EMail :
admin@lensarakyat.com

Pengunjung

224620
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
50
819
5060
211697
18252
26664
224620

Your IP: 54.166.245.10
2018-05-25 02:38
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items
Rabu, 09 Mei 2018 15:41

Petugas Gabungan Tertibkan Kafe Merkuri Denpasar Featured

Written by
Rate this item
(0 votes)
 
Denpasar - Jajaran petugas Satpol PP kota Denpasar, kepolisian, TNI, Pecalang, perbekel dan Pengurus Banjar Adat Padangsambian Kelod tertibkan Kafe Merkuri yang berlokasi di Perum Padang Galeria, Banjar Padangsumbu Kaja, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Kamis malam (03/05). Penertiban kafe yang terindikasi tidak berijin ini juga berdasarkan keluhan yang kerap Pemerintah Desa Padangsambian Kelod terima.
 
"Ijin usaha Kafe Merkuri sering kita pertanyakan ke pemiliknya, sebab paruman desa adat setempat menolak keberadaannya. Penertiban ini sudah terlaksana dua kali, pertama pemerintahan desa setempat yang menertibkan," ungkap Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga.
 
Lanjut Anom Sayoga, Kafe Merkuri beroperasi lagi sejak Februari 2018, namun beda menejemen. "Enam diantara ketujuh pelayan kafe tersebut tidak punya identitas, dan rata - rata umur mereka 17 tahun," tuturnya.
 
"Kafe Merkuri akan kami tindak sesuai Perda Ketertiban Umum nomer 1 tahun 2015," pungkasnya.
 
Ditempat terpisah, Perbekel Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra berkata, Kafe Merkuri kerap dikeluhkan warga, sebab warga terganggu kenyamanan dan keamanannya. "Keberadaan kafe terlalu dekat pura, yang notabene kawasan suci," jelasnya.
 
"Dulu Kafe Merkuri bernama Kafe TC, sempat kita tolak keberadaannya karena adanya keluhan warga," sampainya.
 
Sementara pemilik Kafe Merkuri, I B Made Suta, mengelak jika operasi kafenya sudah lama. "Saya baru 2 hari beroperasi, sebelumnya hanya usaha warung biasa," ujarnya.
 
"Berubahnya warung biasa menjadi kafe ini karena sebelumnya sepi, untuk itu perlu ada perubahan agar usahanya tetap berjalan. Ketujuh pelayan baru datang dua hari kemarin," pungkasnya.
 
Sedangkan Lina Kristiana, salahsatu pelayan Kafe Merkuri mengaku jika ia hanya melayani pelanggan minum dan karaoke. "Kami tidak melayani esek - esek, dan kami dapat duit dari penjualan minuman," sampainya. (Ross).
Read 22 times