dan sejumlah CCTV kita analisa untuk mengungkap pelaku pencurian tas milik Wulan Olivia," terangnya.
 
Kapolresta juga menambahkan, Jum'at (20/04), ada informasi bahwa 2 buah HP milik korban yang berada di dalam tas hilang terindentifikasi berada di Jalan Mertajaya. "Setelah kita interogasi pemegang HP milik Wulan Olivia, ada pengakuan bahwa HP tersebut ia beli dari tersangka I Komang Wiguna," ucapnya.
 
"Selanjutnya petugas mengamankan 2 HP tersebut dan langsung mendatangi rumah tersangka di Jalan Gunung Agung, Denpasar, untuk membekuknya. Setelah kita interogasi ternyata tersangka mengakui perbuatannya, selanjutnya tersangka kita bawa ke Mapolresta untuk proses penyidikan lebih lanjut," terangnya. (Ndrik).
Halaman 1 dari 19