EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

225416
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
846
819
5856
211697
19048
26664
225416

Your IP: 54.81.232.54
2018-05-25 23:26
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Minggu, 11 Maret 2018 10:19

Plt Bupati Gianyar Diperiksa Panwaslu Kabupaten Featured

Written by
Rate this item
(1 Vote)
Foto Plt Bupati Gianyar, Bali (kanan). Foto Plt Bupati Gianyar, Bali (kanan).
 
Gianyar - Plt Bupati Gianyar, Bali, I Ketut Rochineng memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Gianyar, Selasa (06/03). Pemanggilan jajaran Panwaslu mempertanyakan terkait foto I Ketut Rochineng yang menunjukkan satu jari bersama kalangan tokoh politik saat Pelebon Puri Ubud, Jum'at (02/03).
 
Kedatangan pria yang kerap dengan sapaan Rochineng ke Kantor Panwaslu Gianyar didampingi Kepala Kesbangpol Gianyar, Dewa Alit Mudiarta. Proses klarifikasi yang berlangsung di ruang Ketua Panwaslu tertutup dan berjalan sekitar dua. 
 
Seusai pertemuan, Ketua Panwaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan mengatakan bahwa pada saat proses klarifikasi, tim Panwaslu menyodorkan 45 pertanyaan kepada Plt bupati yang juga masih menjabat Kepala BKD Provinsi Bali. “Prinsipnya, beliau memang mengakui dan membenarkan kejadian tersebut,” ujar I Wayan Hartawan.
 
Lanjut I Wayan Hartawan, dalam kasus ini Panwaslu Gianyar sudah mengantongi dua alat bukti yang ia anggap kuat. "Pertama bukti foto dan tulisan yang terkait dengan angkat telunjuk tersebut, yang kedua surat keterangan sumpah yang berkaitan dengan status Rochineng sebagai ASN," ucapnya.
 
“Dari fakta itu akan kami sesuaikan dengan norma yang berlaku. Selanjutnya hasil klarifikasi nanti akan kita jadikan bahan untuk menentukan, apakah tindakan Rochineng tersebut bertentangan dengan norma atau tidak?," paparnya. 
 
Ketua Panwaslu Kabupaten Gianyar juga menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut nantinya akan ia setorkan ke Pemerintah Provinsi Bali. “Sebentar lagi kami akan bahas kaji tersebut secepatnya,” jelasnya. 
 
Sementara Plt Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng menuturkan bahwa peristiwa angkat jari telunjuk yang terdokumentasi dalam foto tersebut hanya spontanitas saja.
 
Namun akibat beredarnya foto tersebut, Rochineng mengaku jika ia merasa merugi. Pasalnya, waktu yang seharusnya bisa ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, harus terbagi untuk melakukan klarifikasi ke Kantor Panwaslu Gianyar.
 
“Tadi sudah saya jelaskan, waktu saya kebetulan duduk bersama politisi, saya difoto dan kejadian tersebut tidak disengaja,"  pungkasnya. (Ndrik/Ross).
Read 135 times Last modified on Minggu, 11 Maret 2018 10:24